Saturday, July 13, 2013

Bappeda Banjar Raih ISO 9001;2008

BANJAR.LawuNews
  
                                                                    Net
Tepatnya tanggal 24 Mei 2013, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Banjar memperoleh Sertifikat Standar Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 untuk lingkup Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah. Untuk instansi Pemerintah, terutama di Kota Banjar perolehan Sertifikasi SMM ISO 9001:2008 ini merupakan suatu hal yang baru. Upaya sertifikasi ini bukan tanpa alasan. Seperti diketahui ISO 9001:2008 dan series adalah suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Mutu (SMM). Sistem Manajemen Mutu dibuat untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi atau perusahaan dalam hal mutu. Sedangkan mutu sendiri merupakan tingkatan derajat yang merupakan perwujudan baik barang atau jasa sebagai akibat karakteristik atau parameternya mampu memenuhi persyaratan tertentu. Jadi suatu SMM merupakan suatu sekumpulan prosedur terdokumentasi dan praktek-praktek standar untuk manajemen sistem yang menjamin kesesuaian dari suatu proses dan produk terhadap kebutuhan atau persyaratan tertentu. 
   Perolehan itu juga diharapkan mejadi motivasi bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang lainnya, agar bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Hal itu disampaikan Sekretaris Bappeda Kota Banjar, Asep Setiadi, S.Sos beberapa waktu lalu. Dia mengatakan, Bappeda sudah sejak dua tahun silam mempersiapkan diri agar memperoleh Sertifikasi ISO tersebut. “Ini tidak instan. Untuk memperoleh ISO ini memakan waktu yang cukup panjang, “ungkapnya. Menurut Asep, dasar penerapan ISO tersebut sesuai dengan tugas dan fungsi Bappeda dalam menyusun RKPD.“Penerapan ini diharapkan menghasilkan perencanaan pembangunan tahunan daerah khususnya untuk penyusunan RKPD yang sesuai dengan kebutuhan, “katanya. Asep berharap, melalui hal itu juga, dapat tercipta keterpaduan, kesesuaian dan efektivitas perencanaan pembangunan tahunan dalam menyusun RKPD. Selain itu, adanya jaminan mutu atau kualitas proses perencanaan pembangunan tahunan. 
  “Juga meningkatkan kinerja perencanaan pembangunan tahunan daerah sesuai dengan standar internasional, “imbuhnya. Senada dengan Sekretaris Bappeda, Kasubag Program Bappeda, Viesyka Dewi P, S.T,M.T, menambahkan, sekelas lembaga instansi di Kota Banjar, perolehan ini terbilang baru. Menurutnya, untuk memperoleh sertifikasi ISO, Bappeda dituntut untuk mendokumentasikan segala bentuk adminitrasi, kegiatan dan pekerjaan. “Persyaratan yang diminta badan sertifikasi tersebut sebenarnya tentang kegiatan yang berkaitan dengan tugas dan pekerjaan kita sehari-hari. Dan semua itu perlu dibuat dokumentasinya, “katanya. Viesyka juga berharap, prestasi yang sudah diraih Bappeda harus terus dipertahankan. Lebih jauhnya, prestasi itu bisa menjadi motivasi bagi OPD yang lain untuk meraih ISO 9001;2008. SMM ISO 9001:2008 digunakan selain untuk meningkatkan performa juga untuk mengontrol Sistem Manajemen Mutu itu sendiri, apakah ada improvement atau justru sebaliknya. 
   Kenapa? Karena dalam SMM ISO 9001:2008 ada pihak lain yang menjaga atau mengawal implementasi sistem tersebut, yakni badan sertifikasi dan auditor eksternal. Pengawalan tersebut dilakukan melalui audit ISO 9001:2008 dan sertifikasi itu sendiri. Ada batasan dalam peroleh sertifikat ini, yang jika setelah melewati surveilance audit ternyata sudah tidak sesuai lagi, maka sertifikat bisa dicabut. Inilah yang tidak terdapat dalam sistem manajemen mutu non formal, apalagi dalam Sistem Manajemen non dokumentasi. Sistem ini juga menjamin bahwa Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 organisasi atau perusahaan tersebut masih berjalan baik dan terus berkembang sesuai standar internasional ISO 9001. 
   Model Manajemen atau pengelolaan organisasi dalam ISO 9001 menganut model PDCA Continual Improvement dan pendekatan proses. Dengan demikian pada prinsipnya ISO 9001 berisi klausul-klausul yang terkait dengan dengan perencanaan (Plan), pelaksanaan (Do), pemeriksaan (Check) dan tindakan perbaikan atau pencegahan serta perbaikan berkesinambungan. Apabila klausul-klausul dalam ISO 9001:2008 tersebut dipatuhi atau diimplementasikan dengan baik, maka sebenarnya tidak ada alasan bagi organisasi atau perusahaan untuk tidak bisa memenuhi persyaratan yang ditentukan. Lebih lanjut peningkatan kinerja tentu saja dapat dicapai dengan baik. Klausul-klausul inilah yang sebenarnya didokumentasikan secara jelas dalam ISO 9001:2008, tandas Viesyka. (Mamay/Dian/Red)

No comments:

Koprasi Warga Cimahi Mandiri Menggelar RAT Tepat Waktu

Cimahi (LawuPost)  Koperasi yang sehat dan baik adalah Koperasi yang mampu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu, dan Rap...