Tuesday, June 3, 2014

Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Brigadir Polwan Tahun 2014 Di SPN Cisarua Polda Jabar

Polda Jabar (Lawunews.Com)
Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Mochamad Iriawan, SH.,MM.,MH., yang diwakili oleh Irwasda Polda Jabar Kombes Pol Drs Ilham Salahudin, SH.,MH., Selasa (3/6/2014) membuka secara resmi pendidikan pembentukan Brigadir Polwan tahun 2014  di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jabar di Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Pendidikan pembentukan Brigadir Polwan tahun 2014 di SPN Polda Jabar ini diikuti oleh 1.000 peserta didik yang merupakan kiriman dari beberapa Polda. Polda Jabar mengirimkan sebanyak 498 orang, Polda Sumut 249 orang, Polda Riau 103 orang, Polda Jateng 66 orang, Polda Papua 64 orang dan Polda DIY 20 orang. Lama pendidikan yang akan diikuti para calon Brigadir Polwan tersebut selama 7 (tuju) bulan.

 Kapolri Jenderal Polisi Drs Sutarman dalam sambutannya yang disampaikan Irwasda Polda Jabar Kombes Pol Drs Ilham Salahudin, SH.,MH., mengatakan,  pembukaan pendidikan yang dilaksanakan secara serentak pada hari ini di Sepolwan, Pusdik Gasum, Pusdik Binmas serta 28 SPN di jajaran Polda, merupakan momentum penting dimulainya suatu proses pendidikan pembentukan Brigadir Polri, sebagai bagian dari upaya membangun postur Polri yang paripurna, melalui penambahan kekuatan sebanyak 17.750 Brigadir, termasuk di antaranya 7.000 personel Polwan. Penambahan jumlah personel ini diharapkan dapat semakin memperluas jangkauan serta meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat. Sebagaimana kita ketahui, kemajuan teknologi informasi, komunikasi dan transportasi dewasa ini, telah menjadikan dunia seolah tanpa batas. Kondisi tersebut membawa pengaruh yang sangat signifikan terhadap perubahan lingkungan strategis, baik pada tataran global, regional maupun nasional, termasuk meningkatnya berbagai jenis kejahatan berdimensi baru dengan modus operandi yang semakin beragam dan canggih.

Hal ini menjadikan tantangan tugas Polri ke depan semakin kompleks dan dinamis. Di samping itu, kondisi masyarakat yang semakin terbuka dan kritis dewasa ini, tidak hanya menuntut kehadiran petugas polisi sebagai penegak hukum, namun juga mengharapkan peningkatan profesionalitas Polri untuk mampu mengedepankan upaya pencegahan, agar berbagai potensi kerawanan yang ada, tidak bertransformasi menjadi gangguan nyata yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas. Mencermati hal tersebut, diperlukan langkah – langkah taktis dan strategis dalam rangka mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada pada semua lini organisasi, salah satunya oleh Lembaga Pendidikan Polri, melalui penyiapan Brigadir  Polri  sebagai  pelaksana   di lapangan,  yang memiliki  kompetensi  unggul,


dengan didukung integritas moral, sehingga mampu melaksanakan tugas kepolisian dengan sebaik – baiknya. Melalui peningkatan jumlah personel ini, diharapkan Polri akan semakin siap menghadapi segala tantangan tugas secara profesional, serta mampu memberikan pelayanan prima sebagaimana yang diharapkan masyarakat.   Perlu kita pahami bersama, lanjut Kapolri, bahwa para Brigadir ini memiliki peran penting sebagai petugas Polri pada garda terdepan yang akan selalu bersentuhan langsung dengan masyarakat. Setiap perilaku, sikap, dan tampilan serta kinerja para Brigadir dipandang sebagai cerminan organisasi Polri secara keseluruhan. Dengan demikian, tanggung jawab yang diemban oleh para Brigadir nantinya sangat krusial, karena akan menentukan citra Polri di mata masyarakat.

