Ciamis (Lawunews.Com)
Dalam menanamkan jiwa cinta lingkungan, sekolah menjadi sarana yang tepat untuk membiasakan anak didiknya melestarikan lingkungan. Tak hanya teori yang ditanamkan, namun dibarengi dengan praktik di lapangan seperti menata lingkungan sekolah agar lebih asri dan nyaman. Guna mencapai sasaran tersebut, Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Ciamis menggandeng para praktisi pendidikan, saat ini BPLH tengah gencar melakukan sosialisasi, edukasi, dan implementasi Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Ciamis.
Adanya PLH dilatarbelakangi pentingnya mengubah perilaku dan sikap masyarakat, tujuannya, untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran tentang nilai-nilai lingkungan dan isu permasalahan lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya melestarikan dan menyelematkan lingkungan, baik itu untuk kepentingan generasi sekarang maupun masa yang akan datang.
PLH disusun atas dasar kesepakatan bersama antara Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Pendidikan Nasional yang terangkum dalam memorandum No. 0142/U/1996 dan No. Kep. 89/Men-LH/5/1996. Memorandum tersebut meliputi pengembangan materi, pendidikan dan pelatihan, penelitian, pengembangan, pengabdian, serta pembinaan di bidang lingkungan hidup.
Disamping itu, PLH juga diperkuat dengan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 25 Tahun 2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Muatan Lokal PLH di Jawa Barat yang bisa diimplementasikan melalui Sekolah Berbudaya Lingkungan serta penilaian sekolah Adiwiyata yang bertujuan untuk mengapresiasi sekolah yang memperhatikan kelestarian lingkungannya.
Guna mencapai hal tersebut, perlu adanya motivasi dari seluruh elemen sekolah untuk mengaplikasikan PLH sebagai upaya membudayakan cinta lingkungan. Disinilah peran guru sangat dibutuhkan untuk memberi contoh sikap cinta lingkungan kepada anak didiknya. Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Ciamis, H. Titin, SH melalui Kasubid Lingkungan Hidup Strategis, Drs. H. Asep Heryana, M.Pd menuturkan untuk memulai penerapan budaya cinta lingkungan di ruang lingkup sekolah, harus dimulai dari para pendidik agar menjadi contoh bagi para siswa. Oleh karena itu, di Hari Guru Nasional yang ke-69 yang jatuh pada Selasa (25/11) beberapa waktu lalu merupakan momentum yang baik dalam penekanan pendidikan lingkungan hidup.
Para guru diharapkan dapat memberikan contoh sikap yang menggugah motivasi para siswa agar lebih peduli terhadap lingkungan. "Selain penghargaan atas kepedulian lingkungan sekolah, dengan lingkungan yang asri, penyerapan materi pendidikan yang diajarkan para guru kepada muridnya akan lebih cepat meresap," ujar H. Asep.
Pernyataan BPLH tersebut mendapatkan dukungan dari salah satu Kepala Sekolah yang diajukan untuk mendapatkan Adiwiyata Tingkat Nasional seperti yang diutarakan Kepala Sekolah SMKN 1 Ciamis, Dra. Ika Karniati Sardi, M.M.Pd. Menurutnya, dengan menerapkan PLH di lingkungan sekolah diharapkan seluruh warga sekolah bisa berperilaku hidup bersih dan cinta lingkungan, sehingga akan terbiasa untuk melestarikan lingkungan sebagai langkah untuk merealisasikan perwujudan Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL) dan sekolah Adiwiyata.
"Selaku Kepala Sekolah di SMKN 1 Ciamis, saya mendukung langkah-langkah yang dilakukan BPLH Kabupaten Ciamis dalam mewujudkan SBL di Kabupaten Ciamis dengan giat mensosialisasikan PLH dan menanamkan cinta lingkungan," katanya. Dengan bertambahnya Sekolah Berbudaya Lingkungan di Kabupaten Ciamis, lanjut Ika, maka akan banyak memberikan kontribusi pada penilaian Adipura. Oleh karena itu, pada tahap awal sekolah berbudaya lingkungan tersebut harus dikonsentrasikan. Di wilayah Kabupaten Ciamis, SMKN 1 Ciamis salah satu sekolah yang akan menjadi menjadi titik pantau penilaian Adipura mendatang untuk Kabupaten Ciamis.
