Thursday, November 20, 2014

Student Diary Sebagai Sarana Komunikasi Antara Pihak Sekolah dan Orang Tua

Ciamis (Lawunews.Com)
Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mensukseskan program pendidikan terus digenjot, salah satunya dengan memberangkatkan para Kepala Sekolah dan Guru ke Australia untuk mengikuti pendidikan dalam program Continous Profesional Development (CPD) di Adelaide Australia Selatan selama 21 hari tepatnya dari 8-29 Agustus beberapa waktu lalu. Setelah menjalani proses penjaringan yang sangat ketat dan selektif  di tingkat Jawa Barat,  maka terpilihlah 36 Kepala Sekolah dan Guru dari SMA berprestasi dan 36 Kepala Sekolah dan Guru dari SMK berprestasi dari masing-masing perwakilan Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Barat.Kabupaten Ciamis dalam program  Continous Profesional Development yang digelar pemerintah Provinsi Jawa Barat meloloskan satu Kepala Sekolah yaitu Kepala Sekolah SMKN 1 Ciamis, Dra. Ika Karniati Sardi, MM.Pd dan delapan orang guru diantaranya, Atin Herawati, S.Pd SMKN 1 Ciamis, Neni Herlina, S.Pd dan Nenden Rosmaya, SPd SMKN 2 Ciamis, Rohmat Slamet S.Pd SMAN 2 Ciamis dan Sulastri Herdiani, S.Pd SMAN 1 Baregbeg, Wawan Kurniawan, SPd SMAN 1 Panawangan, Elin Siti Halimah, S.Pd SMAN 1 Ciamis dan Hj. Uum Nurhayati, SPd, MPd SMAN 1 Kawali.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, Drs H Toto Marwoto, MPd membenarkan bahwa beberapa waktu lalu dirinya memberangkatkan satu Kepala Sekolah dan delapan orang Guru untuk mengikuti program  Continous Profesional Development yang digelar pemerintah Provinsi Jawa Barat yang bertempat di Adelaide Australia Selatan. “Setelah pelatihan di Adelaide Australia Selatan nanti, para guru diharapkan bisa menularkan ilmunya kepada guru yang lain sehingga akan meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Ciamis. Program ini merupakan program pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menunjang kemajuan pendidikan di Jawa Barat. Terpilihnya satu Kepala Sekolah dan delapan orang guru merupakan prestasi bagi lingkup pendidik di Kabupaten Ciamis. Artinya saat ini pendidikan di Kabupaten Ciamis sudah diperhitungkan di tingkat Jawa Barat bahkan Nasional, “kata H Toto. Ketika dikonfirmasi Awak Media , salah satu Kepala Sekolah yang mengikuti program Continous Profesional Development di Adelaide Australia Selatan, Kepala SMKN 1 Ciamis, Dra. Ika Karniati Sardi, MM.Pd, menegaskan program Continous Profesional Development untuk meningkatkan mutu pendidikan dan proses pembelajaran di sekolah. Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu faktor yang dibutuhkan manusia untuk hidup. Dengan pendidikan, manusia akan memiliki ilmu yang lebih tinggi dibandingkan makhluk hidup  lainnya. Selama di Adelaide dari 36 Kepala Sekolah SMK dan 36 Kepala Sekolah SMA se-Jawa Barat selama 2 minggu terhitung dari tanggal 5-19 September yang merupakan kloter terakhir program Continous Profesional Development, dirinya bersama Kepala Sekolah yang lain tinggal di home family (masyarakat) dengan tujuan supaya bisa beradaptasi dan bergaul bagaimana melihat kehidupan sehari-hari orang Australia baik dari kehidupan sehari-harinya maupun kebudayaannya. 

“Selama di Australia bersama Kepala Sekolah lainnya mengikuti pendidikan manajemen pembelajaran serta melakukan  study banding ke sekolah umum dan propesional di Universitas Adelaide. Di Adelaide kami bisa melihat  dan belajar bagaimana tentang dorongan orang tua terhadap dunia pendidikan utamanya kegiatan anak-anak disekolah dan dukungan stakeholder dalam menunjang keberhasilan lembaga pendidikan. Kepedulian terhadap lingkungan serta keteraturan disiplin waktu, “kata Ika. Sehingga bisa disimpulkan implementasi dari study banding disana disesuaikan dengan kurikulum 2013 para guru harus bisa mengikuti perubahan-perubahan sesuai kemajuan tekhnologi untuk menciptakan inovasi-inovasi dalam rangka mengembangkan kreativitas anak  untuk kemajuan pendidikan, tambahnya.

