Bandung (Lawunews.Com)
Dalam rangka mengantisipasi perkembangan ISIS di wilayah Jawa Barat, Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Mochamad Iriawan,.SH,.MM,.MH., Selasa (16/9/2014) memberikan arahan kepada seluruh Kapolres/Kapolrestabes, Kasat Intel, Kasat Binmas dan Kanit Binmas Polsek Jajaran Polda Jabar, sehingga memiliki gambaran yang jelas dan komprehensif tentang sejarah dan
keberadaan ISIS di Indonesia, dan dapat menentukan langkah lanjut dalam mengantisipasi perkembangan paham dan gerakan ISIS di Indonesia, khususnya di Jawa Barat ini. Arahan dilaksanakan di Aula Muryono Mapolda Jabar Jalan Soekarno-Hatta 748 Bandung. Hadir juga dalam kesempatan tersebut Prof. Salim Umar, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Prov. Jabar.
Dalam sambutannya Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Mochamad Iriawan,.SH,.MM,.MH, menyampaikan, masalah keamanan, tentunya tidak terlepas dari peran kita bersama dalam menjaga tetap aman dan kondusifnya situasi kamtibmas di Jawa Barat. Salah satu ancaman Gangguan Kamtibmas yang saat ini terus melakukan propaganda dan gerakan teror, yakni kemunculan paham/gerakan ISIS (Islamic State Of Iraq and Syiria atau Negara Islam Irak dan Syiria). Berdasarkan catatan PBB, kekacauan yang merebak beberapa bulan terakhir akibat aksi gerilyawan ISIS telah menewaskan 2.400 orang di Irak, hanya selama bulan Juni 2014. ini angka kematian paling buruk dalam beberapa tahun belakangan ini.
Melihat dari tayangan dan propaganda ISIS, mereka melakukan kekerasan, pembunuhan, perampokan dan perusakan simbol agama dan fasilitas umum, untuk kepentingan mereka. ISIS menganggap semua golongan diluar mereka kafir, dan harus diperangi. Pada kesempatan ini Kapolda Jabar menyampaikan sangat prihatin, beberapa warga masyarakat sudah ada yang bergabung (berba’iat) dengan ISIS, bahkan diindikasi sudah ada yang berangkat ke Iraq dan Syiria untuk berperang. Hal ini tentunya menjadi kekhawatiran dan ancaman bersama, mengingat paham dan keberadaan ISIS dan faham radikalisme/terorisme lainnya, bertentangan dengan ajaran Islam sebagai rahmat bagi semesta alam, serta juga bertentangan dengan Ideologi Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, dalam membendung dan menolak propaganda ISIS dan fakam radikalisme/terorisme lainnya, seluruh jajaran telah melaksanakan Deklarasi untuk menolak ISIS, sehingga diperlukan langkah lanjut yang perlu dirumuskan bersama.
Sementara itu, Prof. Salim Umar dalam paparannya menyampaikan sepak terjang ISIS dengan doktrinnya yang sangat keras dan tanpa kompromi, kejam dan sadis, bahkan terlihat tidak berperi-kemanusiaan sama sekali, maka sulit untuk dapat menerima bahwa perjuangan ISIS adalah sesuai dengan Ajaran Islam, yang Allah subhanahu wata’ala mengutus Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam adalah untuk membawa rahmat dan kasih sayang ke seluruh alam. Perlakuan ISIS terhadap orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka, juga tidak sesuai dengan perilaku Nabi yang halus dan lembut, tidak kasar dan tidak keras menghadapi kawan maupun lawan, tetapi beliau adalah sangat pemaaf dan selalu bermusya-warah dengan orang-orang yang berbeda pendapat dengan beliau (Surah Ali Imran ayat 159).
