Simalungun (Lawunews.Com)
Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) melakukan kunjungan ke Kabupaten Simalungun untuk melakukan verifikasi adhikarya pangan nusantara penilaian penerimaan penghargaan ketahanan pangan kategori Pembina ketahanan pangan.

Kedatangan DKP Provsu tersebut disambut oleh Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM bersama Sekda Drs Gidion Purba MSi, staf ahli Bupati, para Asisten, Kadis, Kaban, Kakan dan Kabag di Kantor Bupati Simalungun, yang dilanjutkan dengan
pertemuan di ruang kerja Bupati, Selasa 09/09/2014.
DKP Provsu yang datang ke Kabupaten Simalungun yang juga disebut dengan Tim Verifikasi Adhikarya Pangan Nusantara (APN) terdiri dari Prof Dr Ir Bilter Sirait MSc (Ketua tim), Ir Sahdin Manik (Sekretaris tim teknis DKP), Sudirman SPt SP dari Dinas Peternakan Provsu, Mugiono SP dari Dinas Pertanian Provsu dan Bambang Sutapa SH dari BKP Provsu.
Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM dalam pertemuan mengatakan, selain melaksanakan tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun sehari-harinya edentik dengan pertanian dan perkebunan. Bahkan luas wilayah Kabupaten Simalungun sekitar 60 % adalah perkebunan yang dikelola Negara, swasta dan juga milik perorangan.
Menurut Bupati, dari sisa luas wilayah perkebunan, ada sekitar 22 % adalah wilayah pertanian, sehingga Kabupaten Simalungun juga dikenal dengan daerah lumbung beras di wilayah Sumatera Utara. Oleh karenanya setiap tahun ada penyuluh pertanian dari Kabupaten Simalungun di kirim ke Istana Negara.
Kalau dilihat masyarakat di Kabupaten Simalungun, masih banyak kehidupannya bersumber dari pertanian dan sebagian PNS, olehkarennya, Pemkab Simalungun selalu memberikan dukungan terhadap bidang pertanian maupun perkebunan, karena kedua bidang tersebut merupakan salah satu sumber terbesar penghasilan masyarakat. Sebagai bentuk keseriusan Pemkab Simalungun dalam bidang pertanian, pada tahun 2015 DKP Kabupaten Simalungun sudah dibentuk. Namun dalam bidang yang lainnya seperti pendidikan dan kesehatan, Pemkab Simalungun juga memberikan dukungan yang seimbang dan selalu mengedepankan kepentingan masyarakat dalam memberikan pelayanan.
Dalam bidang inspratruktur jalan, Bupati menjelaskan bahwa di Kabuapaten Simalungun masih banyak inspratruktur jalan membutuhkan perhatian, sehingga hal tersebut mengharuskan Pemkab Simalungun memfokuskan pada bidang ini. Oleh karena itu, dengan kedatangan tim verifikasi ini diharapkan dapat melihat kegiatan-kegiatan Pemkab Simalungun yang telah dilaksanakan termasuk fropil daerah ini, sehigga dapat dijadikan bahan rekomendasi kepada Pemerintah pusat.
Sementara itu Prof Dr Ir Bilter Sirait MSc, selaku ketua tim verifikasi dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa, tujuan kedatangan tim ke Kabupaten Simalungun untuk melihat frofil ketahanan pangan daerah ini. Beliau juga memberikan apresiasi kepada BP4K Kabupaten Simalungun yang selalu berkoordinasi tentang kondisi real perkembangan pertanian di Kabupaten Simalungun.
“Mengatur keseimbangan di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian insfrastruktur serta serta lingkup bidang perekonomian lainnya inilah sebenarnya sasaran pembangunan ketahanan pangan yaitu dalam rangka meningkakan sumber daya manusia. Jika ini sudah lengkap, semuanya sudah menikmati, bisa akses pangan, itu pasti sudah terwujud,”kata Bilter.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Sekdamemberikan cenderamata kepada tim verifikasi di terima oleh ketua tim.(Parulian Dolok Saribu)

