KODAM III/SLW.LawuNews
Salah satu kewajiban umat Islam adalah menyampaikan dakwah. Karenanya pada setiap satuan harus ada mubaligh yang bisa menyampaikan nilai-nilai keislaman dalam rangka mendukung tugas pokok satuan. Untuk menjadi seorang mubaligh diperlukan pengetahuan dan semangat juang serta pengalaman jam terbang.Hal tersebut disampaikan Kabintaldam III/Siliwangi Kolonel Arh Hindro Martono saat membuka Penataran Mubaligh bertempat di Masjid Al-Ikhlas Makodam III/Siliwangi Jalan Aceh No 69 Bandung, Senin (15/7).
Penataran Mubaligh diikuti oleh 50 peserta terdiri dari prajurit dan Pegawai Negeri Sipil jajaran Kodam III/Siliwangi di wilayah Bandung-Cimahi, akan berlangsung selama enam hari (15-29 Juli 2013) dipusatkan di Masjid Al-Ikhlas, setiap pertemuan berlangsung selama dua jam mulai 09.00 s.d. 11.00.
Penatar yang menyampaikan materi berasal dari Personel Bintaldam dan Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung dengan materi masing-masing : Letkol Caj Drs. Asep Abdullah, M.Ag (Metode Dakwah), mayor Caj Drs. Asep Sodikin, M.M (Komunikasi Dakwah), Mayor Caj Drs. A. Kamaludin (Manajemen Dakwah), Drs. H.Isep Zaenal Arifin, M.Ag dari UIN Bandung (Psykologi Dakwah), Mayor Caj Yusdhi Ghozalie, S.Ag (Materi Dakwah) dan Drs. Tubagus Hidayatulloh, M.Ag (Retorika Dakwah).
Lebih lanjut diungkapkan Kabintaldam III/Siliwangi bulan ramadhan saat ini menjadi momen yang tepat untuk menyelenggarakan Penatar Mubaligh sebagiamana telah dilaksanakan sejak tahun lalu walau menurutnya tahun lalu masih terbatas pada intern anggota Bintaldam. Sementara tahun ini diikuti oleh anggota dari satuan jajaran Kodam III/Siliwangi.
Kabintal mengharapkan kepada para peserta agar kegiatan penataran yang singkat itu dapat diikuti dengan sebaik-baiknya untuk menambah wawasan dan pengetahuan yang bernilai untuk bekal dakwah menjadi Mubaligh di satuan tempat bertugas. (Pendam III/Slw/Tego)

No comments:
Post a Comment