Ciamis (Lawunews.Com)
Kabupaten Ciamis merupakan salah satu wilayah di provinsi Jawa Barat yang memiliki kerentanan dan kerawanan bencana cukup tinggi. Menurut catatan BNPB mengenai indeks rawan bencana Indonesia bahwa Kabupaten Ciamis termasuk daerah yang memiliki kerentanan tinggi.
Kabupaten Ciamis berada pada urutan ke 22 dari 494 Kabupaten di Indonesia. Sedangkan untuk tingkat provinsi berada pada urutan ke 8 dari 26 Kabupaten/Kota se Provinsi Jawa Barat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Drs. Dicky Erwin Juliadi, M.Si mengatakan, kerugian akibat bencana alam yang terjadi di wilayah Kabupaten Ciamis dalam kurun waktu Januari-Februari 2014 cukup mencengangkan. Dari hasil data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Ciamis jumlah kerugian mencapai Rp 17,4 miliar. Jumlah itu terjadi pada Januari 2014 sebesar Rp 1,7 miliar dan Februari Rp 15,7 miliar.
Jumlah kerugian itu berdasarkan laporan dari desa dan kecamatan kepada BPBD Ciamis. Dari data rekapitulasi BPBD Ciamis kerugian terbesar pada banjir di desa Bangunjaya Kecamatan Panawangan yang mencapai Rp 5,9 miliar. Tidak ada korban jiwa, namun 3 rumah rusak berat, 1 rumah rusak sedang, 1 rumah rusak ringan dan 8 hektare areal pesawahan. "Memang kerugian akibat bencana selama 2 bulan mencapai sekitar Rp 17,4 miliar, tapi belum diverifikasi benar tidaknya mencapai sebesar itu," ujar Dicky.
Menurut Dicky, bencana dalam 2 bulan terakhir mengakibatkan 2 orang meninggal dunia, 1 orang tersambar petir warga desa Sukahurip Kecamatan Pamarican, dan tertimpa longsor di Desa Sindangherang kecamatan Panumbangan sedangkan luka-luka 4 orang. “Sawah yang terendam banjir mencapai 674 hektar. Bantuan yang sudah diusulkan kata Dicky sekitar Rp. 375 juta dan yang sedang diusulkan sekitar Rp. 600 juta,”ujarnya.
Belum lagi kejadian baru-baru ini seperti di kecamatan Cipaku. Menurutnya, hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di wilayah kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis yang terjadi Rabu (5/3) sekitar pukul 16.00 WIB mengakibatkan 105 rumah milik warga mengalami rusak cukup parah setelah tertimpa pohon yang tumbang.
Dari 105 rumah yang rusak tersebut diantaranya terjadi di desa Jalatrang sebanyak 3 rumah, desa Selamanik 29 rumah ditambah 1 mushola, 1 pabrik heuler desa Buniseuri 1 rumah desa Selacai 69 rumah dan desa Pusakasari 1 rumah.
Bencana juga terjadi di desa Sukajadi kecamatan Sadananya yang diakibatkan meluapnya sungai Cileueur, Minggu (9/3) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Akibatnya 3 rumah warga yang berada di bantaran sungai Cileueur, tepatnya di dusun limus RT 04 RW 7 Desa Sukajadi kecamatan Sadananya terendam air setinggi 50 cm. “Selain merencam rumah, banjir juga merendam sedikitnya 3 hektar areal pesawahan sepanjang sungai Cileueur,” papar Dicky.
Kondisi dan banyaknya jumlah kejadian bencana tersebut memerlukan aksi dan koordinasi bersama dari berbagai pemangku kepentingan baik dari instansi pemerintah dan non pemerintah. Seluruh pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Ciamis perlu bersinergi dalam upaya penanggulangan berbagai potensi ancaman dan bencana yang ada.
“Apabila dilaksanakan masing-masing secara parsial dari instansi atau organisasi yang bergerak dalam bidang penanggulangan bencana sudah dipastikan tidak akan efektif dalam mengelola bencana bahkan akan cenderung egosektor bahwa akan lebih memperparah penanganan karena miskomunikasi atau terjadinya tumpah tindih tupoksi,” tegas Dicky. (Mamay).

No comments:
Post a Comment