Tuesday, November 18, 2014

BPLH Kembangkan Tekhnologi Pengelolaan Sampah Dengan Konsep 3R dan Bank Sampah

Ciamis (Lawunews.Com) 
Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktifitas manusia, setiap aktifitas manusia pasti menghasilkan buangan atau sampah. Hasil analisis jumlah sampah sebanding dengan tingkat konsumsi kita terhadap barang (material) yang kita gunakan sehari-hari, jenis sampah pun sangat tergantung dari jenis material yang kita konsumsi. Secara umum, jenis sampah dapat dibagi dua, yaitu sampah organik biasa juga kita sebut sampah basah dan sampah anorganik kita sebut sampah kering. Perkembangan penduduk berdasarkan sensus dari Badan Pusat Statistik di Kabupaten Ciamis pada tahun 2013 jumlah penduduk telah mencapai ± 1,3 juta jiwa yang tersebar di 26 kecamatan, dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,39 persen pertahun,  hal ini tentu menjadi permasalahan tersendiri dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Ciamis. Misalnya, dengan asumsi timbunan sampah 2,5 lt/o/hr maka sampah yang akan dihasilkan adalah  ± 3000 M3  /Hari dan dapat dibayangkan berapa m3 dalam sebulan dan setahun karena produksi sampah adalah produksi berjalan terus dan tidak ada hari libur untuk timbunan sampah.

Untuk dapat mengurangi timbunan sampah yang harus dibuang dan dibebankan kepada alam maka upaya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Ciamis dalam hal ini Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) mengusung konsep 3 R (Reduce, Reuse dan Recycle). Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda, Drs. HM Soekiman dalam rapat Dinas membahas tentang pengelolaan sampah di Kabupaten Ciamis yang dihadiri dari unsur SKPD, para Camat dan mitra kerja BPLH di ruang Aula BPLH Kabupaten Ciamis beberapa waktu lalu. Menurut HM Soekiman, sudah menjadi keharusan sejak dari sumber sampah, jumlah/volume sampah yang terbuang akan sangat berpengaruh besar terhadap kebutuhan akan lahan dan lifetime dari TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Pada saat sekarang lahan untuk TPA semakin sulit untuk didapatkan jika sistem yang digunakan masih bersifat open dumping yang memerlukan lahan besar dan berpengaruh negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. “Pengelolaan yang berorientasi pada minimasi sampah terbuang ke TPA, menuntut dikembangkannya usaha-usaha daur ulang sampah. Daur ulang tidak langsung (Indirect-Recycling) merupakan suatu kegiatan yang dimulai dari pengumpulan sampai dengan menggunakannya sebagai bahan baku atau produk baru, tiga tahap dalam kegiatan daur ulang/recycling adalah pemilahan berdasarkan komposisi sampah (organik dan non-organik), mengumpulkan bahan sampah yang berpotensi daur ulang serta proses mengubahnya menjadi bentuk yang dapat digunakan kembali sebagai bahan baku produksi barang baru. Namun yang terpenting adalah peran serta semua pihak terutama masyarakat bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama, “tandas HM Soekiman.

Senada dengan Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda, Kepala BPLH Kabupaten Ciamis, Hj. Titin, SH memaparkan  konsep dan tujuan pengelolaan dan pengolahan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat demi perubahan pola berfikir masyarakat tentang sampah dari sesuatu yang menjadi masalah malah menjadi berkah dengan konsep Bank Sampah (Menabung dengan Sampah). “Target dari Kementerian Lingkungan Hidup adalah 5 Bank Sampah tiap tahun di setiap Kabupaten/Kota, penilaian Adipura juga mensyaratkan adanya minimal 5 Bank sampah untuk dapat dinilai, penurunan jumlah sampah minimal 7 persen dari total timbunan sampah. Dengan berkurangnya sampah yang terbuang ke TPA akan dapat menghemat biaya untuk pengadaan tanah untuk TPA yang bisa digunakan untuk pembiayaan lain dan menambah penghasilan dari sesuatu yang tadinya dianggap tidak ada manfaatnya, selain itu mengurangi resiko sakit akibat sampah yang berarti mengurangi biaya perawatan kesehatan, “kata Hj Titin.

