Pangandaran (Lawunews.Com)
Pemerintah Kabupaten Pangandaran sejak Senin (3/11/2013) sudah
mulai melakukan perekaman e-KTP untuk usia 15-16 tahun yang digelar disepuluh Kecamatan yang ada di DOB Kabupaten Pangandaran.
Namun sayangnya, pelaksanaan tersebut kurang berjalan lancar.
Selain faktor sarana penunjang yang hanya satu, juga antusias anak remaja ini terhadap perekaman e-KTP kurang maksimal. Karena pantauan Lawunews.Com di Kecamatan Pangandaran, perekaman e-KTP untuk usia 15-16 tahun, hanya dilakukan beberapa siswa saja, padahal anak remaja usia tersebut di Pangandaran cukup banyak.
“Padahal siswa cukup bawa fotokopi kartu keluarga dari orang tua, sudah bisa dilaksanakan perekaman e-KTP. Tetapi nyatanya, masih sedikit siswa yang datang ke sini, itupun datangnya siang dan alat hanya satu, “kata Camat Pangandaran, Suryanto, SH, MH, Rabu (6/11/2013) di ruang kerjanya.
Kendala lain yang menyebabkan perekaman e-KTP tidak optimal kata suryanto, perangkat komputer tidak bisa diaktifkan lama. Kalau terlalu lama ujarnya, perangkat tersebut mengalami hang (error). Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disdukcapilsosnakertrans), Drs. Muhlis siap memfasilitasi untuk pelaksanaan perekaman e-KTP di Kecamatan bagi usia 15-16 tahun.
Bahkan pihaknya sudah memprogramkan perekaman e-KTP jemput bola disekolah-sekolah tempat siswa menimba ilmu.“Untuk perekaman, mau disekolah atau di tiap-tiap kantor Kecamatan, ya silahkan. Khusus di sekolah, silahkan Kepala Sekolah mengatur jadwalnya dan melaporkan kepada kami, agar nanti kami yang jemput bola ke sekolah-sekolah, “katanya.
Di tempat sama, Sekretaris Disdukcapilsosnakertrans Kabupaten Pangandaran, Tatang Suherman menambahkan, perekaman e-KTP tidak hanya remaja usia tadi yang msih aktif sekolah tetapi juga bagi remaja yang sudah putus sekolah selama usianya 15-16 tahun yang di data lewat pemerintahan Desa setempat.
“Kami mengharapkan perekaman ini ditargetkan selesai sampai akhir tahun 2013, “ucapnya. Sementara itu, salah seorang pelajar di Pangandaran, Wahyu Nandika menyambut baik proses perekaman e-KTP disekolah-sekolah.
Selain praktis tidak mesti di Kecamatan, sekaligus bisa melihat dari dekat proses pembuatan e-KTP yang merupakan hal baru dalam hidupnya. “Bagus, Pak kalau memang e-KTP dilakukan disekolah. Asalkan tidak mengganggu jam sekolah, atau kalaupun digelar, ya dilakukan pada jam-jam kosong atau jam istirahat.
Atau lebih baiknya, ya dilakukan usai pelajaran berakhir. Kan tidak perlu repot harus ke Kecamatan. Mending kalau dekat, “ujarnya yang dihamini sejumlah siswa lainnya seusai pulang sekolah. (Mamay/Dian)
Selain faktor sarana penunjang yang hanya satu, juga antusias anak remaja ini terhadap perekaman e-KTP kurang maksimal. Karena pantauan Lawunews.Com di Kecamatan Pangandaran, perekaman e-KTP untuk usia 15-16 tahun, hanya dilakukan beberapa siswa saja, padahal anak remaja usia tersebut di Pangandaran cukup banyak.
“Padahal siswa cukup bawa fotokopi kartu keluarga dari orang tua, sudah bisa dilaksanakan perekaman e-KTP. Tetapi nyatanya, masih sedikit siswa yang datang ke sini, itupun datangnya siang dan alat hanya satu, “kata Camat Pangandaran, Suryanto, SH, MH, Rabu (6/11/2013) di ruang kerjanya.
Kendala lain yang menyebabkan perekaman e-KTP tidak optimal kata suryanto, perangkat komputer tidak bisa diaktifkan lama. Kalau terlalu lama ujarnya, perangkat tersebut mengalami hang (error). Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disdukcapilsosnakertrans), Drs. Muhlis siap memfasilitasi untuk pelaksanaan perekaman e-KTP di Kecamatan bagi usia 15-16 tahun.
Bahkan pihaknya sudah memprogramkan perekaman e-KTP jemput bola disekolah-sekolah tempat siswa menimba ilmu.“Untuk perekaman, mau disekolah atau di tiap-tiap kantor Kecamatan, ya silahkan. Khusus di sekolah, silahkan Kepala Sekolah mengatur jadwalnya dan melaporkan kepada kami, agar nanti kami yang jemput bola ke sekolah-sekolah, “katanya.
Di tempat sama, Sekretaris Disdukcapilsosnakertrans Kabupaten Pangandaran, Tatang Suherman menambahkan, perekaman e-KTP tidak hanya remaja usia tadi yang msih aktif sekolah tetapi juga bagi remaja yang sudah putus sekolah selama usianya 15-16 tahun yang di data lewat pemerintahan Desa setempat.
“Kami mengharapkan perekaman ini ditargetkan selesai sampai akhir tahun 2013, “ucapnya. Sementara itu, salah seorang pelajar di Pangandaran, Wahyu Nandika menyambut baik proses perekaman e-KTP disekolah-sekolah.
Selain praktis tidak mesti di Kecamatan, sekaligus bisa melihat dari dekat proses pembuatan e-KTP yang merupakan hal baru dalam hidupnya. “Bagus, Pak kalau memang e-KTP dilakukan disekolah. Asalkan tidak mengganggu jam sekolah, atau kalaupun digelar, ya dilakukan pada jam-jam kosong atau jam istirahat.
Atau lebih baiknya, ya dilakukan usai pelajaran berakhir. Kan tidak perlu repot harus ke Kecamatan. Mending kalau dekat, “ujarnya yang dihamini sejumlah siswa lainnya seusai pulang sekolah. (Mamay/Dian)

No comments:
Post a Comment