Ciamis (Lawunews.Com)
Sebagai langkah optimalisasi pemanfaatan air sungai Citanduy, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy merencanakan membangun lima bendungan baru. Kelima bendungan itu adalah bendungan Matenggeng, Leuwikeris, Cikembang, Binangun dan Manonjaya. Kabid Program BBWS, Sigit Irawan, ST, MT didampingi Kasi Program sekaligus PPK Perencanaan dan Program BBWS, Marwansyah, ST, M.Tech kepada awak media mengatakan, kelima bendungan tersebut sudah berdasarkan study kelayakan dan menjadi rencana BBWS Citanduy. Tapi keduanya mengakui bahwa proses pembangunannya baru bisa dilaksanakan beberapa tahun kedepan. “Dari kelima itu, yang menjadi prioritas atau pembangunannya sudah dipersiapkan ada dua bendungan, yaitu pembangunan bendungan Matenggeng dan Leuwikeris, “kata Sigit Irawan.
Menurut Sigit, lokasi bendungan Leuwikeris berada dihulu sungai Citanduy, tepatnya di kampung Panaekan Desa Ancol Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmlaya Jawa Barat. Sedangkan lokasi bendungan Matenggeng berada di Sungai Cijolang, Desa Matenggeng Kecamatan Dayeh Luhur Kabupaten Cilacap Jawa Tengah dan di Desa Cibodas Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis Jawa Barat. “Bendungan Matenggeng dan Leuwikeris saat ini masih dalam proses perencanaan desain. Atas rencana prioritas tersebut, yang sudah dipersiapkan perlu adanya dukungan pemerintah setempat, baik Kabupaten, Kota maupun Provinsi. Tak terkecuali juga dukungan dari masyarakat sekitar. Dukungan itu diperlukan untuk memperlancar segalanya, juga diharapkan tidak menemui kendala, “ujarnya.
Selain untuk menampung pengendalian debit air, pembangunan bendungan juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber tenaga listrik, irigasi pertanian, wisata air, perikanan dan lainnya. Kehadirannya pun akan menyimpan air tanah agar sumur warga tidak kering. Marwansyah menambahkan, kebutuhan bendungan Matenggeng sangat prioritas sebagai media penyimpanan cadangan air ketika kemarau atau kekurangan air dan penampung air disaat hujan lebat sebagai pengendali banjir. Selama ini, saat musim hujan air terbuang percuma karena tidak tertampung. Ketika masuk musim kemarau, tidak ada persediaan air karena tidak ada air yang tersimpan atau tertampung. “Hanya rencana pembangunan megaproyek bendungan Matenggeng bisa dikatakan mengendur. Karena ada persoalan sosial. Padahal, megaproyek yang direncanakan sejak lama dan lewat studi tahun 1983 itu sudah memasuki perencanaan matang sejak tahun 2013, meski terhambat saat pembebasan tanah, “uajrnya.
Pemerintah sebenarnya sudah menyiapkan anggaran awal pembebasan tanah. Namun pembebasan tanah terganjal oleh adanya oknum yang diduga memprovokasi warga, sehingga sebagian besar warga mematok harga penggantian tanah dengan harga tinggi, atau tak masuk akal. “Atas permasalahan sosial tersebut, bukan hanya kami saja yang perlu menyelesaikan dan mencari solusi, tapi harus ada turun tangan pemerintah setempat. Karena urusan seperti ini menjadi domain pemerintah daerah, “kata Marwansyah. Dengan melihat permasalahan sosial rersebut, untuk sementara Matenggeng ditangguhkan dulu. Artinya, tetap kedepan ditindaklanjuti, tetapi pihaknya terlebih dahulu mencoba beralih ke rencana pembangunan bendungan Leuwikeris. Menurut dia, untuk bendungan Leuwikeris ini tidak terlalu banyak dampak yang dirasakan langsung atau tidak mengganngu lahan penduduk sekitar. Dengan demikian, pihaknya mencoba beralih ke Leuwikeris dan akan segera disosialisasikan. “Termasuk Pemkot Banjar mendukung dan sudah sepakat untuk membangun bendungan Leuwikeris dikawasan perbatasan Banjar dan Ciamis, “ujarnya.
Sementara saat ini dari tim Media Bangsa dilapangan untuk rencana pembangunan bendungan matenggeng baru dilaksanakan pembangunan jalan Akses sepanjang 1.700 meter menuju lokasi pembangunan Bendungan Matenggeng tahun anggaran 2013 telah selesai dibangun, lanjutan pembangunan akses jalan yang melewati tanah perkebunan karet milik PTPN IX kebun warnasari itu pada tahun ini menelan anggaran sebasar Rp 8,824 Milyar, lanjutan akses jalan ini akan kembali dibangun pada tahun anggaran 2014 ini. Jalan akses utama menuju ke lokasi bendungan matenggeng ini memiliki lebar 11 meter dengan rincian 7 meter badan jalan kanan dan kiri dan 4 meter bahu jalan termasuk drainase jalan. Pembangunan jalan akses tahap pertama tahun anggaran 2013 yang bersumber dari dana APBN ini dikerjalan oleh PT. Nugraha Adi taruna, pemerintah merencanakan jalan akses menuju lokasi bendunga matenggeng itu sepanjang 4.700 meter.
Informasi yang berhasil dihimpun dari warga desa matenggeng kecamatan dayeuhluhur menyebutkan proyek bendungan matenggeng ini telah diwacanakan sejak tahun 1985. Proyek itu dioperkirakan akan membuat warga di delapan desa angkat kaki. Yakni Desa Dayeuhluhur, Matenggeng, Ciwalen, Bolang, Datar, Cijeruk, dan Bingkeng. Bendungan yang memanfaatkan aliran sungai Cijolang itu diperkirakan akan memiliki daya tampung 500 juta meter kubik. Bendungan matenggeng diperkirakan memiliki luas 1.970,59 hektar itu akan berada tiga daerah. Yakni Kabupaten Cilacap di Jateng, serta Kabupaten Ciamis dan Kuningan di Jawa Barat. Selain berfungsi utama mengendalikan banjir di wilayah Cilacap bagian barat, bendungan juga akan dimanfaatkan sebagai sumber air baku, irigasi, pariwisata, dan pembangkit listrik. (mamay)

No comments:
Post a Comment