Sunday, December 14, 2014

Mencetak Generasi Sadar Lingkungan Melalui Pendidikan Lingkungan Hidup


Ciamis (Lawunews.Com)
Dalam menanamkan jiwa cinta lingkungan, sekolah menjadi sarana yang tepat untuk membiasakan anak didiknya melestarikan lingkungan. Tak hanya teori yang ditanamkan, namun dibarengi dengan praktik di lapangan seperti menata lingkungan sekolah agar lebih asri dan nyaman. Guna mencapai sasaran tersebut, Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Ciamis menggan­deng para praktisi pendidikan, saat ini BPLH tengah gencar melakukan sosialisasi, edukasi, dan implementasi Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di sekolah-seko­lah yang ada di Kabupaten Ciamis.

Adanya PLH dilatarbelakangi pentingnya mengubah perilaku dan sikap masyarakat, tujuannya, untuk meningkatkan penge­tahuan, keterampilan, dan kesadaran ten­tang nilai-nilai lingkungan dan isu per­masalahan lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya melestarikan dan menyelematkan lingkungan, baik itu untuk kepentingan generasi sekarang maupun masa yang akan datang.

PLH disusun atas dasar kesepakatan bersama antara Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Pendidikan Nasional yang terangkum dalam memorandum No. 0142/U/1996 dan No. Kep. 89/Men-LH/5/1996. Memorandum tersebut meli­puti pengembangan materi, pendidikan dan pelatihan, penelitian, pengembangan, pengabdian, serta pembinaan di bidang lingkungan hidup.

Disamping itu, PLH juga diperkuat dengan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 25 Tahun 2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Muatan Lokal PLH di Jawa Barat yang bisa diimplementasikan melalui Sekolah Berbudaya Ling­kungan serta penilaian sekolah Adiwiyata yang bertujuan untuk mengapresiasi seko­lah yang memperhatikan kelestarian lingkungannya.

Guna mencapai hal tersebut, perlu adanya motivasi dari seluruh elemen seko­lah untuk mengaplikasikan PLH sebagai upaya membudayakan cinta lingkungan. Disinilah peran guru sangat dibutuhkan untuk memberi contoh sikap cinta lingku­ngan kepada anak didiknya. Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Ciamis, H. Titin, SH melalui Kasubid Lingkungan Hidup Strategis, Drs. H. Asep Heryana, M.Pd menuturkan untuk memulai penerapan budaya cinta lingku­ngan di ruang lingkup sekolah, harus di­mulai dari para pendidik agar menjadi con­toh bagi para siswa. Oleh karena itu, di Hari Guru Nasional yang ke-69 yang jatuh pada Selasa (25/11) beberapa waktu lalu merupakan momentum yang baik dalam penekanan pendidikan lingkungan hidup.

Para guru diharapkan dapat mem­berikan contoh sikap yang menggugah motivasi para siswa agar lebih peduli ter­hadap lingkungan. "Selain penghargaan atas kepedulian lingkungan sekolah, de­ngan lingkungan yang asri, penyerapan materi pendidikan yang diajarkan para guru kepada muridnya akan lebih cepat meresap," ujar H. Asep.

Pernyataan BPLH tersebut mendapatkan dukungan dari salah satu Kepala Sekolah yang diajukan untuk mendapatkan Adiwiyata Tingkat Nasional seperti yang diutarakan Kepala Sekolah SMKN 1 Ciamis, Dra. Ika Karniati Sardi, M.M.Pd. Menurutnya,  dengan menerapkan PLH di lingkungan sekolah diharapkan seluruh warga sekolah bisa berperilaku hidup bersih dan cinta lingkungan, sehingga akan terbiasa untuk melestarikan lingkungan sebagai langkah untuk mereal­isasikan perwujudan Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL) dan sekolah Adiwiyata.

"Selaku Kepala Sekolah di SMKN 1 Ciamis, saya mendukung lang­kah-langkah yang dilakukan BPLH Kabupaten Ciamis dalam mewujudkan SBL di Kabupaten Ciamis dengan giat men­sosialisasikan PLH dan menanamkan cinta lingkungan," katanya. Dengan bertambahnya Sekolah Berbudaya Lingkungan di Kabu­paten Ciamis, lanjut Ika, maka akan banyak memberikan kontribusi pada peni­laian Adipura. Oleh karena itu, pada tahap awal sekolah berbudaya lingkungan terse­but harus dikonsentrasikan. Di wilayah Kabupaten Ciamis, SMKN 1 Ciamis salah satu sekolah yang akan menjadi menjadi titik pantau penilaian Adipura mendatang untuk Kabupaten Ciamis.

"Secara bertahap SBL itu harus mera­ta di seluruh sekolah yang ada di Kabu­paten Ciamis. Dengan bertambahnya SBL maka dapat menjadi gambaran ke­seriusan Kabupaten Ciamis dalam menciptakan lingkungan yang bersih, dan sehat," ujar Ika.

Upaya BPLH Kabupaten Ciamis dalam Mendorong SBL dan Adiwiyata Kepala BPLH Kabupaten Ciamis, Hj. Titin, SH mengatakan selain so­sialisasi, BPLH Kabupaten Ciamis juga memberikan motivasi kepada beberapa sekolah untuk peduli kepada lingkungan dengan cara memberikan stimulan berupa alat kebersihan, alat pembuatan biopori, dan lainnya. BPLH Kabupaten Ciamis juga menggelar lomba SBL tingkat Kabupaten Ciamis agar sekolah lebih giat mem­bangun dan mengelola sekolah berbasis lingkungan hidup yang sehat.

"Tak berhenti sampai disitu kami juga mengikutsertakan sekolah-sekolah peraih SBL tingkat kabupaten, untuk mengikuti penilaian SBL tingkat provinsi yang selan­jutnya diikutsertakan kembali dalam peni­laian Adiwiyata tingkat nasional, dengan harapan bisa menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri," ujar Hj. Titin.

Di Kabupaten Ciamis, saat ini ada 10 sekolah yang dipersiapkan untuk meraih  Adiwiyata tingkat nasional 2014, diantaranya, SDN 1 Sindangrasa, SDN 1 Cisadap, SDN 1 Cijeungjing, SDN 2 Ciamis, SDN 7 Ciamis, SMPN 1 Cihaurbeuti, SMPN 1 Sindangkasih, SMPN 1 Baregbeg, SMAN 1 Kawali dan SMKN 1 Ciamis. Dimana saat ini masih menunggu hasil dari Kementerian Lingkungan Hidup yang diperkirakan hasil penilaiannya turun di pertengahan Desember, pungkas Hj. Titin. (mamay)

No comments:

Koprasi Warga Cimahi Mandiri Menggelar RAT Tepat Waktu

Cimahi (LawuPost)  Koperasi yang sehat dan baik adalah Koperasi yang mampu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu, dan Rap...