Wednesday, August 20, 2014

"Kita Prihatin Dengan Adanya Judi Online. Padahal, Selama Ini Kita Dikenal Aman Dan Tertib,


BANDUNG  (Lawunews.com) Jajaran Polda Jabar yang serius memberantas judi menjadi tercedrai ulah oknum yang justeru dilakukan Perwira Kepolisian Polda Jabar. Contoh prestasi yang diraih jajaran Polda Jabar, misalnya Gebrakan Polres Cimahi yang pernah mengungkap perjudian sekaligus mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kota Cimahi, H. Ade Irawan dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cimahi, K.H. Hafidz Suyuti. Bahkan saat itu Menurut H. Ade Irawan, perjudian dalam bentuk apa pun yang terjadi di masyarakat harus diberantas. Sebagai Ketua DPRD Kota Cimahi, irawan sangat mengapresiasi dan sangat yakin jajaran Polres Cimahi yang sigap dalam memberantas perjudian dapat menangkap bandar besarnya.

Namun kali ini  kalangan wakil rakyat sangat dikejutkan atas pemberitaan dimedia adanya dugaan oknum Polisi tiga perwira dan satu bintara yang bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat diduga melakukan gratifikasi atau pemerasan kepada bos judi online yang telah mereka tangkap sebelumnya.

Kalangan DPRD Jawa Baratpun ikut merasa prihatin dengan terungkapnya kasus judi online. Terlebih, kasus tersebut melibatkan perwira tinggi Kepolisian Daerah Jabar. Seprti yang diutarakan Sekretaris Komisi A DPRD Jabar Sugianto Nangolah, usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Jabar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Jawa Barat, di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Selasa (19/8).

"Kita prihatin dengan adanya judi online. Padahal, selama ini kita dikenal aman dan tertib, tiba-tiba ada lagi seperti ini," kata Sugianto berharap, keterlibatan perwira tinggi kepolisian tidak kembali terulang. Aparat kepolisian, kata Sugianto, seharusnya bisa menjaga kehormatan institusinya.
"Saya minta kepada aparat bertindak tegas, jangan bermain di belakang layar. Sebab, tidak mungkin hal itu ada kalau tidak ada permainan. Saya harap, aparat jangan sekali-kali lagi bermain di belakang layar," tandasnya.

Sugianto pun mendukung Kapolda Jabar yang telah menindak anak buahnya yang terlibat dalam kasus judi online tersebut. "Saya sangat mendukung langkah Kapolda karena tanpa ada tindakan tegas, semua persoalan tidak akan beres. Bahkan, bisa jadi nantinya memunculkan model baru lagi. Jadi, untuk mengikis sampai ke akar-akarnya harus dibarengi tindakan tegas," tegas sugianto.

Selai itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan turut angkat bicara, Heryawan meminta jajaran kepolisian untuk memberantas judi online dan segala bentuk perjudian lainnya. Menrutnya perjudian akan merusak mental dan moral masyarakat.

‘’segala bentuk perjudian tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun. "Judi online atau judi lain, apapun bentuknya tidak boleh marak. Itu harus segera diberantas. Kalau ada, segera laporkan kepada pihak yang berwajib untuk segera ditindak," tegas Heryawan di tempat yang sama.

Disinggung soal adanya keterlibatan oknum perwira tinggi kepolisian yang melindungi judi online dan telah diproses secara hukum, Heryawan enggan mengomentarinya. "Wawancara Polda Jabar saja. Tapi, siapapun yang bersalah di negeri ini tentu akan berhadapan  dengan hukum. Rincinya tanya ke polda saja," singkatnya. (Riswan)

No comments:

Koprasi Warga Cimahi Mandiri Menggelar RAT Tepat Waktu

Cimahi (LawuPost)  Koperasi yang sehat dan baik adalah Koperasi yang mampu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu, dan Rap...