![]() |
| JM NAINGGOLAN |
Gonjang-ganjing khabar tentang pejabat Pembimas Kristen Jawa Barat (Jabar) yang akhir-akhir ini hangat menjadi perbincangan bagi kalangan nasrani di Jawa barat membuat Plt. Pembimas Kristen Jawa Barat JM Nainggolan merasa lelah, , hal tersebut disampaikan JM Nainggolan saat ditemui lawunews.com dikantornya . “ Dengan kabar yang beredar sekarang saya merasa lelah, bahkan sekarang berat badan saya berkurang lima kilo gram ,” terangnya.
Menurutnya, sebenarnya saya sudah mengajukan permohonan kepada pimpinan supaya kekosongan pimpinan Pembimas Kristen Jawa Barat segera diisi dan saya bisa cepat bertugas ketempat yang baru menjadi dosen di Daerah lain. Tetapi apa boleh buat pimpinan masih memakai saya menjadi Plt Pembimas Kristen Jawa Barat. “Sebenarnya saya sudah tidak bersedia dan ingin cepat diganti saja, tetapi ini semua perintah dari pimpinan saja, kalau sekarang sudah ada penggantinya, saya juga sudah siap keluar, bahkan barang -barang saya sudah saya kemasi, jadi tidak ada saya mempertahankan jabatan ini, ” jelasnya.Diakuinya, sejak ada bimas Kristen di jawa barat JM Nainggolan adalah pimpinannya sampai sekarang.
Mengenai kabar bahwa selama ini Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak boleh menggembalakan jemaat, JM Naingggolan mengatakan bahwa dalam bidang pelayanan di gereja di lakukan hanya setiap hari minggu dan pas libur kerja, jadi tidak ada etika atau aturan pegawai PNS yang di langgar. Lebih lanjut, JM Nainggolan juga menepis kabar bahwa selama menjabat menjadi pembimas Kristen Jawa Barat hanya beberapa gereja saja yang di beri bantuan.
” Kita secara bergantian menyalurkan bantuan dari pemerintah untuk gereja, itupun tidak besar, hanya untuk pembelian sekitar sepuluh kursi, jadi tidak benar kalau yang mendapat itu hanya gereja tertentu,” terangnya. Saat di singgung setatus di STT SHEMA Cianjur JM Nainggolan mengatakan bahwa dirinya hanya sebatas sebagai dosen pengajar. “ Saya di STT SHEMA hanya sebagai dosen pengajar saja bukan yang lain lain,” tuturnya.(Yudi)

No comments:
Post a Comment