Selanjutnya Prof. Salim Umar menyampaikan pesan bagaimana menghadapi ISIS, yaitu pertama harus waspada terhadap orang-orang yang katanya memperjuangkan Islam dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Kedua, dalam ajaran Islam tidak ada paksaan dalam beragama, karena semua ketentuan agama telah dijelaskan sehingga dapat dipahami mana yang petunjuk atau hidayah, dan mana yang kesesatan, dan yang ketiga, orang Islam juga dilarang mengikuti suatu pendapat yang tidak jelas salah benarnya, karena panca indera dan akal pemikiran manusia akan diminta pertanggungjawabannya di akherat kelak.(Bid Humas Polda Jabar/David/Rusli)
Dalam rangka mengantisipasi perkembangan ISIS di wilayah Jawa Barat, Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Mochamad Iriawan,.SH,.MM,.MH., Selasa (16/9/2014) memberikan arahan kepada seluruh Kapolres/Kapolrestabes, Kasat Intel, Kasat Binmas dan Kanit Binmas Polsek Jajaran Polda Jabar, sehingga memiliki gambaran yang jelas dan komprehensif tentang sejarah dan
Dalam sambutannya Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Mochamad Iriawan,.SH,.MM,.MH, menyampaikan, masalah keamanan, tentunya tidak terlepas dari peran kita bersama dalam menjaga tetap aman dan kondusifnya situasi kamtibmas di Jawa Barat. Salah satu ancaman Gangguan Kamtibmas yang saat ini terus melakukan propaganda dan gerakan teror, yakni kemunculan paham/gerakan ISIS (Islamic State Of Iraq and Syiria atau Negara Islam Irak dan Syiria). Berdasarkan catatan PBB, kekacauan yang merebak beberapa bulan terakhir akibat aksi gerilyawan ISIS telah menewaskan 2.400 orang di Irak, hanya selama bulan Juni 2014. ini angka kematian paling buruk dalam beberapa tahun belakangan ini.
Melihat dari tayangan dan propaganda ISIS, mereka melakukan kekerasan, pembunuhan, perampokan dan perusakan simbol agama dan fasilitas umum, untuk kepentingan mereka. ISIS menganggap semua golongan diluar mereka kafir, dan harus diperangi. Pada kesempatan ini Kapolda Jabar menyampaikan sangat prihatin, beberapa warga masyarakat sudah ada yang bergabung (berba’iat) dengan ISIS, bahkan diindikasi sudah ada yang berangkat ke Iraq dan Syiria untuk berperang. Hal ini tentunya menjadi kekhawatiran dan ancaman bersama, mengingat paham dan keberadaan ISIS dan faham radikalisme/terorisme lainnya, bertentangan dengan ajaran Islam sebagai rahmat bagi semesta alam, serta juga bertentangan dengan Ideologi Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, dalam membendung dan menolak propaganda ISIS dan fakam radikalisme/terorisme lainnya, seluruh jajaran telah melaksanakan Deklarasi untuk menolak ISIS, sehingga diperlukan langkah lanjut yang perlu dirumuskan bersama.
Sementara itu, Prof. Salim Umar dalam paparannya menyampaikan sepak terjang ISIS dengan doktrinnya yang sangat keras dan tanpa kompromi, kejam dan sadis, bahkan terlihat tidak berperi-kemanusiaan sama sekali, maka sulit untuk dapat menerima bahwa perjuangan ISIS adalah sesuai dengan Ajaran Islam, yang Allah subhanahu wata’ala mengutus Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam adalah untuk membawa rahmat dan kasih sayang ke seluruh alam. Perlakuan ISIS terhadap orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka, juga tidak sesuai dengan perilaku Nabi yang halus dan lembut, tidak kasar dan tidak keras menghadapi kawan maupun lawan, tetapi beliau adalah sangat pemaaf dan selalu bermusya-warah dengan orang-orang yang berbeda pendapat dengan beliau (Surah Ali Imran ayat 159).
Selanjutnya Prof. Salim Umar menyampaikan pesan bagaimana menghadapi ISIS, yaitu pertama harus waspada terhadap orang-orang yang katanya memperjuangkan Islam dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Kedua, dalam ajaran Islam tidak ada paksaan dalam beragama, karena semua ketentuan agama telah dijelaskan sehingga dapat dipahami mana yang petunjuk atau hidayah, dan mana yang kesesatan, dan yang ketiga, orang Islam juga dilarang mengikuti suatu pendapat yang tidak jelas salah benarnya, karena panca indera dan akal pemikiran manusia akan diminta pertanggungjawabannya di akherat kelak.(Bid Humas Polda Jabar/David/Rusli)
No comments:
Post a Comment