BANDUNG BARAT.LawuNews
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) dimulai pada tahun 2007 dengan mengadopsi program Penanggulangan Kemiskinandi Perkotaan (P2KP), PNPM- MP dilaksanakan sebagai upaya pemerintah untuk membangun kemandirian masyarakat dan pemerintah daerah dalam menanggulangi kemiskinan secara berkelanjutan. Program ini sangat strategis karena menyiapkan landasan kemandirian masyarakat serta menyiapkan program jangka menengah dalam penanggulangan kemiskinan yang menjadi pengikat dalam kemitraan masyarakat dengan pemerintah daerah dan kelompok peduli setempat, jelas coordinator PNPM-MP KBB Euis Supriati,SE saat ditemui dikantornya di Batujajar baru-baru ini.
Euis mengatakan, bahwa luas wilayah kecamatan dampingan/sasaran PNPM-MP Kab. Bandung Barat adalah Kec. Lembang, Kec. Parongpong, Kec. Ngamprah dan Kec. Padalarang, dengan wilayah sasaran, berdasarkan surat edaran Dirjen Cipta Karya Departemen PU perihal lokasi sasaran PNPM-MP tahun 2012 di KBB terdapat 44 desa, yang tahun sebelumnya hanya diberikan kepada 14 desa.
Selanjutnya, Euis mengatakan bahwa Pemda KBB telah membantu anggaran yang dialokasikan dari APBD anggaran tahun 2013 sebesar 1,61 Milyar melalui keputusan Bupati Bandung Barat tentang penetapan bantuan social untuk PNPM-MP di Kab. Bandung Barat Th.2013. yang pada tanggal 21 juni 2013 anggaran tersebut sudah bisa disalurkan dan dimanfaatkan oleh LKM/BKM/Paguyuban yang berada di 44 desa penerima PNPM-MP.
Besarnya peningkatan Anggaran Bantuan Pemda KBB untuk PNPM-Mandiri Perkotaan tersebut, menjadi bukti bahwa pemda KBB melalui Bupati Bandung Barat H. Abubakar menanggapi serius perihal PNPM-MP sebagai upaya pemerintah KBB untuk membangun kemandirian masyarakat dan pemerintah daerah dalam menanggulangi kemiskinan secara berkelanjutan, ungkap Euis.
Euis selaku coordinator BKM/LKM KBB menuturkan pemberian dana tersebut pencairannya dilakukan secara bertahap, tanpa dilengkapi surat rekomendasi dari coordinator KBB anggaran yang ada di setiap rekening masing-masing penerima bantuan, tidak bisa dicairkan oleh pihak Bank, jelasnya. Dari anggaran 1,61 milyar tersebut, 67% adalah untuk penguatan program Infrastruktur yaitu sarana perbaikan jalan gang dengan packing block atau cor beton , 16% peningkatan Ekonomi Masyarakat dan 17% adalah Sosial masyarakat.
Sementara, Bupati Bandung Barat, H. Abubakar menegaskan bahwa salah satu program utama pemerintahannya adalah memprioritaskan pengurangan jumlah masyarakat miskin dengan meningkatkan swadaya masyarakat sehingga bisa lebih berdaya lagi.
“Salah satunya dengan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan yang pada kenyataannya sangat dirasakan manfaat keberadaannya oleh masyarakat,” terang Abubakar kepada wartawan usai membuka acara semiloka PNPM-MP di Gedung Cermat baru-baru ini.
Pasalnya, PNPM sangat menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. Selain melakukan pembangunan sarana prasarana infrastruktur, juga menyentuk pada peningkatan perekonomian masyarakat secara langsung. “Jadi, sudah menjadi tugas kita sebagai aparat pemerintah untuk berusaha menguranginya dengan berbagai program yang dapat dirasakan dan melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses pelaksanaannya,” ungkapnya.(DI/Red)

No comments:
Post a Comment