Afrika (Lawunews.Com)
Menjelang di bukanya misi PBB yang baru di Central
African Republic (CAR)
dengan nama MINUSCA (United Nations Multi-Dimensional Integrated
Stabilization Mission in Central African Republic)
pada tanggal 15 September mendatang,
Satuan Tugas (Satgas) Kizi TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXVII-A/Minusca yang merupakan komponen
militer pertama hadir dengan peralatan dan atribut lengkap sebagai pasukan
Perserikatan Bangsa Bangsa setelah sebelumnya selama 8 bulan bertugas di Haiti,
mendapat kehormatan sebagai pasukan zeni yang melaksanakan Quict Impact
Project berupa proyek yang manfaatnya langsung dirasakan
oleh masyarakat dalam bentuk perbaikan infra struktur di Ibu Kota CAR, Bangui.
Project berupa proyek yang manfaatnya langsung dirasakan
oleh masyarakat dalam bentuk perbaikan infra struktur di Ibu Kota CAR, Bangui.
Peresmian Pembukaan/Launching Quick
Impact Project yang pertama
ini dilaksanakan di depan kantor Minusca Head Quarter oleh Perdana Menteri
Republik Afrika Tengah Mahanat
Kamoun didampingi beberapa Menteri, Rabu (10/9/2014). Hadir dalam acara tersebut antara lain
pejabat Minusca dan SRSG (Special
Representative of Secretary General) Babakar
Gaye.
Republik Afrika Tengah Mahanat
Kamoun didampingi beberapa Menteri, Rabu (10/9/2014). Hadir dalam acara tersebut antara lain
pejabat Minusca dan SRSG (Special
Representative of Secretary General) Babakar
Gaye.
Menurut Letkol Czi Alfius Navirinda K, Pada tahap pertama kegiatan Quict Impact Project ini, Satgas Kizi TNI bertanggung jawab untuk melakukan
perbaikan jalan sepanjang 3 KM yang menghubungkan daerah Kpetene PK 5 (Km 5)
dan jalan paralel sekitarnya yang selama ini dianggap rawan terhadap pertikaian
antar masyarakat. Tujuan dipilihnya wilayah tersebut juga merupakan permintaan
khusus dari Ministry of Public Work
(Kementerian Pekerjaan Umum
Bangui) dan di setujui oleh Minusca dengan tujuan memperlancar kegiatan patroli
pengamanan pasukan perdamaian.
Disamping itu juga, proyek ini diharapkan
sebagai sarana promosi dan sosialisasi bagi misi Minusca agar masyarakat yang
selama ini masih dihantui trauma akibat pertikaian berdarah sepanjang tahun
2013 lalu dapat merasakan keberadaan PBB di negara yang berada tepat di tengah
benua Afrika dan diapit oleh 5 negara yaitu Sudan, Chad, Kongo, Republik Demokrat
Kongo serta Kamerun tersebut. Proyek ini juga diharapkan akan membantu
peningkatan ekonomi masyarakat sekitarnya.
Sementara itu,
dalam konfrensi pers singkat di depan media internasional dan lokal yang
hadir meliput pagi itu, Perdana Menteri serta SRSG menyepakati untuk saling
mendukung percepatan keberhasilan Misi PBB di CAR. Sinergitas akan dibangun
antara pemerintah dan United Nations
(UN) sehingga kondisi keamanan serta roda perekonomian semakin baik di CAR. Kedua
pejabat berharap Quick Impact Project
pertama dilanjutkan dengan sasaran lain yang akan ditentukan.
Diakhir kegiatan dilakukan peresmian
dimulainya pekerjaan secara simbolis dimana Perdana Menteri CAR dan SRSG berkenan menaiki Grader milik
Satgas Garuda untuk kemudian meratakan tanah sebagai tanda dimulainya pekerjaan.
Perwira Penerangan Konga XXXVII-A/MINUSCA, Mayor Kav Eddy
Wijaya, S.Sos.
No comments:
Post a Comment