Salah satu narasumber, Dadan Wiadi, ST, MT, MMG yang merupakan Kasubid Pengkajian Amdal dan tekhnologi lingkungan BPLH Kabupaten Ciamis menegaskan bahwa sampah adalah masalah kita bersama yang perlu ditangani dengan terpadu dan terintegrasi.  Saat ini,  produksi sampah berbanding lurus dengan pertumbuhan penduduk sedangkan lahan yang ada berbanding terbalik, maka untuk itu diperlukan solusi untuk mengurangi penumpukan sampah di TPA yang pastinya akan terus membutuhkan lahan dan biaya. Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui upaya yang dikembangkan pihaknya (BPLH) mengusung  konsep 3R dan Bank Sampah yang diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang masuk TPA. “Dengan berkurangnya jumlah sampah masuk TPA maka lifetime TPA semakin panjang dan kebutuhan akan lahan TPA dapat berkurang, yang artinya penghematan anggaran pemerintah untuk TPA. Solusi lain dengan menerapkan  3R dan Bank Sampah  dimana merubah pola berfikir masyarakat tentang sampah, dari sampah adalah masalah menjadi sampah adalah berkah. Untuk kesuksesan program ini perlu dukungan semua pihak terhadap konsep 3R dan Bank Sampah demi keberlanjutannya, “tegas Dadan.

Pemateri lainnya dari Direktur Bank Sampah Manis Ciamis (BSMC), Ateng, yang merupakan mitra binaan BPLH Kabupaten Ciamis memaparkan, masalah yang sering muncul disuatu perumahan atau pemukiman adalah adanya timbunan sampah baik organik maupun anorganik akibat dari suaru sumber hasil aktivitas manusia maupun proses-proses alam yang tidak mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Sehingga penanganan sampah diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah setempat. Padahal jika penanganan sampah dikelola dengan baik yang disertai dengan upaya pemanfaatannya menggunakan cara dan teknologi yang tepat, bukan tidak mustahil sampah bisa mempunyai keuntungan berupa nilai tambah. Atas dasar pemikiran tersebut dan dalam rangka membantu program pemerintah dalam hal penanganan sampah, pihaknya bersama rekan-rekan yang peduli terhadap pengelolaan sampah di Kabupaten Ciamis, membentuk wadah yang dinamakan BSMC (Bank Sampah Manis Ciamis)  yang berdomisili di Jalan Adipati Sutadinata No. 178 Rt02 Rw 24 Dusun Cibodas Desa Cisadap Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis sebagai wujud peran serta masyarakat dalam penanganan sampah dan peningkatan serta pemerataan kesejahteraan masyarakat. Bagaimana sampah menjadi “ibadah” dengan kebersihannya dan bagaimana sampah menjadi berkah dengan pemanfaatannya sehingga tercipta lingkungan yang menawan, asri, nyaman, indah dan serasi berbasis pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. 

Misi  BSMC sendiri berupaya mendorong kesadaran masyarakat dan melakukan upaya-upaya sosialisasi pengelolaan sampah, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pengelolaan sampah, memastikan sumber daya yang cerdas dan maksimal dari berbagai disiplin lmu dalam melakukan pengelolaan sampah dan menjadi wadah kerjasama efektif dalam konteks pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.“Nasabah BSMC merupakan individu/perorangan yaitu masyarakat langsung datang ke unit BSMC dengan membawa sampah yang akan ditabung. Sedangkan keuntungan menjadi nasabah BSMC, sampah rumah tangga yang telah menjadi nasabah akan secara rutin ditarik oleh petugas BSMC, nasabah akan mendapatkan pelatihan dan pembinaan dari pengurus BSMC dan khusus untuk kelompok binaan, sampah-sampah yang dipilah akan dijemput sesuai jadwal yang disepakati. Jenis sampah yang dapat ditabung diantaranya dari jenis plastik, jenis kertas, jenis logam dan kaca, “tandas Ateng. (mamay)

No comments:

Koprasi Warga Cimahi Mandiri Menggelar RAT Tepat Waktu

Cimahi (LawuPost)  Koperasi yang sehat dan baik adalah Koperasi yang mampu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu, dan Rap...