Simalungun (Lawunews.Com)
Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM didampingi Sekda Drs Gidion Purba MSi, para Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Kantor, Kepala Bagian menghadiri acara penutupan rapat kerja nasional
(rakornas) persekutuan perempuan berpendidikan teologi di indonesia ke-3 tahun 2014 yang dilaksanakan di Aula Griya Hapoltakan Pamatang Raya, Minggu (2/11/2014).
Ketua Panitia Pdt Nettina Samosir STh Mpsi dalam sambutannya mengatakan
bahwa rakornas Peruati ke-3 berlangsung dari tanggal 30 Oktober sampai dengan 2 November 2014 berlangsung di Wisma Bangun Dolok Parapat.
Ada 400 peserta yang hadir berasal Manado, Sulawesi, Kendari, Toraja, Malaku Irian Jaya, Nusa Tenggara
Timur, Bali, Kalimantan, Surabaya, Jakarta, Kupang, Gorontalo, dan Sumatera Utara.
Pdt Ike Nelo dari perwakilan Badan Pengurus Daerah (BPD) Sulawesi Selatan dalam penyampaian kesan dan pesan menyampaikan terima kasih kepada panitia atas penyambutan yang diberikan kepada kami tamu-tamu yang berasal dari luar Sumatera Utara.
Sementara Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) Peruati Pdt Ruth Ketsia Wangkai MTh dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada panitia atas suksesnya pelaksanaan rakornas ke-3 Peruati yang berlangsung dari tanggal 30 Oktober sampai dengan 2 November.
Perlu diketahui bahwa Peruati lahir dilatar belakangi dari kepedulian terhadap pergumulan dan persoalan-persoalan riil yang dihadapi gereja dan sekolah-sekolah teologi khususnya perempuan berpendidikan pendeta dan teologi pada waktu itu belum mendapatkan tempat kedudukan setara dengan laki-laki berpendidikan teologi.
Ada banyak gereja yang belum menerima pendeta perempuan bahkan menempatkan perempuan dalam struktur kepimpinan di gereja itu kemudian persoalan-persoalan riil didalam gereja dan sekolah-sekolah teologi diakomodir pada level nasional melalui kepedulian PGI Biro Perempuan pada waktu itu bekerja sama dengan perhimpunan sekolah-sekolah teologi presetia mengangkat isu ini ke level nasional.
Di koordinasi 2 lembaga besar ini kemudian lahirlah Peruati di Kota Tomohon Sulawesi Utara pada tanggal 26 Mei 1995. Dimana pada waktu itu ada kongres nasional wanita berpendidikan teologi di Indonesia melalui pertemuan itulah muncul gagasan dan sekaligus deklarasi lahirnya Peruati ini.
Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM dalam sambutannya berharap pengurus Peruati selalu mendoakan kabupaten simalungun agar lebih baik ditahun-tahun mendatang. (Parulian Doloksaribu)
(rakornas) persekutuan perempuan berpendidikan teologi di indonesia ke-3 tahun 2014 yang dilaksanakan di Aula Griya Hapoltakan Pamatang Raya, Minggu (2/11/2014).Ketua Panitia Pdt Nettina Samosir STh Mpsi dalam sambutannya mengatakan
bahwa rakornas Peruati ke-3 berlangsung dari tanggal 30 Oktober sampai dengan 2 November 2014 berlangsung di Wisma Bangun Dolok Parapat.Ada 400 peserta yang hadir berasal Manado, Sulawesi, Kendari, Toraja, Malaku Irian Jaya, Nusa Tenggara
Timur, Bali, Kalimantan, Surabaya, Jakarta, Kupang, Gorontalo, dan Sumatera Utara.Pdt Ike Nelo dari perwakilan Badan Pengurus Daerah (BPD) Sulawesi Selatan dalam penyampaian kesan dan pesan menyampaikan terima kasih kepada panitia atas penyambutan yang diberikan kepada kami tamu-tamu yang berasal dari luar Sumatera Utara.
Sementara Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) Peruati Pdt Ruth Ketsia Wangkai MTh dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada panitia atas suksesnya pelaksanaan rakornas ke-3 Peruati yang berlangsung dari tanggal 30 Oktober sampai dengan 2 November.
Perlu diketahui bahwa Peruati lahir dilatar belakangi dari kepedulian terhadap pergumulan dan persoalan-persoalan riil yang dihadapi gereja dan sekolah-sekolah teologi khususnya perempuan berpendidikan pendeta dan teologi pada waktu itu belum mendapatkan tempat kedudukan setara dengan laki-laki berpendidikan teologi.
Ada banyak gereja yang belum menerima pendeta perempuan bahkan menempatkan perempuan dalam struktur kepimpinan di gereja itu kemudian persoalan-persoalan riil didalam gereja dan sekolah-sekolah teologi diakomodir pada level nasional melalui kepedulian PGI Biro Perempuan pada waktu itu bekerja sama dengan perhimpunan sekolah-sekolah teologi presetia mengangkat isu ini ke level nasional.
Di koordinasi 2 lembaga besar ini kemudian lahirlah Peruati di Kota Tomohon Sulawesi Utara pada tanggal 26 Mei 1995. Dimana pada waktu itu ada kongres nasional wanita berpendidikan teologi di Indonesia melalui pertemuan itulah muncul gagasan dan sekaligus deklarasi lahirnya Peruati ini.
Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM dalam sambutannya berharap pengurus Peruati selalu mendoakan kabupaten simalungun agar lebih baik ditahun-tahun mendatang. (Parulian Doloksaribu)

No comments:
Post a Comment