Pangandaran (Lawunews.Com)
Badan Penyelamatan Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Pangandaran mengancam akan mogok bertugas selama liburan Natal dan Tahun Baru 2014. Ancaman itu mengemuka, lantaran kesejahteraan anggota Balawisata dianggap belum layak. Padahal, Balawista merupakan garda terdepan pengamanan di kawasan obyek wisata pantai Pangandaran. Ketua Balawista Pangandaran, Dodo Taryana, membenarkan saat dikonfirmasi tim Media Bangsa usai melakukan pertemuannya dengan Kepala Dinas Pariwisata, Perindagkop Dan UMKM, Drs Muhlis di kantornya, Senin (1/12).
Dodo mengatakan, pihaknya hanya menuntut kesejahteraan anggotanya saja kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Pariwisata, Perindagkop Dan UMKM Kabupaten Pangandaran. “Tuntutan yang pertama adalah tentang kejelasan status Balawista, yang kedua tentang kinerja dari pihak asuransi dan yang ketiganya ini kan ada momen liburan natal dan tahun baru,” ujarnya.
Dodo mengatakan, pihaknya hanya menuntut kesejahteraan anggotanya saja kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Pariwisata, Perindagkop Dan UMKM Kabupaten Pangandaran. “Tuntutan yang pertama adalah tentang kejelasan status Balawista, yang kedua tentang kinerja dari pihak asuransi dan yang ketiganya ini kan ada momen liburan natal dan tahun baru,” ujarnya.
Menurutnya, kaitan dengan momen tersebut mencoba menuntut upah lelah atau uang ekstra jaga yang perharinya itu Rp 300 ribu. “Apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi oleh Pemerintah Daerah atau Dinas terkait, kita akan mogok kerja mulai dari hari natal 25 Desember 2014 sampai tahun baru 1 Januari 2015,” katanya.Dikatakan Dodo, bahwa dari sejak dulu dirinya terus berupaya untuk kesejahteraan Balawista, namun hasilnya sangat minim.
“Jawabannya hanya tidak ada anggaran dan tidak ada anggaran saja, dan walaupun ada tanggapan dari pemerintah daerah namun belum seratus persen harapannya tercapai,” keluhnya. Diakui Dodo, bahwa Balawista sudah sejak 1996 berdiri dan terbentuk di Kabupaten Pangandaran. Sementara Kepala Dinas Pariwisata, Perindagkop Dan UMKM Kabupaten Pangandaran, Drs Muhlis saat dikonfirmasi dirinya membenarkan adanya pengajuan anggaran baru dari Balawista kaitannya dengan liburan Natal dan tahun baru.
Statusnya yang saat ini masih sifatnya kerjasama atau mitra kerja. “Saya akan mempertimbangkannya terlebih dahulu soal tuntutan tersebut dan akan saya sampaikan kepada Sekda dan Pj Bupati Pangandaran,” ujarnya. Soal ancaman dari Balawista yang akan mogok kerja itu ditanggapi Muhlis, itu merupakan hal yang biasa agar tuntutannya dipenuhi dan difasilitasi. “Dan saya tidak berharap ada mogok kerja seperti itu, dan kita kan ada kerjasama dengan Balawista, dan kita ingin tetap berjalan,” ucapnya. (mamay)

No comments:
Post a Comment