Investor dan Pemerintah Prancis mulai berminat untuk menanamkan modalnya di wilayah Jawa Barat (Jabar) dalam beberapa proyek besar yang sedang direncanakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Dan Kota Bandung, yang saat ini sudah matang direnacakan, khususnya untuk tiga proyek besar, yakni perkeretaapian, monorel, dan proyek geotermal.
Melihat perkembangan aksotika di-kota, Bandung memiliki magnet yang cukup kuat untuk menarik para investor dari asia maupun eropa. Terbukti setelah adanya rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah melakukan kesepakatan melalui teken Nota Kesepahaman Atau Penandatanganan Memorandum Of Understanding (Mou) dengan dua Pemerintah Kota dan tiga Pemerintah Kabupaten di-Jawa Barat.
Rencananya Ground Breaking akan dimulai pada bulan juli atau paling lambat awal bulan agustus tahun ini (2014) dengan Seksi I dengan rute Tanjung Sari - Leuwi Panjang dan Pemerintahan Perancis berminat untuk bekerja sama dan berinvestasi di Jabar, Hal tersebut menjadi bahasan dalam pertemuan antara Dubes Prancis untuk Indonesia, Corinne Breuze, para pengusaha, dan Pemprov Jabar di Gedung Sate, Jln. Diponegoro Bandung, Rabu (23/4).
“Prancis tertarik untuk menjajaki investasi di Provinsi Jawa Barat,” ungkap Duta Besar Perancis Corine Breuze pada saat melakukan kunjungan kehormatan ke Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Sementara itu,Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyambut baik rencana dan niat baik Pemerintah Prancis untuk menjadi Investor di Jawa Barat.
“ Memang mereka berminat untuk bekerja sama dan berinvestasi di Jabar, tadi pada saat ditawari proyek geotermal mereka sangat tertarik,” terang Gubernur Ahmad Heryawan kepada wartawan, usai melakukan pertemuan. Diakuinya, kerjasama tersebut sangat positif dalam pengembangan Jabar, apalagi selama ini mereka sudah melakukan kerja sama dengan pemerintah pusat, bahkan beberapa proyeknya sudah berjalan baik.
Di antarannya proyek perkeretaapian di Rancaekek, Kab. Bandung, saat ini sedang berjalan, ini juga di-support oleh kita. “ Dan masih banyak kerja sama-kerja sama yang lainnya, Insya Allah kita siap mendukungnya ,” terangnya.
Terkait dengan minat kerja sama dengan Prancis, Ahmad Heryawan berpendapat, semua itu tergantung bussiness meeting yang akan dilakukan. Pasalnya, saat ini mereka akan menjajaki beberapa potensi di Jabar, termasuk melakukan kunjungan ke beberapa perusahaan strategis, seperti berkunjung ke PT Pindad dan PTDI.
“Tergantung bussiness meeting,nanti mereka minatnya di mana, fokusnya juga di mana. Yang jelas selain ke kita mereka juga bertamu ke Pindad, bertamu juga ke PT DI. Tadi di antaranya dari Airbus juga datang. Selama ini sudah ada onderdil yang dikerjasamakan pembuatannya dengan PT Dirgantara,” jelasnya.
Selain bertemu Gubernur Jawa Barat, Corinne Breuze juga bertemu Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil di Institut Prancis - Indonesia Jln. Purnawarman. Dalam pertemuan tersebut terungkap, Prancis akan memberikan bantuan pembangunan Bandung urban railway.
Proyek yang akan dikerjakan oleh Kementerian Perhubungan ini, akan membuat jalan layang kereta api dari Stasiun Hall Bandung menuju Stasiun Kiaracondong. Rencananya, Pembangunan rel layang ini untuk mengurangi tingkat kemacetan yang terjadi di perlitasan kereta api.
“Proyek ini merupakan proyek APBN pinjaman dari Prancis ke Kementerian Perhubungan, Modernisasi rel kerata api ini dilakukan di seluruh Indonesia. Sedangkan Kota Bandung menjadi pilot project-nya,” jelas Ridwan Kamil usai menggelar pertemuan. (Riswan P)

No comments:
Post a Comment