Wednesday, October 15, 2014

Warga SMKN 1 Ciamis Mensauritauladani Pengorbanan Nabi Ibrahim

Ciamis (Lawunews.Com) 
Bertempat di halaman belakang Kampus SMKN 1 Ciamis, Senin (6/10) ribuan siswa SMKN 1 Ciamis berbaur dengan masyarakat sekitar kampus melihat prosesi penyembelihan hewan qurban. SMKN 1 Ciamis tahun ini menyembelih hewan qurban 2 ekor sapi jenis limosin. Sebelum pelaksanaan pemotongan hewan qurban warga sekolah mendengarkan tausiah yang diberikan guru PAI SMKN 1 Ciamis, Jenal Abidin, M.Ag dan pembina Irma SMKN 1 Ciamis, Dra. Lilis Nurhayati. Dalam tausiahnya, Jenal Abidin, M.Ag menjelaskan makna perayaan hari raya Idul Adha. Menurutnya, ibadah qurban pada hakikatnya adalah penyembelihan nafsu duniawi, nafsu hewani yang ada pada diri manusia. Sebagaiman yang dijelaskan Ali Syari’ati bahwasanya simbol qurban bermakna kemusnahan dan kematian ego manusia. Berqurban berarti menahan diri dan berjuang melawan  godaan ego. Muhammad Ali (1874-1951) seorang musafir modern, memaknai qurban sebagai tindakan kerendahan hati dan kesabaran dalam penderitaan dan ketakjuban kepada Ilahi.

Yang menarik untuk dicermati adalah sejarah ritual qurban itu sendiri. Pemaknaan ibadah qurban selama ini selalu disandarkan kepada sosok laki-laki  yakni Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Padahal, dalam sejarah itu ada sosok manusia yang nyaris diabaikan perannya, mereka adalah Siti Sarah da Siti Hajar. Siti Sarah rela berqurban, merelakan Ibrahim (suaminya) untuk menikah lagi dengan Siti Hajar karena ketidakmampuannya memberikan keturunan setelah berpuluh-puluh tahun menikah. Begitupun sosok Siti Hajar, sosok perempuan yang luar biasa melahirkan seorang Ismail yang kelak menjadi Nabi. Siti Hajar berhasil mendidik anaknya menjadi seorang pemuda yang taat dan sholeh. Sehingga tatkala sang ayah memintanya untuk menyembelihnya karena Alloh, Ismail tanpa tedeng aling-aling langsung menyanggupinya. Sebuah pengorbanan yang luar biasa, pengorbanan yang sulit kita temui pada masa sekarang ini. Sebuah pengorbanan karena kecintaannya kepada Alloh SWT, kata Jenal.

Kepala SMKN 1 Ciamis, Dra. Ika Karniati Sardi, M.MPd didampingi Kasubag TU SMKN 1 Ciamis, H. Rahmat, SE yang merupakan Sekretaris Komite SMKN 1 Ciamis didampingi  Ketua Panitia Umum Qurban, Rusdiharto, SPd sewaktu memantau prosesi penyembelihan hewan qurban dibelakang kampus SMKN 1 Ciamis kepada Media Bangsa menegaskan, makna dari perayaan qurban tahun ini betul-betul bisa dimaknai oleh warga SMKN 1 Ciamis khususnya siswa siswi SMKN 1 Ciamis tentang kesauritauladanan Nabi Ibrahim yang berani mengorbankan anaknya untuk diqurbankan. “Meskipun dalam pelaksanaannya, ketika akan disembelih Nabi Ismail oleh ayahnya (Nabi Ibrahim) Alloh SWT merubah sosok Nabi Ismail menjadi seekor kibas (kambing). Peristiwa ini bisa memberikan gambaran tentang keikhlasan seorang insan manusia kepada sang Kholiq dan ini bisa menjadi pembelajaran bagi warga sekolah khususnya siswa siswi SMKN 1 Ciamis dalam memaknai penyembelihan hewan qurban untuk berbagi kepada sesama dalam hal ini masyarakat sekitaran kampus SMKN 1 Ciamis, “kata  Kepala SMKN 1 Ciamis, Dra. Ika Karniati Sardi, M.MPd.

