CIAMIS.LawuNews
Pelaksanaan Pekan Raya Ciamis (PRC) yang digelar dalam rangka memperingati Hari jadi Kabupaten Ciamis ke 371 yang digagas oleh GM FKPPI cabang Ciamis bekerjasama dengan Gibas Ciamis yang pelaksanaannya dimulai tanggal 17 Juni s/d 7 Juli 2013 dengan mengambil tempat di Jalan Koperasi Ciamis diwarnai dengan kurangnya kesadaran SOPD, BUMN dan BUMD untuk berpartisipasi mengisi stand-stand yang disediakan oleh panitia. Akibatnya, panitia menderita kerugian mencapai Rp 24 juta.
SOPD, BUMN dan BUMD yang tidak berpastisipasi dalam ajang PRC diantaranya, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, Energi dan Sumber Daya Mineral (DBMSDAE dan SDM), Dinas Perhubungan, Dekranasda, Inspektorat, BPN, Pengadilan Agama, Kementrian Agama, Perum Perhutani, Kantor Pegadaian, PDAM Tirta Galuh, PT. Telkom, PT. PLN, PT. Pos Indonesia, BPLH, BKDD, BP4K, Bappeda, Badan Ketahanan Pangan, Kantor Kesbangpolinmas, BPS, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kejaksaan Negeri dan Badan Penanggulangan Bencana Alam.
Hal tersebut dikemukakan Bagian Umum PRC yang merupakan wakil ketua II GM FKPPI cabang Ciamis, Roni. K. Henukh (41). Menurutnya, alasan ketidakikutsertaan para SOPD, BUMN dan BUMD diatas adalah faktor pendanaan. Padahal pihaknya sudah memberikan toleransi yang menurutnya sangat menguntungkan bagi mereka. “Ada kegelian salah satu SOPD mengatakan karena tidak ada biaya untuk berpartisipasi mengisi stand PRC pihaknya lebih memilih untuk berperan serta dalam ajang Jakarta Fair yang digelar di Jakarta, karena gratis segala akomodasi sudah ditanggung oleh panitia.
Padahal untuk segala kegiatan seperti hal tersebut setidaknya ada perjalanan dinas serta bekal yang diajukan sebagai SPJ, “ketus Roni.
Keheranan Roni dirasakan juga oleh para panitia ajang PRC, dimana pihaknya dalam hal ini GM FKPPI Kabupaten Ciamis dan Gibas Ciamis dimana sebelumnya berbekal himbauan dari Bupati Ciamis nomor 51011/556-Perek terkait partisipasi untuk mendukung suksesnya pelaksanaan sekaligus dalam rangka menyampaikan informasi, program, potensi dan hasil-hasil pembangunan Kabupaten Ciamis, maka SOPD, BUMN dan BUMD untuk berpartisipasi sebagai peserta dalam acara pameran Pekan Raya Ciamis.
Padahal pihaknya, sengaja menggelar ajang PRC ini untuk mengembalikan tradisi lama, dimana biasanya masyarakat sudah bisa menyimpulkan bahwa yang dinamakan pameran cuma pajangan pakaian-pakaian, perabotan sekaligus permainan anak.
Untuk itu lewat ajang PRC 2013 GM FKPPI cabang Ciamis dan Gibas Ciamis mengembalikan yang sebenarnya apa yang disebut pameran dimana setiap stand itu diisi oleh program-program, potensi-potensi daerah serta hasil-hasil pembangunan yang ada di tiap SOPD, BUMN dan BUMD untuk diketahui oleh masyarakat demi kepentingan masyarakat, tandas Roni.
Roni mencontohkan, salah satu BUMD dan BUMN yaitu PDAM dan PLN hanya karena alasan tidak ada yang tunggu untuk stand sampai membatalkan untuk berpartisipasi dalam ajang PRC. Padahal banyaknya komplain masyarakat yang diakibatkan oleh pelayanan mereka yang tidak maksimal sehingga merugikan masyarakat.”Ketika kewajiban mereka membayar rekening tagihan dengan sigapnya pihak BUMN dan BUMD ini seperti algojo yang siap memancung para pelanggannya tetapi ketika masyarakat mempertanyakan pelayanan yang mereka inginkan mereka seolah-olah tertutup mata dan telinganya, “geram Roni.
Senada dengan Roni, Dayat (52) penduduk Desa Urug Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis merasa kecewa ketika melihat banyaknya stand yang kosong. Menurutnya, pihaknya beserta keluarga jauh-jauh datang ke ajang PRC ini untuk melihat berbagai produk hasil-hasil pembangunan yang ada di Kabupaten Ciamis serta informasi-informasi penting yang bisa diserap oleh dirinya.
“Secara pribadi saya mengacungkan jempol kepada dua organisasi massa yaitu FKPPI dan Gibas yang sudah mendesain ajang PRC ini untuk dimanfaatkan sebagai wahana informasi dan pengenalan produk kepada masyarakat.
Tapi saya kecewa, apakah memang kurang koordinasi atau memang kurangnya kesadaran dari para SOPD, BUMN dan BUMD untuk mengikuti ajang PRC ini, “sesal Dayat.
Salah satu SOPD yang ikut mengisi partisipasi dalam ajang PRC 2013 adalah Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (BKBPM) Kabupaten Ciamis, menurut penunggu stand BKBPM, Iwan, juga menyayangkan banyaknya stand yang tidak diisi. Padahal menurutnya, banyak informasi-informasi dari tiap-tiap SOPD, BUMN dan BUMD yang bisa disampaikan kepada masyarakat seputar program yang ada ditubuh SOPD, BUMN dan BUMD untuk diserap oleh masyarakat dalam ajang PRC ini, kata Iwan. (Mamay/Dian/Red)

No comments:
Post a Comment