Danrem 062/Tn Kolonel Czi Diding Sutisna memberikan Ceramah ilmu kepemimpinan kepada Calon Mahasiswa STIE Yasa Anggana Garut Tahun Akademik 2014/2015,bertempat di gedung Bale Paminton Intan Dewata Jl Patriot Garut.

Kegiatan Pembukaan Osma dan Latihan Dasar Disiplin dan Kepemimpinan Mahasiswa (LDDKM) STIE Yasa Anggana Garut Tahun Akademik 2014/2015 dihadiri oleh 300 calon mahasiswa dan 40 orang pembina mahasiswa, dengan materi “membangun visi ke pemimpinan Indonesia masa depan yang bermartabat”.
Dalam amanat Pangdam III/Siliwangi yang dibacakan oleh Danrem 062/Tn Kolonel Czi Diding Sutisna menyampaikan mengapa kita perlu dan harus membangun jiwa dan visi kepemimpinan mahasiswa ? lebih jauh lagi, kepemimpinan seperti apa yang relevan untuk mahasiswa saat ini ? hal ini lah yang akan kita bahas dalam forum ini.
Kegiatan Pembukaan Osma dan Latihan Dasar Disiplin dan Kepemimpinan Mahasiswa (LDDKM) STIE Yasa Anggana Garut Tahun Akademik 2014/2015 dihadiri oleh 300 calon mahasiswa dan 40 orang pembina mahasiswa, dengan materi “membangun visi ke pemimpinan Indonesia masa depan yang bermartabat”.
Dalam amanat Pangdam III/Siliwangi yang dibacakan oleh Danrem 062/Tn Kolonel Czi Diding Sutisna menyampaikan mengapa kita perlu dan harus membangun jiwa dan visi kepemimpinan mahasiswa ? lebih jauh lagi, kepemimpinan seperti apa yang relevan untuk mahasiswa saat ini ? hal ini lah yang akan kita bahas dalam forum ini.
Mahasiswa hingga kini masih merupakan bagian kecil dan terletak pada lapisan atas dalam strata sosial masyarakat bangsa Indonesia, menjadi mahasiswa berarti meraih “status yang tinggi”, konsekuensinya status tinggi itu akan selalu datang bersama ”tanggung jawab yang besar”, seiring kesempatan menikmati pendidikan tinggi, mahasiswa mendapat beban tanggung jawab sebagai agen perubahan (agent of change) yang diharapkan membawa bangsa kita menuju peningkatan kesejahteraan dan kehormatan hidup bangsa secara keseluruhan.
Kini, di saat negara kita masih dalam kondisi pemulihan krisis dalam berbagai bentuk, seperti masalah kebebasan politik dan demokratisasi yang disandera oleh kepentingan kelompok tertentu, Pancasila sebagai Ideologi bangsa cenderung dinegasikan, pada sektor ekonomi, tingkat pertumbuhannya memang relatif baik, tetapi ketimpangan sosial belum dapat di hilangkan,kerukunan sosial dan toleransi antar golongan dan antar agama kian luntur, pada aspek integritas bangsa kita juga khawatir terhadap prospek pencapaian cita-cita kemerdekaan kita, pada saat seperti ini bangsa dan negara sangat berharap pada pemuda dan khususnya mahasiswa, untuk menunjukan baktinya, untuk itu mahasiswa di tuntut menyiapkan diri dan membangun jiwa dan visi kepemimpinan yang kuat.
Seusai pemberian materi, dilanjutkan dengan penyerahan plakat dari STIE Yasa Anggana Garut oleh Pembantu Kemahasiswaan Deni Rustandi SE, MM kepada Danrem 062/Tn. (Pendam III/Slw/Rega).
Kini, di saat negara kita masih dalam kondisi pemulihan krisis dalam berbagai bentuk, seperti masalah kebebasan politik dan demokratisasi yang disandera oleh kepentingan kelompok tertentu, Pancasila sebagai Ideologi bangsa cenderung dinegasikan, pada sektor ekonomi, tingkat pertumbuhannya memang relatif baik, tetapi ketimpangan sosial belum dapat di hilangkan,kerukunan sosial dan toleransi antar golongan dan antar agama kian luntur, pada aspek integritas bangsa kita juga khawatir terhadap prospek pencapaian cita-cita kemerdekaan kita, pada saat seperti ini bangsa dan negara sangat berharap pada pemuda dan khususnya mahasiswa, untuk menunjukan baktinya, untuk itu mahasiswa di tuntut menyiapkan diri dan membangun jiwa dan visi kepemimpinan yang kuat.
Seusai pemberian materi, dilanjutkan dengan penyerahan plakat dari STIE Yasa Anggana Garut oleh Pembantu Kemahasiswaan Deni Rustandi SE, MM kepada Danrem 062/Tn. (Pendam III/Slw/Rega).
No comments:
Post a Comment