Cimahi (Lawunews.com)
Pangdam III/Slw Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim pimpin upacara Pembukaan Gerak Jalan Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya bertempat di lapangan Brigif 15 Kujang II Kodam III/Slw Kebun Rumput Cimahi, Senin (15/12/2014)
Menurut Pangdam III/Slw, kegiatan peleton beranting yang diselenggarakan setiap tahun merupakan wujud kecintaan, pengabdian, sekaligus menjadi tradisi pelestarian semangat bela negara yang telah diwariskan oleh para pejuang kemerdekaan terutama dalam peristiwa palagan ambarawa yang penuh dengan nilai-nilai kepahlawanan.
Dari peristiwa heroik palagan ambarawa, terdapat nilai dan makna kejuangan yang hakiki dalam mempertahankan kemerdekaan. Pada peristiwa palagan ambarawa tersebut, tentara nasional indonesia telah terbukti memiliki militansi dan moti-vasi juang yang kokoh dan tangguh dalam mempertahankan kemerdekaan.
Upacara Pembukaan Yudha Wastu Pramuka jaya ini diikuti oleh tiap peleton 1 SST terdiri 30 orang, satuan Yonif, 301, 310, 312, 320 dan Yonif 300 Raider, dengan pendamping dari Kostrad Yon 305, Yonzipur 9 serta Yon Arhanudri, Yon Armed 4, Yon Armed 5, Yon Arhanudse- 14, Yon Zipur – 3, Kikavser.
Lebih lanjut Pangdam III/Slw menyampaikan bahwa peleton beranting, Yudha Wastu Pramuka Jaya, merupakan salah satu upaya pelestarian nilai kejuangan, sehingga nilai-nilai historis yang sangat heroik dan telah teruji tersebut, benar-benar akan menjiwai seluruh prajurit infanteri. Melalui kegiatan tersebut diharapkan sikap mental, kemampuan fisik dan keterampilan olah yudha yang telah ditunjukkan oleh para pendahulu kita, bisa terwujud dalam setiap diri prajurit infanteri.
Dalam salah satu penekannya Pangdam III/Slw menyampaikan agar menadikan momentum tonting tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme keprajuritan, yang tidak saja mampu membina ketahanan fisik, kemantapan mental, namun juga keterampilan sebagai pra-jurit infanteri yang tanggap, tanggon, dan trengginas.(Pendam III/Slw/Rega).
Menurut Pangdam III/Slw, kegiatan peleton beranting yang diselenggarakan setiap tahun merupakan wujud kecintaan, pengabdian, sekaligus menjadi tradisi pelestarian semangat bela negara yang telah diwariskan oleh para pejuang kemerdekaan terutama dalam peristiwa palagan ambarawa yang penuh dengan nilai-nilai kepahlawanan.
Dari peristiwa heroik palagan ambarawa, terdapat nilai dan makna kejuangan yang hakiki dalam mempertahankan kemerdekaan. Pada peristiwa palagan ambarawa tersebut, tentara nasional indonesia telah terbukti memiliki militansi dan moti-vasi juang yang kokoh dan tangguh dalam mempertahankan kemerdekaan.
Upacara Pembukaan Yudha Wastu Pramuka jaya ini diikuti oleh tiap peleton 1 SST terdiri 30 orang, satuan Yonif, 301, 310, 312, 320 dan Yonif 300 Raider, dengan pendamping dari Kostrad Yon 305, Yonzipur 9 serta Yon Arhanudri, Yon Armed 4, Yon Armed 5, Yon Arhanudse- 14, Yon Zipur – 3, Kikavser.
Lebih lanjut Pangdam III/Slw menyampaikan bahwa peleton beranting, Yudha Wastu Pramuka Jaya, merupakan salah satu upaya pelestarian nilai kejuangan, sehingga nilai-nilai historis yang sangat heroik dan telah teruji tersebut, benar-benar akan menjiwai seluruh prajurit infanteri. Melalui kegiatan tersebut diharapkan sikap mental, kemampuan fisik dan keterampilan olah yudha yang telah ditunjukkan oleh para pendahulu kita, bisa terwujud dalam setiap diri prajurit infanteri.
Dalam salah satu penekannya Pangdam III/Slw menyampaikan agar menadikan momentum tonting tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme keprajuritan, yang tidak saja mampu membina ketahanan fisik, kemantapan mental, namun juga keterampilan sebagai pra-jurit infanteri yang tanggap, tanggon, dan trengginas.(Pendam III/Slw/Rega).

No comments:
Post a Comment