Kapolri Jenderal Polisi Drs Sutarman berharap, Lembaga Pendidikan Polri mampu menyelenggarakan sistem pendidikan yang berkualitas, disesuaikan dengan perkembangan zaman serta tantangan tugas yang dihadapi, melalui penataan sistem dan standar pendidikan, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, penyempurnaan kurikulum dan penyiapan bahan ajar yang memadai. Dengan demikian, program pendidikan yang diselenggarakan dapat menjadi media transfer berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan secara optimal, sehingga mampu melahirkan Brigadir-Brigadir Polri yang handal dan profesional sebagaimana yang diharapkan. Dalam upaya mencapai hal tersebut, diperlukan keterpaduan seluruh komponen pendidikan, mulai dari peserta didik, tenaga pendidik, maupun berbagai komponen pendidikan lainnya, untuk membangun dan memelihara kerja sama sinergis secara menyeluruh dan berkesinambungan, agar seluruh rangkaian proses pendidikan dapat benar – benar berjalan efektif dan efisien.

Kapolri menekankan bahwa proses pendidikan yang relatif singkat ini harus dirancang secara baik, dengan disertai komitmen, kemauan dan kerja keras, sehingga para peserta didik memperoleh bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai, yang dapat menunjang pelaksanaan tugasnya di lapangan. Sejalan dengan hal tersebut, para peserta didik juga dituntut untuk serius dan proaktif dalam mengikuti seluruh proses pembelajaran, manfaatkan waktu yang berharga ini dengan sebaik – baiknya, untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan serta mengembangkan potensi diri, agar dapat menjadi sosok anggota Polri yang menjadi kebanggaan institusi, masyarakat serta keluarga.

Dalam kesempatan tersebut Kapolri menyampaikan beberapa perhatian yang kepada seluruh peserta didik untuk dipedomani dan dilaksanakan, yaitu Pertama,  siapkan fisik dan mental dalam menempuh pendidikan, segera menyesuaikan diri dengan lingkungan di lembaga pendidikan, serta patuhi dan taati segala peraturan yang ada, agar proses pembelajaran dapat berjalan tertib dan lancar. Kedua,  tanamkan tekad, semangat dan motivasi yang tinggi untuk belajar, berlatih dan menempa diri agar menjadi anggota Polri yang profesional, serta ikuti seluruh proses pendidikan dengan penuh semangat, kesungguhan dan hati yang ikhlas. Ketiga,  jalin kebersamaan, kekompakan dan keakraban antar sesama peserta didik, instruktur maupun pelatih, sehingga tercipta suasana yang harmonis dalam proses belajar mengajar. Keempat, manfaatkan waktu pendidikan yang relatif singkat ini seoptimal mungkin, untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan karakter yang kalian miliki. Dan kelima, segera pelajari, pahami dan patuhi etika profesi serta nilai – nilai moralitas, yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Kepada para Kapolda, Kapolri berharap agar turut berperan aktif serta memberikan dukungan dalam rangka mensukseskan program pendidikan pembentukan Brigadir Polri, karena hasil dari proses pendidikan ini akan berpengaruh secara langsung terhadap keberhasilan tugas Polri ke depan. Kepada Ka SPN beserta tenaga pendidik, Kapolri menitipkan agar para siswa ini untuk dididik, dilatih dan diasuh dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat menjadi insan Bhayangkara yang mahir, terpuji dan patuh hukum. Kapolri yakin dengan kemauan, semangat dan tekad yang kuat, saudara-saudara sekalian dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik, pelatih dan pengasuh secara profesional dan bertanggung jawab, guna melahirkan hasil didik yang berkualitas.(Bid Humas Polda Jabar/Suparman)                                                                                 

No comments:

Koprasi Warga Cimahi Mandiri Menggelar RAT Tepat Waktu

Cimahi (LawuPost)  Koperasi yang sehat dan baik adalah Koperasi yang mampu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu, dan Rap...