Pangandaran (Lawunews.Com)
Sebanyak 62 akseptor KB di Kecamatan Pangandaran ikuti program pemasangan implan dan IUD di Puskesmas Pangandaran. Kegiatan tersebut difasilitasi oleh UPTB KB Kecamatan Pangandaran Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Kependudukan , Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BP3APK2BPMPD) Kabupaten Pangandaran yang bekerjasama dengan Koramil Pangandaran, Kamis (25/9).
Kabid KBKS (Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera) BP3APK2BPMPD Kabupaten Pangandaran, Asep Agustin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu program untuk meningkatkan jumlah akseptor KB di Kabupaten Pangandaran. “Kegiatan pemasangan implan merupakan salah satu program dari pemerintah untuk menekan jumlah penduduk, “ucapnya.
Dikatakannya, antusias para akseptor memasang implan di Kecamatan Pangandaran sangat tinggi. “Sampai implan yang kita siapkan kekurangan, untung masih ada stoknya, “ujarnya. Lanjut Asep, setiap bulan implan yang disediakan oleh Dinas sebanyak 400 implan yang dikirim langsung oleh BKKBN Provinsi rutin setiap bulan. Pihaknya berharap dengan banyaknya masyarakat Pangandaran menjadi akseptor, akan mampu mengatur pertumbuhan penduduk. Sehingga dengan demikian akan memengaruhi terhadap derajat dan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan Keluarga Berencana (UPTB KB) Pangandaran, Dudung Sopandi, SIP mengatakan, pemasangan implan dilakukan bergilir. Dan saat ini dilakukan khusus diwilayah Kecamatan Pangandaran. Implan yang dipasang kepada akseptor sebanyak satu batang untuk tiga bulan. “Sekarang implannya cukup satu batang untuk tiga tahun. Kalau dulu satu batang buat satu tahun, sekarang kualitas implannya bagus, “katanya. Dudung melanjutkan, kegiatan tersebut bekerjasama dengan Koramil Pangandaran dalam rangka TNI manunggal KBKS (Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera). “Kita kerjasama dengan Koramil Pangandaran dan Dinas Kesehatan Puskesmas Pangandaran, “tandasnya.
Saat ini target pencapaian peserta Keluarga Berencana atau akseptor baru untuk wilayah Kecamatan Pangandaran per bulan Agustus 2014 sudah mencapai 70,39%. “Untuk di Kecamatan Pangandaran tidak ada kendala dalam pencapaian target program KB. Pasalnya selain petugas kami yang terus eksis dilapangan untuk mensosialisasikan program KB, juga kesadaran masyarakat sudah mulai paham dan mengerti akan fungsi program KB yang ternyata bermanfaat bagi kehidupan mereka sendiri, “ujar Dudung.
Ditempah terpisah Sekretaris Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Kependudukan Keluarga Berencana dan Pemerintah Desa Kabupaten Pangandaran, Drs. Tavian Soekartono, SE membenarkan, bahwa untuk program KB di tingkat Kabupaten Pangandaran tak ada kendala. “Jadi dengan sisa waktu yang ada kami optimistis bakal mencapai target 100 persen bahkan lebih. Hanya saja untuk program Medis Operasi Pria (MOP) atau KB Pria masih belum maksimal dari target 13 karena terhitung sampai bulan Agustus 2014 baru mencapai 1 orang, “ujar Tavian.
Tavian mengungkapkan, hasil evaluasi per Agustus 2014 untuk pencapaian akseptor dari 10 Kecamatan tingkat Kabupaten, dari target 13.739 orang, sudah terlealisasi 9.746 atau 70, 94 persen. Sedangkan untuk pencapaian peserta KB baru, dari mulai penggunaan alat kontrasepsi IUD, MOW, MOP, Kondom, Jm non hormonal, implant, suntik, pil, Jm hormonal dari target 13.739 orang terlealisasi 9.746 atau 70,93 persen.
Tavian melanjutkan, untuk target peserta KB aktif (CU) Kabupaten Pangandaran, data yang ada per Agustus 2014 dari pemakaian alat kontrasepsi tersebut, target 59.003 orang terlealisasi 64.668 orang. Sehingga dari data tersebut sudah melebihi target sebanyak 5.665 orang. “Hanya saja untuk ke daerah pelosok-pelosok masih agak sulit karena minimnya alat transportasi, “ucapnya.
Salah satu akseptor Kusrini (30), warga Dusun Parapat Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran kepada Media Bangsa mengatakan, dirinya sengaja dipasang implan karena selain waktunya lama juga lebih mudah. “Kita hanya di pasang saja dan selanjutnya tiga tahun aman. Kalau kontrasepsi yang lain seperti pil suka lupa dan kebablasan. Sebelum melakukan pemasangan implan dirinya mendapatkan sosialisasi dan pemberitahuan dari petugas KB. Saya tahunya dari petugas, mereka memberikan penjelasan kepada saya kalu ada pemasangan implan di Puskesmas Pangandaran, “kata Kusrini. (Mamay)

No comments:
Post a Comment