Puspen TNI (Lawunews.Com)
Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko membuka Rapat Pimpinan (Rapim)
TNI di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (22/12/2014).
Rapim tersebut dihadiri oleh para Kas Angkatan, para Pangkotama TNI, para
Asisten Panglima TNI dan para Kabalakpus TNI.
Dalam
Rapim TNI kali ini Panglima TNI menginginkan adanya kolaborasi pemikiran
top down dan bottom up guna efisiensi dan efektivitas Rapim dalam
draft “Sapta Cita Pokok-Pokok
Kebijakan Pimpinan TNI 2015”, untuk diendapkan dan dipikirkan uraian
implementasinya, serta dikolaborasikan dengan sinergitas
yang mungkin dapat
dilakukan dengan kementerian terkait. Adapun draft kebijakan tersebut, adalah :
Pertama, penguatan kapasitas dan
kapabilitas intelijen TNI. Kedua, optimalisasi manajemen operasi
TNI dan interoperabilitas satuan operasi TNI.
Ketiga, meningkatkan kompetensi
dan kesejahteraan prajurit TNI. Keempat, membangun interoperabilitas
logistik TNI. Kelima, meningkatkan peran
dan tugas teritorial TNI. Keenam, optimalisasi tugas-tugas
perbantuan TNI dan Ketujuh, membangun
sinergitas kelembagaan antara TNI dengan lembaga pemerintah dan non-pemerintah.
yang mungkin dapat
dilakukan dengan kementerian terkait. Adapun draft kebijakan tersebut, adalah :
Pertama, penguatan kapasitas dan
kapabilitas intelijen TNI. Kedua, optimalisasi manajemen operasi
TNI dan interoperabilitas satuan operasi TNI.
Ketiga, meningkatkan kompetensi
dan kesejahteraan prajurit TNI. Keempat, membangun interoperabilitas
logistik TNI. Kelima, meningkatkan peran
dan tugas teritorial TNI. Keenam, optimalisasi tugas-tugas
perbantuan TNI dan Ketujuh, membangun
sinergitas kelembagaan antara TNI dengan lembaga pemerintah dan non-pemerintah.
Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa, dalam
menapaki program kerja tahun 2015 serta menyempurnakan peran dan tugas TNI
kembali akan
merumuskan pemikiran, yang menjadi modal dalam implementasi
Renstra TNI 2015-2019 yang telah diformat, guna mencapai kemajuan TNI yang
lebih baik, yang setidaknya untuk jangka pendek satu tahun ke depan di tahun
2015. Dan hal ini menurut panglima TNI bukan
semata-mata akan menampilkan “We Are Different dan We Are
The Solution”,
serta bukan juga tidak mau berpindah dari zona nyaman, tetapi yang pasti hari
esok
harus lebih baik, dan perubahan adalah sebuah keniscayaan yang harus para Perwira
hadapi bagi sebuah kemajuan TNI.
merumuskan pemikiran, yang menjadi modal dalam implementasi
Renstra TNI 2015-2019 yang telah diformat, guna mencapai kemajuan TNI yang
lebih baik, yang setidaknya untuk jangka pendek satu tahun ke depan di tahun
2015. Dan hal ini menurut panglima TNI bukan
semata-mata akan menampilkan “We Are Different dan We Are
The Solution”,
serta bukan juga tidak mau berpindah dari zona nyaman, tetapi yang pasti hari
esok
Menurut Panglima TNI, kita boleh berbangga bahwa pembangunan MEF TNI hingga
Renstra tahap I 2010-2014 telah mencapai ± 38% dari pembangunan kekuatan dan
pengembangan kemampuan, namun besaran tersebut belum menyangkut pembangunan
kesejahteraan dan belum menyentuh upaya menjaga masa pakai Alutsista yang telah
dimiliki saat ini. Untuk itu Panglima
TNI telah menyiapkan 3 Rencana Strategis (Renstra), yaitu Renstra Pembangunan dan
Pengembangan Kemampuan TNI 2015-2019, Renstra Pembangunan Kesejahteraan
Prajurit 2015-2019, dan Renstra Pemeliharaan dan Perbaikan Alutsista TNI
2015-2019. Ketiga Renstra tersebut merupakan kosistensi kita terhadap komitmen
menjadikan TNI yang profesional, militan, solid, sejahtera, dicintai dan
dibanggakan rakyat.
Selanjutnya dalam upaya membangun manajemen TNI
yang solid dan adaptable, serta interoperabilitas operasional termasuk peran
teritorial TNI, Panglima TNI menitikberatkan dalam implementasi Renstra
Pembangunan dan Pengembangan Kemampuan 2015-2019, yang didalamnya secara
eksplisit memuat upaya mengeleminasi ego sektoral.
Demikian juga upaya
membangun perumahan dan peningkatan pelayanan kesehatan terkait kebijakan BPJS
harus menjadi pemikiran kita semua, serta optimalisasi Dewan Kebijakan Penentu
(Wanjaktu) Alat Perlengkapan (Alkap) dan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI
harus menjadi atensi, guna mewujudkan interoperabilitas logistik TNI,
dihadapkan kepada pengembangan organisasi TNI dan dinamika kebijakan pemerintah,
serta dihadapkan kepada perkembangan teknologi, yang cenderung bergerak dinamis
dan inovatif. Pada sisi yang sama,
penguatan kultur dan karakter prajurit juga harus menjadi bahan diskusi sehingga ditemukan solusi, guna mengeleminasi sikap dan
tindakan primitif prajurit, khususnya terkait dengan sering terjadinya
perkelahian dengan anggota Polri, kasus narkoba dan tindakan yang tidak
bersahabat terhadap rakyat.
Rapim TNI yang dilaksanakan tanggal 22-23 Desember 2014
ini juga akan diisi ceramah dan pembekalan dari beberapa Menteri yaitu Menteri
Pertahanan, Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas, Menteri Keuangan, Menteri
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menkopolhukam, serta Menko Kemaritiman.
Autentikasi :
Kapuspen TNI, Mayjen TNI M. Fuad Basya
No comments:
Post a Comment