"Secara bertahap SBL itu harus merata di seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Ciamis. Dengan bertambahnya SBL maka dapat menjadi gambaran keseriusan Kabupaten Ciamis dalam menciptakan lingkungan yang bersih, dan sehat," ujar Ika.
Upaya BPLH Kabupaten Ciamis dalam Mendorong SBL dan Adiwiyata Kepala BPLH Kabupaten Ciamis, Hj. Titin, SH mengatakan selain sosialisasi, BPLH Kabupaten Ciamis juga memberikan motivasi kepada beberapa sekolah untuk peduli kepada lingkungan dengan cara memberikan stimulan berupa alat kebersihan, alat pembuatan biopori, dan lainnya. BPLH Kabupaten Ciamis juga menggelar lomba SBL tingkat Kabupaten Ciamis agar sekolah lebih giat membangun dan mengelola sekolah berbasis lingkungan hidup yang sehat.
"Tak berhenti sampai disitu kami juga mengikutsertakan sekolah-sekolah peraih SBL tingkat kabupaten, untuk mengikuti penilaian SBL tingkat provinsi yang selanjutnya diikutsertakan kembali dalam penilaian Adiwiyata tingkat nasional, dengan harapan bisa menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri," ujar Hj. Titin.
Di Kabupaten Ciamis, saat ini ada 10 sekolah yang dipersiapkan untuk meraih Adiwiyata tingkat nasional 2014, diantaranya, SDN 1 Sindangrasa, SDN 1 Cisadap, SDN 1 Cijeungjing, SDN 2 Ciamis, SDN 7 Ciamis, SMPN 1 Cihaurbeuti, SMPN 1 Sindangkasih, SMPN 1 Baregbeg, SMAN 1 Kawali dan SMKN 1 Ciamis. Dimana saat ini masih menunggu hasil dari Kementerian Lingkungan Hidup yang diperkirakan hasil penilaiannya turun di pertengahan Desember, pungkas Hj. Titin. (mamay)
Adanya PLH dilatarbelakangi pentingnya mengubah perilaku dan sikap masyarakat, tujuannya, untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran tentang nilai-nilai lingkungan dan isu permasalahan lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya melestarikan dan menyelematkan lingkungan, baik itu untuk kepentingan generasi sekarang maupun masa yang akan datang.
PLH disusun atas dasar kesepakatan bersama antara Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Pendidikan Nasional yang terangkum dalam memorandum No. 0142/U/1996 dan No. Kep. 89/Men-LH/5/1996. Memorandum tersebut meliputi pengembangan materi, pendidikan dan pelatihan, penelitian, pengembangan, pengabdian, serta pembinaan di bidang lingkungan hidup.
Disamping itu, PLH juga diperkuat dengan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 25 Tahun 2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Muatan Lokal PLH di Jawa Barat yang bisa diimplementasikan melalui Sekolah Berbudaya Lingkungan serta penilaian sekolah Adiwiyata yang bertujuan untuk mengapresiasi sekolah yang memperhatikan kelestarian lingkungannya.
Guna mencapai hal tersebut, perlu adanya motivasi dari seluruh elemen sekolah untuk mengaplikasikan PLH sebagai upaya membudayakan cinta lingkungan. Disinilah peran guru sangat dibutuhkan untuk memberi contoh sikap cinta lingkungan kepada anak didiknya. Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Ciamis, H. Titin, SH melalui Kasubid Lingkungan Hidup Strategis, Drs. H. Asep Heryana, M.Pd menuturkan untuk memulai penerapan budaya cinta lingkungan di ruang lingkup sekolah, harus dimulai dari para pendidik agar menjadi contoh bagi para siswa. Oleh karena itu, di Hari Guru Nasional yang ke-69 yang jatuh pada Selasa (25/11) beberapa waktu lalu merupakan momentum yang baik dalam penekanan pendidikan lingkungan hidup.
