Saturday, December 6, 2014

Keluarga Besar SMAN 1 Ciamis Maknai Hari Guru

Ciamis (Lawunews.Com) 
Tanggal 25 November beberapa waktu lalu bangsa Indonesia memperingati Hari Guru Nasional yang ke-69 yang juga menjadi peringatan hari lahirnya organisasi profesi guru PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Seperti sudah menjadi sebuah tradisi, peringatan hari guru selalu diisi dengan berbagai kegiatan yang dikaitkan dengan apresiasi masyarakat terhadap sosok guru. Peringatan hari Guru, sejatinya bukan hanya sebatas peringatan secara seremonial. Perlu kajian dan evaluasi mendalam terkait eksistensi guru dikaitkan dengan kondisi kekinian. Apalagi, dunia pendidikan kini telah berkembang sedemikian pesat dan dinamis. Meski pada sisi lain mewarnai dinamika perkembangan dunia pendidikan tersebut, ternyata muncul pula sejumlah kasus yang mencoreng citra dan nama baik profesi guru.

Hal itu disampaikan Sekretaris Umum PGRI Kabupaten Ciamis yang merupakan koordinator pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, H. Tauhid Maskur. Menurutnya, Guru saat ini memang tengah berdiri diantara tantangan yang sangat berat. Diberlakukannya kurikulum 2013, bukan saja menuntut kinerja guru lebih disiplin dan kreatif, tetapi juga akan lebih banyak menyita waktu dan menguras pikiran. Harus diakui, di tahun pertama pemberlakuan kurikulum 2013 tersebut, masih banyak sekolah yang belum siap melaksanakannya karena belum siapnya guru dalam memahami kurikulum baru tersebut. Hal itu diperparah juga dengan belum siapnya pemerintah dalam menyiapkan berbagai sarana pendukungnya seperti pengadaan buku dan juga penyelenggaraan pendidikan/pelatihan bagi guru untuk memahami kurikulum baru tadi. Beratnya tantangan tersebut semoga saja tidak menjadi sebuah alibi atau alasan bagi guru dan penyelenggara pendidikan untuk bisa meningkatkan kualitas pendidikannya. Apalagi, dalam kurun waktu belakangan ini bisa dibilang pemerintah begitu memanjakan para guru dengan penghasilan dan tunjangan yang sangat menggiurkan dan bahkan membuat iri pegawai yang lainnya. Sehingga beratnya beban kerja seyogyanya dihadapi dengan penuh semangat dan ikhlas demi perbaikan kualitas pendidikan siswa, beber H. Tauhid.

Peringatan Hari Guru juga menjadi momentum evaluasi terhadap banyaknya sejumlah kasus yang melibatkan guru. Masih terjadinya kasus kekerasan guru terhadap siswa, kasus pungutan ilegal yang dilakukan guru terhadap siswa dan yang paling menjadi perhatian yaitu tindakan asusila guru terhadap muridnya. Sebagaimana juga terjadi bukan hanya di Kabupaten Ciamis saja. “ Semoga momentum peringatan Hari Guru menjadi bahan renungan bagi guru itu sendiri, penyelenggaraan pendidikan, pemerintah dan juga stakeholder bidang pendidikan untuk secara bersama-sama bekerja dan berpikir untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah, tegas H. Tauhid.  Salah satu siswa SMAN 1 Ciamis, Widi Apriliani mempunyai makna sendiri tentang Hari Guru. Menurutnya,  profesi sebagai guru begitu banyak didambakan oleh anak kecil seperti halnya dirinya ketika ditanya mengenai cita-cita. Itulah bukti, betapa guru mendapatkan tempat eksklusif di benaknya dan berhasil menginspirasi dirinya.

Widi  mengaku dari kecil hingga sekarang bercita-cita menjadi seorang guru. Alasannya sederhana, ia melihat guru yang rela memberikan seluruh ilmu pengetahuan yang dimiliki kepada siswa. Ia ingin menjadi salah satu bagian yang meneruskan pengabdian tersebut ke generasi selanjutnya. Padahal, guru tak hanya sebagai fasilitator yang mentransfer ilmu pengetahuan yang dimiliki. Guru mencurahkan waktu di sekolah sebagai orang tua kedua siswa. Waktu yang lebih banyak dihabiskan anak-anak di sekolah bersama guru, dibandingkan dengan orang tua mereka. Dari situ, tampak jika guru tak hanya sebagai pengajar namun pendidik.

“Guru diibaratkan sebagai kompas penunjuk arah, ketika saya berada di tengah hutan. Kebingungan mencari jalan, ia mampu menentukan perjalanan. Guru yang baik bukanlah mengajarkan dari lembaran halaman buku. Bukan mengenai pembahasan teoritis mengapa ini dan itu terjadi. Melainkan, dari interaksi selingan yang secara tak langsung menjadi ice breaking ketika sedang di kelas,” kata Widi.
Dari pantauan tim Lawunews.Com lapangan kemeriahan peringatan Hari Guru ke-69 di SMAN 1 Ciamis dimeriahkan berbagai kegiatan dari mulai jalan sehat, lomba mamamia sampai lomba olahraga tradisional seperti permainan gobag. Wakasek SMAN 1 Ciamis, Drs. Edi Kosasih ketika ditemui sambil mengelap keringatnya mengatakan bahwa kegiatan peringatan Hari Guru yang diperingati di SMAN 1 Ciamis merupakan agenda tahunan. “Para siswa berbaur dengan guru dalam mengadakan setiap kegiatan-kegiatan yang selalu diwarnai dengan kejutan-kejutan bagaimana para siswa mengapresiasikan penghargaannya kepada para guru pembimbingnya sehingga membuat kami menjadi terharu, kata Edi. (mamay)

No comments:

Koprasi Warga Cimahi Mandiri Menggelar RAT Tepat Waktu

Cimahi (LawuPost)  Koperasi yang sehat dan baik adalah Koperasi yang mampu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu, dan Rap...