Tasikmalaya (Lawunews.Com)
Danrem 062/Tn Kolonel Czi Diding Sutisna membuka sosialisasi bahaya laten komunis dan faham radikan di aula Tarumanagara diikuti oleh Kasrem, Para Kasi, Dansatbalak jajaran Korem 062/Tn, Ketua Persit KCK Koorcabrem 062 beserta pengurus, para anggota jajaran Korem 062/Tn, FKPPI, Korps Bela Negara, dan Pemuda Panca Marga.
Dengan mencermati berkembangnya Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal di Indonesia sekarang ini yang intensitasnya semakin meningkat dan berkurangnya tindakan pemerintah (Aparat keamanan) dalam membatasi dan melarang aktivitasnya perlu upaya proaktif dari Aparat Komando kewilayahan dan unsure intelijen, dalam membantu pengawasan dan upaya pencegahan sebagai langkah antisipasi terhadap Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal di wilayah agar tidak berkembang dan membahayakan kedaulatan negara.
Danrem 062/Tn mengajak semua Satuan Komando Kewilayahan jajaran Korem 062/Tn agar menyamakan langkah dan tindakan serta kewaspadaan bagi seluruh prajurit dalam menyikapinya, sehingga prajurit Korem 062/Tn tidak mudah terhasut dan terpancing oleh tipu daya kelompak Komunis dan kelompok Radikal yang berkembang di Indonesia.Lebih lanjut. Danrem menyampaikan, Kita sebagai generasi penerus perjuangan bangsa, patut meneladani sikap para pejuang kita terdahulu yang dengan gigih mengerahkan segala daya dan upaya untuk mempertahankan eksistensi Pancasila sebagai dasar negara.
Harus kita sadari pula, bahwa didalam mempertahankan Pancasila hingga kini dan kedepan masih ditemukan adanya indikasi yang ingin merongrong ideologi Pancasila, hal ini ditandai dengan munculnya berbagai gerakan serta tindakan kelompok-kelompok tertentu yang ingin memunculkan kembali ajaran Komunis dan faham Radikal. Berbagai indikasi tersebut akhir-akhir ini semakin jelas, mengingat gelagat yang berkembang diberbagai sektor sudah semakin jauh dari kepentingan bangsa dan negara, baik dalam bidang politik, ekonomi, hukum, sosial budaya maupun dalam sendi kehidupan lainnya. Satu hal yang lebih memprihatinkan kita sebagai prajurit, ketika berbagai kebijakan masalah pertahanan negara dimunculkan, tampak mulai banyak pihak yang memberikan intervensi secara berlebihan.( Pendam III/Slw/Mamay).
Dengan mencermati berkembangnya Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal di Indonesia sekarang ini yang intensitasnya semakin meningkat dan berkurangnya tindakan pemerintah (Aparat keamanan) dalam membatasi dan melarang aktivitasnya perlu upaya proaktif dari Aparat Komando kewilayahan dan unsure intelijen, dalam membantu pengawasan dan upaya pencegahan sebagai langkah antisipasi terhadap Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal di wilayah agar tidak berkembang dan membahayakan kedaulatan negara.
Danrem 062/Tn mengajak semua Satuan Komando Kewilayahan jajaran Korem 062/Tn agar menyamakan langkah dan tindakan serta kewaspadaan bagi seluruh prajurit dalam menyikapinya, sehingga prajurit Korem 062/Tn tidak mudah terhasut dan terpancing oleh tipu daya kelompak Komunis dan kelompok Radikal yang berkembang di Indonesia.Lebih lanjut. Danrem menyampaikan, Kita sebagai generasi penerus perjuangan bangsa, patut meneladani sikap para pejuang kita terdahulu yang dengan gigih mengerahkan segala daya dan upaya untuk mempertahankan eksistensi Pancasila sebagai dasar negara.
Harus kita sadari pula, bahwa didalam mempertahankan Pancasila hingga kini dan kedepan masih ditemukan adanya indikasi yang ingin merongrong ideologi Pancasila, hal ini ditandai dengan munculnya berbagai gerakan serta tindakan kelompok-kelompok tertentu yang ingin memunculkan kembali ajaran Komunis dan faham Radikal. Berbagai indikasi tersebut akhir-akhir ini semakin jelas, mengingat gelagat yang berkembang diberbagai sektor sudah semakin jauh dari kepentingan bangsa dan negara, baik dalam bidang politik, ekonomi, hukum, sosial budaya maupun dalam sendi kehidupan lainnya. Satu hal yang lebih memprihatinkan kita sebagai prajurit, ketika berbagai kebijakan masalah pertahanan negara dimunculkan, tampak mulai banyak pihak yang memberikan intervensi secara berlebihan.( Pendam III/Slw/Mamay).
No comments:
Post a Comment