Pada dunia pendidikan sering kita jumpai atau kita dengar istilah-istilah pendidikan dan pengajaran. Istilah-istilah itu pun terkadang membuat kita bingung dan bertanya-tanya apakah perbedaan diantaranya.Kepala Sekolah SD Negeri Baros Mandiri 4 Ciamhi Dadang Setiawan S.Pd. M.M. saat ditemui Tabloid CERDAS di kantorkan memberikan sedikit penjelesan tentang Pendidikan dan Pengajaran.
Menurutnya, Pendidikan adalah upaya untuk memfasilitasi siswa dalam mencapai kemandirian serta kematangan secara mental, maka dalam hal ini diperlukan para pendidik yaitu Bapak dan ibu guru.
Pendidik dalam rangka pengajaran dituntut untuk melakukan kegiatan yang bersifat edukatif dan ilmiah, oleh karena itu, peran pendidik tidak hanya sebagai pengajar, tetapi sekaligus sebagai pembimbing untuk membantu anak didik mengatasi kesulitan dalam studynya dan pemecahan bagi permasalahan lainnya.
“Guru harus lebih banyak menggunakan metode pada waktu mengajar, variasi metode mengakibatkan penyajian bahan lebih menarik perhatian siswa, mudah diterima siswa, sehingga kelas menjadi hidup, metode pelajaran yang selalu monoton akan membosankan siswa,” terangnya.
Dadang Menambahkan, Dalam Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus,pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan, Salah satunya untuk mengajar kebudayaan dan sejarah. Maka untuk memberi pengetahuan siswa - siswi , bangunan di SD Negeri Baros Mandiri 4 Cimahi tidak dipugar semua, karena masih peninggalan penjajah, siswa – siswi SD Negeri Baros Mandiri 4 bisa melihat bahwa betul bangsa Indonesia pernah di jajah oleh bangsa lain melalui peninggalan yang masih tersisa .Selain fakta bangunan sekolah, Dadan juga menerapkan setiap hari Kamis dibiasakan untuk berpakaian adat Jawa barat, agar anak – anak mengenal pakaian adat Jawa Barat.
Menurutnya, Pendidikan adalah upaya untuk memfasilitasi siswa dalam mencapai kemandirian serta kematangan secara mental, maka dalam hal ini diperlukan para pendidik yaitu Bapak dan ibu guru.
Pendidik dalam rangka pengajaran dituntut untuk melakukan kegiatan yang bersifat edukatif dan ilmiah, oleh karena itu, peran pendidik tidak hanya sebagai pengajar, tetapi sekaligus sebagai pembimbing untuk membantu anak didik mengatasi kesulitan dalam studynya dan pemecahan bagi permasalahan lainnya.
“Guru harus lebih banyak menggunakan metode pada waktu mengajar, variasi metode mengakibatkan penyajian bahan lebih menarik perhatian siswa, mudah diterima siswa, sehingga kelas menjadi hidup, metode pelajaran yang selalu monoton akan membosankan siswa,” terangnya.
Dadang Menambahkan, Dalam Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus,pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan, Salah satunya untuk mengajar kebudayaan dan sejarah. Maka untuk memberi pengetahuan siswa - siswi , bangunan di SD Negeri Baros Mandiri 4 Cimahi tidak dipugar semua, karena masih peninggalan penjajah, siswa – siswi SD Negeri Baros Mandiri 4 bisa melihat bahwa betul bangsa Indonesia pernah di jajah oleh bangsa lain melalui peninggalan yang masih tersisa .Selain fakta bangunan sekolah, Dadan juga menerapkan setiap hari Kamis dibiasakan untuk berpakaian adat Jawa barat, agar anak – anak mengenal pakaian adat Jawa Barat.
“ Coba kita lihat bangunannya masih jaman dulu kan, dengan pintu yang besar dan tinggi, mungkin di Sekolah lain sudah tidak ada. Kalau dengan pakain adat Jawa Barat anak – anak diharapkan bisa mengenal pakain adat, ada lambang kujang dan ikat kepala,” terangnya.
Sementara Pengajaran adalah, Kegiatan atau Aktivitas mengajarkan dengan pengetahuan teknologi maupun ketrampilan serta meningkat kecerdasan dan pengendalian emosinya sehingga peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kemampuan, baik spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan maupun akhlak mulia.“Pengajaran bisa di dapat dimana lingkungan seseorang berada, secara sengaja maupun tidak disengaja, ia akan turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus,” terangnya.
Maka dalam kesempatan tersebut Dadang menyimpulkan bahwa, kreatifitas guru yang professional, inovatif, kreatif, merupakan salah satu tolak ukur dalam peningkatan mutu pembelajaran di sekolah ,karena para pendidik merupakan figure yang bersentuhan langsung dengan proses pembelajaran.Pendidik merupakan fugur sentral yang dapat memberikan kepercayaan kepada orang tua siswa , kepuasan masyarakat akan terlihat dari output yang dilakukan pada setiap siswa – siswi yang telah keluar dari bangku dimana mereka menempuh pendidikan.
“Dengan demikian kalau semua pihak bisa memposisikan dirinya, baik pendidik, orang tua maupu peserta didiknya, maka tidak akan sulit bagi pihak sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di sekolah,” pungkasnya.(Red)

No comments:
Post a Comment