Puspen
TNI (Lawunews.Com)
Tentara
Nasional Indonesia kembali mengirimkan 1.169 prajuritnya yang tergabung dalam
Satuan Tugas TNI Kontingen Garuda (Konga) UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) dalam rangka Misi Perdamaian
PBB di Lebanon.
Upacara pemberangkatan dipimpin langsung oleh Panglima
TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko, dengan upacara militer di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta
Timur, Rabu (10/12/2014).
Penugasan yang akan dilaksanakan merupakan implementasi
dari cita-cita bangsa Indonesia yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang
Dasar 1945 alinea keempat yang berbunyi, “Ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi
dan keadilan
sosial.” Tekad mulia ini dijabarkan
melalui Undang-Undang RI
nomor 34 tahun 2004 tentang TNI, pada Pasal 20 ayat 3 yang menegaskan tentang
penggunaan kekuatan TNI dalam rangka tugas perdamaian dunia.
Dalam Pasal
tersebut secara jelas ditegaskan bahwa TNI melaksanakan tugas perdamaian dunia
sesuai dengan kebijakan politik luar negeri Indonesia.Panglima TNI dalam amanatnya mengatakan, Misi PBB yang diemban oleh
prajurit merupakan misi lanjutan ke-9 (sembilan) bagi Indonesia di Lebanon, setelah
Dewan Keamanan PBB memperpanjang mandat tugas UNIFIL
hingga 31 Agustus 2015.
Secara
spesifik, pada resolusi tersebut dijelaskan bahwa Dewan Keamanan PBB menyambut positif adanya
dialog lanjutan dan perluasan
kegiatan terkoordinasi antara UNIFIL dan angkatan bersenjata Lebanon,
dalam rangka mewujudkan stabilitas keamanan di Lebanon secara khusus, dan secara umum terciptanya stabilitas
keamanan di Timur Tengah.
Prajurit TNI sebagai anggota Kontingen Garuda adalah duta TNI dan bangsa Indonesia.
“Pegang teguh
kebanggaan tersebut dengan selalu menampilkan kinerja dan profesionalisme yang
terbaik serta tunjukkan bahwa prajurit TNI adalah pasukan yang berkelas
dunia”, tegas Panglima
TNI.
Panglima TNI juga menekankan kepada seluruh prajurit TNI yang akan bertugas, untuk selalu membekali diri dengan
pengetahuan tentang rules of engagement dan update semua informasi yang terkait
dengan otoritas UNIFIL,
sehingga dapat menilai situasi dan mengambil tindakan secara cepat, tepat dan proporsional, khususnya terkait situasi
keamanan perbatasan Lebanon-Israel.
“Pegang teguh
dan implementasikan pedoman keprajuritan
TNI yaitu Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI, karena ketiga
pedoman tersebut memiliki nilai-nilai universal untuk diterapkan dimanapun
prajurit bertugas”, ujar Panglima
TNI.
Bangun dan terapkan kepemimpinan serta komunikasi sosial TNI
yang baik sebagai upaya untuk membina
hubungan dan kerjasama baik dengan prajurit negara lain ataupun
dengan masyarakat, melalui cara memahami dan menjunjung tinggi budaya dan kearifan lokal setempat.
Tetap
waspada terhadap wabah Ebola karena
wabah tersebut memiliki kecenderungan mudah
berkembang di wilayah konflik serta pelihara
kekompakan dan tunjukkan soliditas TNI yang kokoh antar sesama anggota
kontingen. “Moril yang baik dan
rasa kebersamaan merupakan salah satu kunci sukses dari pelaksanaan tugas”,
kata Panglima TNI.
Sesuai
rencana seluruh prajurit TNI akan
diberangkatkan pada pertengahan Desember 2014 menuju
Lebanon, dan selanjutnya Kontingen Garuda ini
akan melaksanakan tugas selama 1 tahun di Lebanon seperti Kontingen-Kontingen
sebelumnya.
Authentikasi :
Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bernardus Robert
No comments:
Post a Comment