Para guru diharapkan dapat memberikan contoh sikap yang menggugah motivasi para siswa agar lebih peduli terhadap lingkungan. "Selain penghargaan atas kepedulian lingkungan sekolah, dengan lingkungan yang asri, penyerapan materi pendidikan yang diajarkan para guru kepada muridnya akan lebih cepat meresap," ujar H. Asep.
Pernyataan BPLH tersebut mendapatkan dukungan dari salah satu Kepala Sekolah yang diajukan untuk mendapatkan Adiwiyata Tingkat Nasional seperti yang diutarakan Kepala Sekolah SMKN 1 Ciamis, Dra. Ika Karniati Sardi, M.M.Pd. Menurutnya, dengan menerapkan PLH di lingkungan sekolah diharapkan seluruh warga sekolah bisa berperilaku hidup bersih dan cinta lingkungan, sehingga akan terbiasa untuk melestarikan lingkungan sebagai langkah untuk merealisasikan perwujudan Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL) dan sekolah Adiwiyata.
"Selaku Kepala Sekolah di SMKN 1 Ciamis, saya mendukung langkah-langkah yang dilakukan BPLH Kabupaten Ciamis dalam mewujudkan SBL di Kabupaten Ciamis dengan giat mensosialisasikan PLH dan menanamkan cinta lingkungan," katanya. Dengan bertambahnya Sekolah Berbudaya Lingkungan di Kabupaten Ciamis, lanjut Ika, maka akan banyak memberikan kontribusi pada penilaian Adipura. Oleh karena itu, pada tahap awal sekolah berbudaya lingkungan tersebut harus dikonsentrasikan. Di wilayah Kabupaten Ciamis, SMKN 1 Ciamis salah satu sekolah yang akan menjadi menjadi titik pantau penilaian Adipura mendatang untuk Kabupaten Ciamis.
"Secara bertahap SBL itu harus merata di seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Ciamis. Dengan bertambahnya SBL maka dapat menjadi gambaran keseriusan Kabupaten Ciamis dalam menciptakan lingkungan yang bersih, dan sehat," ujar Ika.
Upaya BPLH Kabupaten Ciamis dalam Mendorong SBL dan Adiwiyata Kepala BPLH Kabupaten Ciamis, Hj. Titin, SH mengatakan selain sosialisasi, BPLH Kabupaten Ciamis juga memberikan motivasi kepada beberapa sekolah untuk peduli kepada lingkungan dengan cara memberikan stimulan berupa alat kebersihan, alat pembuatan biopori, dan lainnya. BPLH Kabupaten Ciamis juga menggelar lomba SBL tingkat Kabupaten Ciamis agar sekolah lebih giat membangun dan mengelola sekolah berbasis lingkungan hidup yang sehat.
"Tak berhenti sampai disitu kami juga mengikutsertakan sekolah-sekolah peraih SBL tingkat kabupaten, untuk mengikuti penilaian SBL tingkat provinsi yang selanjutnya diikutsertakan kembali dalam penilaian Adiwiyata tingkat nasional, dengan harapan bisa menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri," ujar Hj. Titin.
Di Kabupaten Ciamis, saat ini ada 10 sekolah yang dipersiapkan untuk meraih Adiwiyata tingkat nasional 2014, diantaranya, SDN 1 Sindangrasa, SDN 1 Cisadap, SDN 1 Cijeungjing, SDN 2 Ciamis, SDN 7 Ciamis, SMPN 1 Cihaurbeuti, SMPN 1 Sindangkasih, SMPN 1 Baregbeg, SMAN 1 Kawali dan SMKN 1 Ciamis. Dimana saat ini masih menunggu hasil dari Kementerian Lingkungan Hidup yang diperkirakan hasil penilaiannya turun di pertengahan Desember, pungkas Hj. Titin. (mamay)

No comments:
Post a Comment