Kedatangan DKP Provsu tersebut disambut oleh Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM bersama Sekda Drs Gidion Purba MSi, staf ahli Bupati, para Asisten, Kadis, Kaban, Kakan dan Kabag di Kantor Bupati Simalungun, yang dilanjutkan dengan
pertemuan di ruang kerja Bupati, Selasa 09/09/2014.DKP Provsu yang datang ke Kabupaten Simalungun yang juga disebut dengan Tim Verifikasi Adhikarya Pangan Nusantara (APN) terdiri dari Prof Dr Ir Bilter Sirait MSc (Ketua tim), Ir Sahdin Manik (Sekretaris tim teknis DKP), Sudirman SPt SP dari Dinas Peternakan Provsu, Mugiono SP dari Dinas Pertanian Provsu dan Bambang Sutapa SH dari BKP Provsu.
Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM dalam pertemuan mengatakan, selain melaksanakan tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun sehari-harinya edentik dengan pertanian dan perkebunan. Bahkan luas wilayah Kabupaten Simalungun sekitar 60 % adalah perkebunan yang dikelola Negara, swasta dan juga milik perorangan.
Menurut Bupati, dari sisa luas wilayah perkebunan, ada sekitar 22 % adalah wilayah pertanian, sehingga Kabupaten Simalungun juga dikenal dengan daerah lumbung beras di wilayah Sumatera Utara. Oleh karenanya setiap tahun ada penyuluh pertanian dari Kabupaten Simalungun di kirim ke Istana Negara.
Kalau dilihat masyarakat di Kabupaten Simalungun, masih banyak kehidupannya bersumber dari pertanian dan sebagian PNS, olehkarennya, Pemkab Simalungun selalu memberikan dukungan terhadap bidang pertanian maupun perkebunan, karena kedua bidang tersebut merupakan salah satu sumber terbesar penghasilan masyarakat. Sebagai bentuk keseriusan Pemkab Simalungun dalam bidang pertanian, pada tahun 2015 DKP Kabupaten Simalungun sudah dibentuk. Namun dalam bidang yang lainnya seperti pendidikan dan kesehatan, Pemkab Simalungun juga memberikan dukungan yang seimbang dan selalu mengedepankan kepentingan masyarakat dalam memberikan pelayanan.
Dalam bidang inspratruktur jalan, Bupati menjelaskan bahwa di Kabuapaten Simalungun masih banyak inspratruktur jalan membutuhkan perhatian, sehingga hal tersebut mengharuskan Pemkab Simalungun memfokuskan pada bidang ini. Oleh karena itu, dengan kedatangan tim verifikasi ini diharapkan dapat melihat kegiatan-kegiatan Pemkab Simalungun yang telah dilaksanakan termasuk fropil daerah ini, sehigga dapat dijadikan bahan rekomendasi kepada Pemerintah pusat.
Sementara itu Prof Dr Ir Bilter Sirait MSc, selaku ketua tim verifikasi dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa, tujuan kedatangan tim ke Kabupaten Simalungun untuk melihat frofil ketahanan pangan daerah ini. Beliau juga memberikan apresiasi kepada BP4K Kabupaten Simalungun yang selalu berkoordinasi tentang kondisi real perkembangan pertanian di Kabupaten Simalungun.
“Mengatur keseimbangan di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian insfrastruktur serta serta lingkup bidang perekonomian lainnya inilah sebenarnya sasaran pembangunan ketahanan pangan yaitu dalam rangka meningkakan sumber daya manusia. Jika ini sudah lengkap, semuanya sudah menikmati, bisa akses pangan, itu pasti sudah terwujud,”kata Bilter.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Sekdamemberikan cenderamata kepada tim verifikasi di terima oleh ketua tim.(Parulian Dolok Saribu)

No comments:
Post a Comment