Thursday, November 20, 2014

Puncak HKN di Kabupaten Ciamis Diwarnai Hari Cuci Tangan Sedunia dan Komitmen Anti Merokok

Ciamis (Lawunews.Com)
Puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-50 yang jatuh pada Hari Rabu,  (12/11) di Kabupaten Ciamis yang diperingati warga kesehatan diwarnai dengan  Kampanye anti merokok dengan membentangkan kain putih sepanjang lebih kurang 15 meter. Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, mengajak masyarakat membubuhkan tanda tangan sebagai komitmen untuk berhenti merokok. Selain diwarnai dengan kampanye anti merokok dipenghujung puncak acara digelar peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun se-Dunia setelah sebelumnya digelar pekan olahraga kesehatan dan seni untuk warga kesehatan.Diawali pembubuhan cap oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, drg. Engkan Iskandar, MM yang secara serempak diikuti warga kesehatan lainnya beserta masyarakat sebagai komitmen mengkapanyekan stop merokok. “Merokok adalah hak setiap orang. Namun yang kami harapkan, adalah adanya upaya sedikit demi sedikit mengurangi merokok. Apabila belum bisa berhenti merokok harus memiliki etika seperti tidak merokok ditempat yang terdapat banyak orang. 

Intinya, pihak Dinas Kesehatan mengajak seluruh komponen masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat dengan mengupayakan kearah preventif dan promotif. Jangan dulu menunggu sakit karena kalau sudah sakit banyak yang tidak enaknya, diantaranya tidak enak karena sakitnya sera tidak enak mengeluarkan biaya pengobatannya. Kenapa tidak! Kalau itu bisa dicegah kenapa tidak dicegah saja dengan perilaku hiudp bersih dan sehat. Contoh kecilnya, cuci tangan pakai sabun serta tidak merokok, “kata Engkan. Menurutnya, tahun ke-50 Hari Kesehatan Nasional dipandang momentum untuk menggelorakan semangat walau pun dihadapkan pada berbagai persoalan. Seperti kondisi di Kabupaten Ciamis, yang hingga saat ini kekurangan dokter sekitar 62 orang untuk memenuhi kuota Puskesmas yang ada se-Kabupaten, kekurangan dokter tidak menjadi hambatan pelayanan. Memang beberapa puskesmas jumlah dokternya tidak ideal, ada satu puskesmas masih dengan satu dokter saja kemudian puskesmas perawatan inap yang harusnya ada tiga dokter masih ditangani seorang dokter. “Kekurangannya cukup banyak itu memang karena kurang SDK (Sumber Daya Kesehatan) pada kami, namun dengan begitu untuk melayani pasien tidak menjadi hambatan untuk kami, “kata Engkan.

Menurut dia, pihaknya juga terus berupaya untuk melakukan penambahan dokter di Ciamis belakangan ini dengan berbagai cara, agar pelayanan terus bisa maksimal. “Artinya dalam kekurangan dokter seperti ini kami tidak tinggal diam sejumlah upaya kita lakukan. Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis terus mencoba meningkatkan dari segi infrastruktur, seperti peningkatan status puskesmas. Untuk tahun 2014 ada dua puskesmas yang statusnya ditingkatkan dari puskesmas rawat menjadi puskesmas rawat inap, diantaranya Puskesmas Cihaurbeuti dan Puskesmas Panawangan yang saat ini ditingkatkan dari segi infrastrukturnya dan alat kesehatannya. Pada tahun 2015 juga kami sudah merencanakan dan sudah dianggarkan dua puskesmas yang akan ditingkatkan statusnya menjadi puskesmas rawat inap yaitu Puskesmas Ciawitali dan Puskesmas Kertahayu, “ujar Engkan. Bukan hanya itu, Dinas Kesehatan juga akan mencoba melakukan uji kelayakan RSUD di puskesmas Ciulu dan puskesmas Kawali, kemudian jika dua tempat tersebut layak maka akan mengajukan untuk pembangunan RSUD di Ciamis Selatan dan Utara.“Rencananya uji kelayakan tersebut akan dilaksanakan 2015 mendatang, kemudian juga sekarang sedang melakukan akreditasi puskesmas, katanya. (mamay)

No comments:

Koprasi Warga Cimahi Mandiri Menggelar RAT Tepat Waktu

Cimahi (LawuPost)  Koperasi yang sehat dan baik adalah Koperasi yang mampu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu, dan Rap...