Kuningan (LawuNews) Hampir satu tahun lebih, Pemerintah Kabupaten Kuningan menjadi mitra program USAID PRIORITAS (Prioritizing Reform, Innovation and Opportunities for Reaching Indonesia’s Teachers, Administrators, and Students) dengan melibatkan dua kecamatan terpilih yaitu Kec. Cilimus dan Kec. Garawangi.
Guru, kepala sekolah, siswa, komite sekolah, sampai pegawai terlibat dalam pelaksanaan pameran pendidikan yang rencananya akan berlangsung di Lembah Ciremai, Selasa (17/02).
Guru, kepala sekolah, siswa, komite sekolah, sampai pegawai terlibat dalam pelaksanaan pameran pendidikan yang rencananya akan berlangsung di Lembah Ciremai, Selasa (17/02).
Terjadi semangat baru di kalangan guru untuk meningkatkan kapasitas dan potensinya. Para kepala sekolah binaan USAID PRIORITAS tampak berkomitmen untuk meningkatkan tatakelola dan manajemen berbasis sekolah dalam mendukung proses pembelajaran yang baik. Maka, program pendidikan USAID PRIORITAS perlu segera disebarluaskan ke seluruh kecamatan di kabupaten Kuningan.
Demikian dikatakan oleh Suharso, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kab. Kuningan, dalam kesempatan berbincang dengan tim Koordinator USAID PRIORITAS Kabupaten Kuningan (12/2). Kehendak pemerintah daerah kabupaten Tasikmalaya untuk mendiseminasikan program USAID ini didasarkan pada fakta bahwa program yang baru berjalan setahun ini ternyata telah menunjukkan dampak positif.
“Dinas Pendidikan Kab. Kuningan mengapresiasi program USAID PRIORITAS, karena banyak membawa perubahan di tingkat sekolah, baik pembelajaran maupun manajemen” ujar Suharso.
Ahmad Syaiful Bahri, koordinator USAID PRIORITAS Kab. Kuningan, menggambarkan perubahan yang terjadi di tingkat sekolah. Berdasarkan hasil pemantauannya, dampak program sudah mulai terlihat di sekolah mitra. Kinerja siswa mengalami kemajuan penting. Mereka tampak merasa betah di sekolah. Kini mereka selalu bersemangat dalam menikmati setiap menit di ruang kelas, “semua terlibat aktif, siswa dan guru, semakin membuat betah di kelas dengan adanya pengelompokkan dalam pembelajaran serta pajangan yang dapat dijadikan sumber belajar” ungkap Syaiful.
“Kabupaten Kuningan siap menggelar pameran pendidikan, setelah berjalan satu tahun lebih, pameran akan dilaksanakan pada Selasa tanggal 17 Februari,” pungkas Syaiful. Kegiatan showcase terdiri atas simulasi pembelajaran, talkshow, dan pameran praktik pendidikan yang baik. Syaiful berharap, kegiatan showcase dapat menginspirasi para pemangku kepentingan pendidikan dasar di kabupaten Kuningan untuk meningkatkan mutu pendidikan. (Ahmad SB/Red)

No comments:
Post a Comment