Puspen TNI (Lawunews.Com)
Siswa/siswi SMP,
SMA/SMK dan guru lingkungan hidup di wilayah Kota Bekasi yang berjumlah 350 orang dipimpin langsung Wakil Walikota Bekasi
Ahmad Syaikhu menerima pelatihan dan praktek pembuatan
Lubang Resapan Biopori (LRB) dan teknik pengolahan sampah dari prajurit TNI di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI
Cilangkap,
Jakarta Timur, Rabu (5/11/2014).
Lubang Resapan Biopori (LRB) dan teknik pengolahan sampah dari prajurit TNI di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI
Cilangkap,
Jakarta Timur, Rabu (5/11/2014).
Praktek pembuatan LRB di
Mabes TNI ini didasarkan atas komitmen dan keterlibatan TNI dalam menjaga dan
melestarikan lingkungan sehingga menerima Piagam
penghargaan rekor MURI yang diterima Panglima TNI
Jenderal TNI Dr. Moeldoko beberapa waktu lalu yang telah berhasil membuat 10 juta lubang resapan air atau biopori terbanyak di Indonesia bahkan
dunia. Untuk itu, Pemda Kota Bekasi belajar dan bekerja
sama dengan TNI menyangkut pembuatan LRB dan pemanfaatannya.
dunia. Untuk itu, Pemda Kota Bekasi belajar dan bekerja
sama dengan TNI menyangkut pembuatan LRB dan pemanfaatannya.
Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu dalam sambutannya mengatakan bahwa beberapa waktu lalu
Kota Bekasi di bully di media sosial terkait dengan
lingkungan, sehingga hal ini merupakan salah satu jawaban bahwa Kota Bekasi ingin berbuat, ingin bekerja untuk semakin menghijaukan Kota
Bekasi. Pemda Bekasi telah melakukan upaya-upaya membuat Bekasi nyaman termasuk
di dalamnya pembuatan LRB, pembuatan sumur resapan bahkan pengolahan sampah mandiri. “Pemda Bekasi mempunyai target 1 juta lubang biopori, oleh karena itu
sekolah-sekolah setelah mendapat pelatihan ini bisa mentargetkan satu sekolah
lima ratus lubang biopori sebagai kontribusi siswa/siswi tiap
sekolah”, kata Ahmad.
lingkungan, sehingga hal ini merupakan salah satu jawaban bahwa Kota Bekasi ingin berbuat, ingin bekerja untuk semakin menghijaukan Kota
Bekasi. Pemda Bekasi telah melakukan upaya-upaya membuat Bekasi nyaman termasuk
di dalamnya pembuatan LRB, pembuatan sumur resapan bahkan pengolahan sampah mandiri. “Pemda Bekasi mempunyai target 1 juta lubang biopori, oleh karena itu
sekolah-sekolah setelah mendapat pelatihan ini bisa mentargetkan satu sekolah
lima ratus lubang biopori sebagai kontribusi siswa/siswi tiap
sekolah”, kata Ahmad.
Lebih lanjut dikatakan bahwa siswa/siswi
sekolah sebagai pelanjut masa depan, maka diajak harus bersungguh-sungguh dan menunjukkan bahwa inilah
kesungguhan yang sesungguhnya. TNI telah berbuat dan bekerja, sehingga
pemerintah kota mengajak para siswa ke Markas Besar TNI agar lebih bersemangat dalam belajar pembuatan LRB.
Sementara itu, Kolonel Cba Iman Soeroso mewakili Institusi TNI dalam
sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Wakil Walikota
Bekasi yang telah menggerakkan siswa/siswi untuk lebih mengetahui dan mencintai
lingkungan. “Apa yang telah dilaksanakan TNI tidak bertepuk
sebelah tangan dan Pemda Kota Bekasi merupakan pelopor pertama yang menyambut
gebrakan TNI dalam pembuatan biopori”, ujarnya.
Telah umum diketahui, salah satu masalah
terbesar yang kita hadapi saat ini adalah pemanasan global (Global Warming). Dampaknya pada bumi dan
kehidupan seluruh makhluk sungguh sangat menakutkan. Apa yang menjadi sebab
terjadinya global warming, sudah
sangat sering diperdebatkan oleh komunitas ilmuwan, media, bahkan politisi.
Tetapi, sayangnya, masih saja terus diperbincangkan penyebab seputar global warming, padahal akibat yang
ditimbulkan setiap hari semakin nyata dan terukur. Satu hal yang pasti,
penyebabnya adalah siapa lagi kalau bukan umat manusia, dan akibat dari ini
akan sangat terasa.
Hadir dalam acara tersebut, Dansatang Denma Mabes TNI Letkol Cba Eko Nursanto, Pemerhati
Masalah Lingkungan Dr. Sony Teguh.T, M.Ed, MBA, dan Kepala Dinas Kebersihan
Kota Bekasi serta tim biopori dari Mabes TNI.
Authentikasi :
Kadispenum
Puspen TNI, Kolonel Inf Bernardus Robert

No comments:
Post a Comment