Saturday, November 15, 2014

Pengaruh Seledri terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lanjut Usia (Bagian2) selesai

Seperti  telah diuraikan dalam edisi bulan Agustus bahwa untuk penanganan penyakit hipertensi bisa dilakukan secara farmakologis dan nonfarmakologis. Salah satu dari penanganan nonfarmakologis dalam menyembuhkan penyakit hipertensi yaitu terapi komplementer. Terapi komplementer bersifat terapi pengobatan alamiah diantaranya adalah dengan terapi herbal, terapi nutrisi, relaksasi progresif, meditasi, terapi tawa, akupuntur, akupresur, aromaterapi, terapi bach flower remedy, dan refleksiologi (Sustrani, dkk, 2006). Terapi herbal banyak digunakan oleh masyarakat dalam menangani penyakit hipertensi dikarenakan memiliki efek samping yang minimal. Jenis obat yang digunakan dalam terapi herbal yaitu seledri atau celery (Apium graveolens), bawang putih atau garlic (Allium Sativum), bawang merah atau onion (Allium cepa), tomat (Lyocopercison lycopersicum), semangka (Citrullus vulgaris) (Sustrani, dkk,  2006).

Seledri atau celery (Apium graveolens) merupakan salah satu dari jenis terapi herbal untuk menangani penyakit hipertensi.Seledri mengandungapigeninyang sangat bermanfaat untuk mencegah penyempitan pembuluh darah dan tekanan darah tinggi. Selain itu, seledri juga mengandung pthalides dan magnesium yang baik untuk membantu melemaskan otot-otot sekitar pembuluh darah arteri dan membantu menormalkan penyempitan pembuluh darah arteri.Pthalides dapat mereduksi hormon stres (katekolamin) yang dapat meningkatkan tekanan darah. Selain mengandung apigenin dan pthalides seledri juga mengandung gizi yang tinggi, vitamin A, B1, B2, B6 dan juga vitamin C. Seledri juga kaya pasokan kalium, asam folic, kalsium, magnesium, zat besi, fosfor, sodium dan banyak mengandung asam amino esensial (Afifah, 2009).

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Evi (2010), tentang pengaruh pemberian rebusan seledri terhadap penurunan tekanan darah di wilayah kerja puskesmas Purworedjo, didapatkan hasil terjadi penurunan tekanan sistolik sebesar 41,462 mmHg, danterdapat perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah pemberian rebusan seledri pada tekanan diastolik sebesar 16,615 mmHg.

Penelitian diatas didukung juga dengan hasil penelitian Khumalasari (2012) tentang Pengaruh Seledri terhadap Penuruanan Tekanan Darah Padalansia dengan Hipertensi di Panti Werdha Karitas Cimahi.Penelitian dilakukan terhadap 30 orang lansia yang memiliki tekanan darah tinggi.
Pada saat penelitian sebelumnya peneliti membuat olahan seledri terlebih dahulu dengan dosis 10 gram, dicampur 100 cc air. Seledri di timbang lalu dipotong-potong. Potongan seledri dimasukan kedalam air panas. Kemudian diberikan kepada lansia 2 kali sehari 2 sendok makan pada pukul 9 pagi dan 4 sore.
Sebelum dilakukan pemberian seledri pada responden, responden terlebih dahulu di ukur tekanan darahnya pada pagi hari untuk mengetahui hasil tekanan darah pre-test. (sebelum)  Pretest pada penelitian ini dilakukan pada jam 8 pagi. Kemudian diberikan terapi seledri 2 kali sehari sebanyak 2 sendok makan persekali pemberian. Seledri diberikan setiap jam 9 pagi dan jam 4 sore. Setelah pemberian 2 kali seledri pada jam 5 sore dilakukan kembali pengukuran tekanan darah  untuk mengetahui hasil tekanan Post-test.(Sesudah) .
Dari hasilPenelitiandilakukanterhadap30  orang Lansia yang memiliki tekanan darah tinggi.  Hasilnya menujukkan :

1. Tekanan darah sistolik pada penderita hipertensi sebelum pemberian seledri rata-ratanya adalah 175.33 mmHg, tekanan darah sistolik minimal 150 mmHg, tekanan darah maksimal 210 mmHg. Tekanan darah diastolik rata-ratanya adalah 97 mmHg, tekanan darah minimal 80 mmHg, tekanan darah maksimal 120 mmHg.

2. Tekanan darah sistolik pada penderita hipertensi sesudah pemberian  seledri rata-ratanya adalah 157.90 mmHg, tekanan darah minimal 140 mmHg, tekanan darah maksimal 190 mmHg. Tekanan darah diastolik rata – ratanya adalah 88.7 mmHg, tekanan darah minimal 707mmHg, tekanan darah maksimal 103 mmHg.

3. Ada perbedaan rata-rata sebelum  dan sesudah pemberian seledri  pada tekanan sistolik sebesar 17.433 mmHg. Sedangkan perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah) pada tekanan diastolik sebesar 8.933 mmHg. Sehingga dapat disimpukan ternyata ada perbedaan yang bermakna antara tekanan darah sebelum  dan sesudah  pemberian seledri.

Setiawati, S.Kp., M.Kep.
Dosen Ilmu Keperawatan 
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan  Jenderal Achmad Yani Cimahi 

No comments:

Koprasi Warga Cimahi Mandiri Menggelar RAT Tepat Waktu

Cimahi (LawuPost)  Koperasi yang sehat dan baik adalah Koperasi yang mampu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu, dan Rap...