Bandung (Lawunews.Com)
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim mendampingi Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu meninjau secara langsung ke PT Pindad (Persero) di jalan Gatot Subroto No.517 dan PT. Dirgantara Indonesia (Persero) di jalan Pajajaran no 154 Bandung, Senin (10/11/2014).

Pada kunjungan kerja di PT Pindad (Persero) Menhan RI yang didampingi Kasad serta Pangdam III/Siliwangi meninjau beberapa produksi PT Pindad dan mendapatkan paparan dari Plt Direktur Utama PT Pindad Tri Hardjono. Pada kesempatan tersebut Menhan
memberikan pengarahan sekaligus menyampaiakan harapannya kepada Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) dan Direksi PT Pindad agar kemampuan produksi PT. Pindad (Persero) ditingkatkan sehingga dapat memenuhi kebutuhan peralatan persenjataan dan pengembangan produk alat utama sistem persenjataan (alutsista) bagi Tentara Nasional Indonesi (TNI). “Saya minta agar rekan-rekan di Pindad mampu kembangkan produk alutsista unggulan yang diperlukan TNI” ujar Ryamizard.Setelah menerima pengarahan dari Menhan RI, Plt Direktur Utama PT Pindad Tri Hardjono menyampaikan harapan melalui Menhan agar Pemerintah yang baru dapat membuat kebijakan yang bisa memajukan PT Pindad dan industri pertahanan nasional.
Hal tersebut saat ini sangat dimungkinkan karena payung hukumnya sudah disediakan, yaitu Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. Undang-undang tersebut telah memaksimalkan potensi industri dalam negeri untuk dapat memenuhi kebutuhan domestik dalam memenuhi Minimal Essential Forces (MEF) dan membangun potensi industri pertahanan dalam negeri lewat kerjasama internasional dan Transfer of Technology (TOT) untuk teknologi yang belum dapat dibuat di dalam negeri.
Dari PT. Pindad (Persero), Menhan RI, Kasad, Pangdam III/Siliwangi beserta Rombongan melanjutkan kunjungannya ke Di PT. Dirgantara Indonesia (Persero), dan rombongan tersebut disambut langsung Dirut PTDI, Budi Santoso beserta Dewan Komisaris dan jajaran direksi, dilanjutkan dengan meninjau fasilitas produksi PTDI.
Pada kunjungan tersebut Menhan mengaharapkan PTDI dapat mengutamakan dan memprioriaskan produk untuk memenuhi kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI yang sudah terkontrak. Diantara beberapa produk pesanan TNI yang sedang di kerjakan adalah CN 235-220 MPA, NC 212-200, Super Puma NAS-332 dan CN 295 untuk TNI Angkatan Udara. Sedangkan untuk TNI Angkatan Laut sedang dalam pembuatan adalah jenis CN 235-220 Patmar, dan untuk TNI Angkatan Darat adalah jenis Helikopter Fenec. (Pendam III/Siliwangi/Rega)

No comments:
Post a Comment