PMPP TNI Sentul-Bogor (Lawunews.Com)
Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian
(PMPP) TNI, Brigjen TNI AM Putranto, S.Sos, pada beberapa waktu yang lalu mengunjungi
Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk PBB di New York City, Amerika
Serikat. Tujuan utama kunjungan ini
adalah untuk melaksanakan rapat internal dengan PTRI, evaluasi kinerja pasukan
penjaga perdamaian Indonesia baik sebagai individu dan satuan penugasan,
upaya-upaya yang diperlukan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan secara
individu, serta diplomasi pada tingkat strategis sesuai dengan tujuan mencapai jumlah
4.000 prajurit TNI sebagai pasukan penjaga perdamaian.
Dalam
kesempatan tersebut, Penasihat Militer untuk PTRI Laksma TNI Yos Toto Subagyo menyampaikan
beberapa peluang posisi untuk para prajurit Indonesia sebagai staf militer dan
pengamat militer, serta berpartisipasi dalam berbagai operasi penjaga
perdamaian PBB yang berbeda. Dia
memberikan penekanan melalui Komandan PMPP TNI,
personil yang dikirim harus memiliki latar belakang yang kuat dan pengalaman
sesuai dengan posisi staf terkait.
Sementara
itu, Brigjen TNI AM Putranto menyatakan dalam pertemuan ini, bahwa PMPP TNI secara
berkala terus meningkatkan kemampuan dan kapasitas dalam setiap pelatihan untuk
mempersiapkan mereka bertugas dalam misi pemelihara perdamaian PBB; Melaksanakan
kerjasama erat dengan negara-negara lain dengan menyelenggarakan kursus,
seminar dan pelatihan bersama. Pelaksanaan
pre-deployment training telah melibatkan
aktor-aktor utama dari materi-materi yang terkait OPP dan mengundang instruktur
yang berpengalaman untuk memberikan situasi terakhir dan doktrin-doktrin baru
untuk pelatihan yang lebih baik dan lebih realistis.
Menurut
Komandan PMPP TNI, saran dan masukan yang diterima dari kantor Penasehat
Militer telah memberikan gambaran jelas tentang prosedur dan persyaratan yang diputuskan
oleh UN DPKO (United
Nation Department of Peacekeeping Operation) untuk langkah-langkah
yang lebih efektif dan efisien dalam mempersiapkan para prajurit dan satuan
serta Alutsista dalam pelaksanaan OPP dengan mandat baru dari PBB.
Selanjutnya
Komandan PMPP TNI mengunjungi Kantor PBB Urusan Militer dipimpin oleh Penasihat
Militer, Letjen Maqsood Ahmed. Brigjen
TNI AM Putranto menyampaikan rasa terima kasih yang besar atas dukungan kepada
semua pasukan pemelihara perdamaian, khususnya prajurit Indonesia di berbagai
misi Perdamaian PBB yang berbeda. Komandan
PMPP TNI juga menginformasikan Penasihat Militer PBB bahwa telah mengunjungi
salah satu Satgas Kizi Indonesia di MINUSCA (Multi-Dimensional
Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) Afrika Tengah.
Komandan juga menyampaikan apresiasi
setinggi-tingginya kepada Jenderal Maqsood atas dukungan dalam memfasilitasi
proses intermisi Satgas Kizi dari Haiti ke CAR (Central Africa Republic).
Dalam
pertemuan tersebut, Jenderal Maqsood menyampaikan bahwa PBB sangat menghargai kinerja
Satgas Kizi di Minusca, yang telah memberikan dukungan besar bagi misi baru di
Republik Afrika Tengah. Jenderal Maqsood juga menyampaikan pada kesempatan yang
berbeda, untuk Indonesia dapat mengirim C-130 air transport ke Mali bertugas di bawah Komando MINUSMA, beliau menyampaikan
kembali subjek bahwa Indonesia tidak bisa mengirimkan C-130 air transport ke Kongo karena isu
politik yang berkaitan dengan FIB (Force
Intervention Brigade), sepenuhnya menghormati kebijakan politik Indonesia,
tapi beliau kembali menyampaikan hanya untuk pertimbangan bahwa C-130 adalah
pesawat angkut bukan pesawat tempur dan PBB telah membuat prosedur dan
peraturan dimana C-130 sebagian besar waktunya akan melaksanakan tugas-tugas pendukung
di daerah yang dinyatakan aman. Ini hanya sebuah pertimbangan dan mudah-mudahan
Indonesia akan memutuskan untuk mengirim C-130 untuk bertugas dibawah komando MINUSMA
sebagai bagian dari transportasi udara.
Bagian
dari agenda kunjungan resminya ke Amerika Serikat, Brigjen TNI AM Putranto juga
mengunjungi Atase Militer Indonesia dan Duta Besar Indonesia untuk Amerika
Serikat di Washington DC. Komandan melaporkan kepada kedua pejabat tinggi
Indonesia untuk Amerika Serikat tersebut, beberapa perkembangan dan kemajuan dalam
rangka meningkatkan jumlah pasukan penjaga perdamaian ke berbagai misi yang
berbeda di seluruh dunia. Kerjasama yang erat juga telah meningkat dengan
Amerika Serikat melalui Program GPOI (Global
Peace Operation Initiative) dengan menyelenggarakan kursus, seminar dan
acara pelatihan bersama.
Komandan PMPP TNI juga menyampaikan kepada kedua pejabat tersebut kegiatan yang baru dilaksanakan yaitu pelatihan terbesar tahun 2014 telah diselenggarakan di PMPP
TNI, "Garuda Canti Dharma GPOI Capstone Training Event", berjalan dengan lancar dan sukses dan mampu meningkatkan kapasitas dan kemampuan prajurit
dalam operasi pemeliharaan perdamaian.
Dubes RI menyampaikan
rasa bangga dan terima kasih kepada
semua prajurit Indonesia yang telah bertugas di
berbagai misi Perdamaian PBB di
seluruh dunia, ia memiliki keyakinan yang tinggi bahwa orang-orang di daerah
konflik mudah menerima tentara Indonesia karena mereka bekerja dengan hati
mereka. Para prajurit yang sangat berkomitmen dengan tugas-tugas dan tanggung jawab mereka, hal itu adalah kunci
penting untuk memenangkan hati dan pikiran masyarakat
setempat. Beliau juga menyampaikan rasa
senang atas peran dari PMPP TNI saat ini dalam mengembangkan
pasukan pemelihara perdamaian yang profesional dan menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia.
Authentikasi :
Humas PMPP TNI, Lettu Kowad Venny Agustine
No comments:
Post a Comment