BANJAR(LawuNews.com)
Gencarnya sosialisasi yang digaungkan para insan KB dalam hal ini Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kota Banjar ditopang dukungan pemerintah Kota Banjar tentang pentingnya program Keluarga Berencana (KB), berdampak pada jumlah peserta keluarga berencana di Kota Banjar setiap tahunnya mengalami peningkatan.
Dibanding tahun 2011, jumlah peserta KB meningkat 27,14 persen pada tahun 2012. "Hasil pendataan yang kita peroleh pada keluarga peserta KB tahun 2012 lalu sebanyak 5.547 keluarga atau 92,45 Persen dari 6.408 yang ada. Bila dibandingkan tahun 2011 lalu, meningkat sebesar 27,14 persen," ungkap Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Banjar melalui Kepala Bidang Keluarga Berencana, Yuniarsih, SE kepada LawuNews.com di ruang kerjanya, Senin (9/9).
Dikatakan dia, cakupan rumah tangga hasil pendataan keluarga tahun lalu di 4 Kecamatan di Kota Banjar, diperoleh untuk Kecamatan Banjar sebanyak 1.673 orang, Pataruman sebanyak 2.268, Langensari 2.590, dan Purwaharja sebanyak 568 peserta. "Berdasarkan pendataan tersebut kita peroleh 2 kecamatan yang cakupan pendataan rumah tangga di atas 95 persen, yakni Kecamatan Banjar dan Kecamatan Pataruman. Hingga bulan Agustus kemarin capaian peserta KB baru mencapai 3.584 dari total target sebesar 7.099 peserta baru tahun tahun 2013 ini," ujarnya.
Atas dasar itu, ia menilai kesadaran segenap keluarga di Kota Banjar selama ini untuk menjaga jarak kehamilan dengan mengikuti KB cukup tinggi. Namun kecenderungan KB tersebut, lebih banyak didominasi penggunaan alat kontrasepsi jenis pil dan suntikan.
"Pemahaman pemakaian alat kontrasepsi di kalangan masyarakat Banjar saat ini masih rendah. Hal itu bisa dilihat dari kebanyakan peserta KB Yang menggunakan alat kontrasepsi pil dan suntikan. Selain pil dan suntik pencapaian peserta KB baru sampai dengan Agustus, IUD 40,29%, MOW 36,99%, MOP 16,10%, implant 52,36%, suntik 64,50%, pil 46,75%, kondom 107,11%. Total prosentase 50,5%,” ucapnya.
Dijelaskan, kecenderungan pandangan masyarakat selama ini tentang penggunaan pil KB akan menyebabkan kegemukan, IUD yang akan merusak rahim, suntikan akan menghilangkan pola menstruasi, dan yang paling memprihatinkan adalah beredar mitos bahwa implant KB yang susah untuk dibuang pada suatu saat nanti.
"Banyak mitos yang berkembang, bahwa memakai alat kontrasepsi akan mengakibatkan kegemukan merusak rahim, mengubah pola menstruasi. Padahal secara medis hal itu tidak benar," imbuhnya.
Salah satu cara untuk mencapai tujuan utama KB, adalah mengkampanyekan program KB, dengan mengenalkan berbagai jenis alat-alat kontrasepsi. "Keterlibatan pemerintah daerah untuk membantu mengkampa¬nyekan program KB ini sangat mendukung," katanya. (Mamay)

No comments:
Post a Comment