Dari hasil proses study banding selama di Adelaide Australia Selatan sehingga bisa diimplementasikan/diadaptasikan di Priangan Timur, Ika mengadaptasikan tentang pengembangan informasi IT kepada orang tua atau pihak luar. Informasi yang bisa diserap dari program IT diantaranya program-program sekolah, data siswa, data kepegawaian, guru, TU dan sarana prasarana yang ada di sekolah. Salah satu implementasi dari program Continous Profesional Development adanya student diary yang dibuat oleh guru bahasa Inggris, Atin Herawati, S.Pd. Student diary sebagai buku kontrol/pegangan untuk diketahui guru, orangtua/wali dan guru BK. Student diary dibuat sebagai kontrol yang diberikan guru kepada siswa dilatarbelakangi banyaknya keluhan orang tua tentang banyaknya guru yang terlalu banyak memberikan tugas kepada anak serta bisa mengawasi tentang tingkah laku/kedisiplinan anak selama disekolah. “Berkaitan dengan kurikulum 2013 tidak beda jauh dengan proses pembelajaran yang diterapkan di Adelaide, cuman bedanya mata pelajarannya hanya delapan mata pelajaran sedangkan di Indonesia bisa mencapai 16, 17, 18 jam mata pelajaran dan kegiatan belajar mengajarnya di Adelaide cuman lima hari sedangkan di Indonesia rata-rata enam hari. Pada dasarnya kurikulum 2013 dengan kurikulum yang ada di Australia bagaimana pihak sekolah harus menanamkan suatu kebiasaan yang baik kepada anak didik terutama dalam pembentukan karakter kebangsaan. Karakter bangsa yang dulu hilang sekarang digembor-gemborkan kembali, “tandas Ika.

Kenapa pelajaran di Adelaide berhasil? Karena adanya learning teacher development yaitu tempat berkumpulnya guru untuk melakukan shearing pembelajaran bagaimana memecahkan masalah  serta memberikan motivasi kepada yang lain ketika menemukan keberhasilan dalam menerapkan metode pembelajaran disekolah. Hal itu sama dengan yang ada di Jawa Barat yaitu adanya Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). “Dengan adanya MGMP sendiri supaya guru tidak mengalami kendala ketika akan kenaikan pangkat karena dianjurkan minimal angka kredit satu setiap tahun pelajaran, “kata Ika.

Student Diary
SMKN 1 Ciamis dalam program Continous Profesional Development selain Kepala Sekolah juga memberangkatkan salah seorang guru yaitu Atin Herawati, S.Pd yang merupakan guru Bahasa Inggris.  Kepada Media Bangsa, Atin memaparkan dari program pemerintah Provinsi Jawa Barat yang  mengirimkan guru-guru terbaik di jenjang SMA maupun SMK terdapat 42 orang per group. Dirinya bersama guru-guru terpilih tersebut  selama 21 hari di Adelaide Australia Selatan harus magang di sekolah Charles Campbell Secondary College, Hamilton Secondary College, Hallet Cove High School, Le Fevre High School, St. Columba College, The Height School dan Thebarton Senior College.

Penempatan guru-guru tersebut terkadang tidak dipengaruhi oleh jauh dekatnya guru terhadap sekolah yang dituju, pembagian kelompok pun terkadang terkonsentrasi dibeberapa sekolah contohnya di Hallet Cove School, dimana hanya terdapat 3 orang guru yang ditempatkan disana, padahal disekolah lain ada yang berjumlah 6-8 orang. Dirinya beserta dua orang rekan guru lain ditempatkan di Hallet Cove School selama 7 hari untuk melaksanakan observasi tentang kegiatan belajar mengajar disekolah juga tentang kurikulum yang diterapkan.

Implementasi dari hasil program Continous Profesional Development yang diterapkan di SMKN 1 Ciamis menurut Atin Herawati, S.Pd, dengan membuat student diary. Student diary sendiri adalah buku harian siswa yang dietarpkan di SMKN 1 Ciamis dimulai dari September sampai Desember 2014 sebagai Pilot Project. Program ini, akan digunakan sebagai sarana komunikasi antara pihak sekolah dengan pihak orang tua dan siswa. “Semoga dengan implementasi buku harian siswa ini dapat mengefektifkan proses komunikasi diantara sekolah, orang tua dan siswa. Diharapkan komunikais tersebut menjadi salah satu jembatan keberhasilan anak didik dimasa depan, “kata Atin. (Mamay)

No comments:

Koprasi Warga Cimahi Mandiri Menggelar RAT Tepat Waktu

Cimahi (LawuPost)  Koperasi yang sehat dan baik adalah Koperasi yang mampu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu, dan Rap...