Tuesday, November 4, 2014

Polda Jabar Gelar Pembekalan Kepada DA’I AMTIBMAS

Bandung (Lawunews.Com)
Dalam rangka mengantisipasi berkembangnya ISIS di wilayah Jawa Barat, Polda Jabar, Selasa (4/11/2014) menggelar pembekalan kepada para Da’i Kamtibmas se-jajaran Polda Jabar. Pembekalan dilaksanakan di Lapangan Mapolda Jabar Jalan Soekarno-Hatta 748 Bandung dengan dihadiri oleh sekitar 3.200 Da’i Kamtibmas. Hadir juga dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jabar Irjen Pol Dr Mochamad Iriawan, SH.,MM.,MH., yang diwakili oleh Wakapolda Jabar Brigjen Pol Drs Mochamad Taufik, MH., Gubernur Jabar yang diwakili oleh Asisten Kesra, Pangdam III/Siliwangi yang diwakili oleh Kasdam III Siliwangi, Ketua DPRD Prov. Jawa Barat yang diwakili oleh Ketua Komisi III, Ketua MUI Jawa Barat, para pejabat utama Polda Jabar serta para Kapolres/Kapolrestabes dan Kasat Binmas jajaran Polda Jabar.

Kapolda Jabar Irjen Pol Dr Mochamad Iriawan, SH.,MM.,MH., dalam arahannya yang disampaikan Wakapolda Jabar Brigjen Pol Drs Mochamad Taufik, MH., mengatakan, dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri, Polri tidak bisa bekerja sendiri tanpa ada sinergitas dari TNI, pemerintah daerah dan elemen masyarakat. Salah satu wujud sinergitas tersebut, Polda Jabar menggelar pembekalan kepada para Da’i Kamtibmas, sebagai mitra terdepan dalam meningkatkan kerjasama dan koordinasi serta sebagai wadah komunikasi yang sinergis dan harmonis. Kapolda memandang kegiatan ini merupakan momentum yang baik dan strategis untuk meningkatkan wawasan berpikir, bersikap dan bertindak untuk mewujudkan Kamdagri, sehingga akan terjalin silaturahmi, koordinasi dan kemitraan diantara kita.

Dalam kesempatan tersebut Kapolda Jabar menegaskan, berbagai akar permasalahan yang menjadi potensi gangguan Kamtibmas diantaranya disebabkan oleh lemahnya kesadaran hukum warga masyarakat, serta lunturnya nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Sehingga sebagian masyarakat mudah terprovokasi melakukan kekerasan dan tindakan anarkhis, tanpa mengindahkan atau menjungjung tinggi nilai-nilai toleransi, nasionalisme dan hak asasi manusia. Selain itu, sebagian mudah terpengaruh oleh paham atau gerakan yang akan menjadi ancaman bersama. Seperti munculnya paham/gerakan ISIS (Islamic State of Iraq and Syiria atau Negara Islam Irak dan Syiria) yang menganggap semua golongan di luar mereka kafir, dan harus diperangi. Hal itu tentunya menjadi kekhawatiran dan ancaman bersama. Mengingat paham gerakan ISIS ini bertentangan dengan ajaran Agama Islam yang merupakan rahmat bagi semesta alam, serta juga bertentangan dengan ideologi Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, kita harus menolak propaganda ISIS, dan menyadarkan apabila ada keluarga atau rekan kita yang sudah terpengaruh atau mengikuti gerakan ISIS ataupun gerakan radikal lainnya, yang membuat kekacauan dan tindakan melanggar hukum.

Berkaitan dengan melemahnya nilai-nilai persatuan bangsa dan kekhawatiran terhadap tumbuh berkembangnya faham ISIS di wilayah Jawa Barat, Kapolda Jabar berharap para Da’i Kamtibmas serta unsur terkait lainnya, dapat berperan aktif dalam mewujudkan situasi Kamtibmas kondusif, khususnya dalam mengantisipasi tumbuh dan berkembangnya radikalisme, diantaranya dengan, Pertama mampu menjadi pelopor dan tauladan di masyarakat dalam kesadaran dan kepatuhan hukum serta dapat menjalin kemitraan dengan Polri,  dalam menjaga situasi Kamtibmas yang aman, damai dan kondusif. Kedua, mampu menjadi pilar utama bangsa, dalam mengantisipasi tumbuh dan berkembangnya radikalisme, dengan menangkal setiap upaya/ajakan/bujukan dari orang-orang tidak bertanggung jawab untuk terlibat dalam gerakan radikalisme, serta dapat menginformasikan kepada kepolisian terdekat, apabila menyaksikan ada upaya radikalisme, terorisme, ataupun ancaman disintegrasi bangsa di lingkungannya. Ketiga, membimbing masyarakat untuk memiliki resistensi/daya tangkal terhadap upaya/provokasi dari pihak-pihak yang menyebarkan permusuhan, pertikaian, kekacauan dan melangar hukum lainnya. Keempat, sebagai potensi bangsa yang memiliki jiwa dan semangat kebersamaan, kekeluargaan serta karakter masyarakat yang silih asah, asih asuh,  maka para Da’i Kamtibmas harus mampu menjadi perekat bangsa dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa dengan memberikan pemahaman/ pembinaan kepada keluarga dan masyarakat tentang bahaya radikalisme, terorisme, narkoba, gank motor dan pelanggaran hukum lainnya.
(Red)

No comments:

Koprasi Warga Cimahi Mandiri Menggelar RAT Tepat Waktu

Cimahi (LawuPost)  Koperasi yang sehat dan baik adalah Koperasi yang mampu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu, dan Rap...