Hal yang sama diutarakan Pembina IRMA SMKN 1 Ciamis, Dra. Lilis Nurhayati selaku guru PAI di SMKN 1 Ciamis. Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan Siti Hajar ini memberikan pelajaran yang luar biasa tentang ketaatan seorang abid kepada sang Khaliq, kecintaan yang tiada bandingannya. Yang tidak bisa diukur dengan apapun. Sifat altruism atau pengorbanan pada saat ini sangat diperlukan. Dimana sudah tidak ada lagi dalam diri pemangku amanah negara kita ini sifat-sifat yabg dicontohkan oleh kisah Nabi Ibrahim dan keluarganya. Yang ada dalam pikiran mereka adalah bagaimana meraup keuntungan sebesar-besarnya selama mereka memegang sebuah jabatan. 

Yang akhirnya mereka terjerembab kedalam kubangan maksiat, kejahatan korupsi yang menggerogoti tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebuah kejahatan yang sudah mengakar dan sulit untuk disembuhkan, kata Lilis. Sementara itu Ketua umum  pelaksanaan pemotongan hewan qurban di SMKN 1 Ciamis, Rusdiharto, SPd didampingi panitia pelaksana pemotongan hewan qurban, Drs. DAsep Nurdin didampingi Usep Hendrayat, SPd dan Atin Herawati, SPd, mengatakan tahun ini makna dari peringatan Idul Adha dalam rangka mensyukuri dan mentafakuri pengurbanan yang sudah dilakukan oleh Nabi Ibrahim dengan mengurbankan anaknya sekaligus sebagai ajang pembelajaran kepada para siswa tentang makna-makna sebuah pengorbanan. Tahun ini SMKN 1 Ciamis memotong hewan qurban 2 ekor sapi untuk disalurkan kepada siswa, warga sekolah dan masyarakat sekitar SMKN 1 Ciamis dimana penyembelihan hewan qurban tersebut merupakan patungan dari siswa dan para guru di SMKN 1 Ciamis serta Komite. “Pada prinsipnya dari siswa oleh siswa dan untuk siswa meskipun tidak semua siswa ikut menyumbang. Alhamdulillah kekurangan pembelian dua ekor hewan qurban tersebut bisa ditutupi oleh kami, “kata Rusdiharto.

Rusdiharto menambahkan, pelaksanaan qurban disekolah muncul dari keinginan para siswa. Pihak sekolah hanya mengarahkan dan membingbing agar proses penyembelihan hewan qurban sesuai dengan syariat. Kegiatan qurban bisa membiasakan siswa memiliki rasa kepedulian sosial dan berkarakter, sehingga ketika siswa sudah dewasa dan secara ekonomi mampu bisa melaksanakan qurban sendiri. “Keinginan para siswa untuk berqurban kami respon dengan baik karena manfaatnya sangat besar dalam membentuk karakter siswa. Hanya saja sifatnya bukan qurban biasa tetapi sidqoh qurban dan itu diperbolehkan dalam agama. Yang kami ambil semangat yang muncul untuk berbagi dikalangan para siswa itu sendiri, “tegasnya.

Ketua OSIS SMKN 1 Ciamis, Reza Mustofa sambil berkeringat kepada Media Bangsa menuturkan, bahwa makna dari pelaksanaan Ibadah Qurban, kami dididik oleh guru pembingbing untuk menerapkan rasa kepedulian sosial dikalangan rekan-rekan siswa. “Kami bisa berbagi dengan rekan-rekan sesama yang betul-betul tidak mampu, ibu kantin dan masyarakat sekitar untuk mencicipi daging qurban yang memang dari kami, oleh kami dan untuk kami termasuk kami juga ikut ngarencah daging itu sendiri. Kami tidak diintervensi oleh pihak guru atau sekolah untuk patungan membeli hewan qurban ini. Pihak sekolah hanya mengarahkan agar pelaksanaan qurban bisa sesuai syariat. Makanya kami paham bahwa makna qurban di SMK ini adalah semangat berbagi dengan rekan-rekan sesama serta masyarakat, “kata Reza sambil berapi-api.

Irma salah satu siswa SMKN 1 Ciamis merasa bersyukur atas terlaksananya pemotongan hewan qurban disekolahnya. Setidaknya Irma beserta rekannya yang lain dari hasil tausiah yang diberikan oleh Guru PAI dan pembina Irma bisa memaknai makna qurban yang sebenarnya, selain itu Irma juga bisa bersama teman-teman sekelasnya bercanda ria sambil membakar daging hewan qurban. (Mamay)

No comments:

Koprasi Warga Cimahi Mandiri Menggelar RAT Tepat Waktu

Cimahi (LawuPost)  Koperasi yang sehat dan baik adalah Koperasi yang mampu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu, dan Rap...