Saturday, March 28, 2015

Tiga SMK di Ciamis Terapkan UN Berbasis Komputer

Ciamis (LawuNews) Kementerian Pendidikan dan Kebudayakan (Kemendikbud)  tengah melakukan persiapan Ujian Nasional Computer Based Test dengan sangat kehati-hatian. Mengingat, tahun ini adalah pertama kali UN CBT dilaksanakan di Indonesia. "Persiapan UN CBT yang pemerintah lakukan penuh dengan kehati-hatian. Hal ini dilakukan agar mengantisipasi dampak negatif kedepannya, "ujat Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekom), Ari Susanto. Menurutnya, hal ini juga dilakukan untuk meredam kecemasan pihak sekolah dan para siswa, baik yang menggunakan UN CBT tahun ini maupun di masa mendatang.

Ari berpendapat, UN CBT perlu dipersiapkan dengan matang, agar kesuksesan yang diharapkna dapat tercapai. Apabila ada kelemahan atau keterbatasan dalam pelaksanaannya, diharapkan tidak menimbulkan  rasa takut terhadap tekonologi informasi dan komunikasi (TIK) di kalangan siswa, guru, dan orang tua murid.

Ia menyebutkan, bentuk persiapan yang dilakukan oleh pemerintah adalah persiapan assesmen aplikasi, finalisasi buku panduan dan petunjuk teknis, verifikasi sekolah, pelatihan untuk tim dan tenis sekolah. Tak tertinggal pula, persiapan risk management dan help desk yang terkait dengan pelaksanaan UN CBT.  "Meskipun begitu, kami siap untuk melaksanakan UN CBT.  Kami yakin, jika semua persiapan telah dilakukan dengan  baik maka pelaksanaan UN CBT pun dapat berjalan lancar, "tambahnya.

Disdikbud Kabupaten Ciamis
Persiapan UN CBT di Kabupaten Ciamis dengan ditunjuknya tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Ciamis yang dipilih sebagai piloting Computer Bast Test (CBT) untuk pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2015. Dan sedikitnya 1.229 siswa SMK Kabupaten Ciamis akan mengerjakan soal Ujian Nasional melalui komputer.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Ciamis, Drs.  H. Toto Marwoto M.Pd, saat ditemui tim Lawunews.com beberapa waktu lalu membenarkan bahwa tiga sekolah SMK akan melaksanakan Ujian Nasional secara Online. H. Toto menuturkan, ketiga SMK yang akan menjalankan ujian secara online tersebut dipilih langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Diantaranya, SMKN 1 Ciamis, SMKN 2 Ciamis dan SMKN 1 Kawali.

Ketiganya, kata H. Toto, sengaja dipilih karena atas dasar kesiapan dari sisi sarana dan tenaga teknik komputer. Kemudian, siswa yang akan ikut dalam UN 2015 berbasis komputer itu antara lain, SMKN 1 Ciamis 453 orang, SMKN 2 Ciamis 417 orang dan SMKN 1 Kawali 359 orang. “Dari segi sarana, semua sekolah yang dipilih ini memiliki sekitar seratus komputer. CBT bisa dilaksanakan meskipun satu komputer digunakan oleh tiga siswa, ”ujarnya.

Menurut  H. Toto, ada beberapa hal yang harus diantisipasi agar pelaksanaan UN CBT tahun 2015 tersebut berjalan dengan baik. Diantaranya adalah masalah jaringan yang harus stabil, serta komputer yang akan digunakan harus dalam kondisi benar-benar baik.

H. Toto menjelaskan, Kemendikbud RI telah menetapkan persyaratan bagi sekolah yang akan menyelenggarakan UN CBT. Salah satunya yaitu harus ada petugas laboratorium komputer serta tersedianya komputer client. “Komputer client adalah komputer yang digunakan untuk melakukan pengolahan data yang diambil dari server. Kemudian, client menerima pelayanan dari komputer server. Komputer client yang disediakan di sekolah, jumlahnya harus sebanding dengan jumlah peserta UN, dengan perbandingan 1 komputer untuk 3 orang peserta ujian, ”katanya. (mamay)

MTs Negeri Ciamis Jaring Siswa SD/MI Berbakat & Berprestasi

Ciamis (LawuNews) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Ciamis Kabupaten Ciamis mengembangkan sistem pembelajaran yang mengintegrasikan semua pengetahuan umum dengan basis keagamaan, adanya keterpaduan pendidikan umum dengan pendidikan agama secara stimultan. Pembelajaran yang diterapkan sesuai  trend sistem pembelajaran modern, yaitu dengan menekankan pembelajaran aktif melalui pembelajaran konstektual teaching and learning dan berkarakter. Hal itu selaras dengan visi MTsN Ciamis mewujudkan madrasah bergenerasi islami, berprestasi, disiplin dan berbudi pekerti.

Hal itu diutarakan Kepala MTs Negeri Ciamis, Drs. Gunawan, MPd disela-sela kegiatan ajang pencarian bibit dan silaturahmi yang diikuti 14 SD disekitaran Kecamatan Ciamis. Diakuinya, pada masa sekarang ini kemajuan peradaban manusia ternyata telah banyak membawa problema besar, pengaruh budaya asing yang berdampak negatid terhadap akhlak generasi bangsa. Oleh karena itu, pendidik tidak hanya sekedar menyampaikan ilmu tetapi pendidikan berarti juga sebagai upaya membentuk karakter dan kepribadian yang baik.

Dengan kenyataan tersebut, kata Gunawan, MTsN Ciamis terus berbenah baik dalam bidang sarana maupun prasarana. Saat ini MTsN Ciamis selain mengadopsi sistem pembelajaran yang menekankan keagamaan di MTsN Ciamis sendiri disediakan kegiatan ekstrakulikuler yang dikembangkan melalui potensi kecerdasan, kesholehan dan keterampilan meliputi olahraga volly ball, futsal, tennis meja, bulu tangkis, sepak bola dan seni beladiri. Pramuka, PMR, KIR, UKS, Paskibra, Pasus, komputer, kesenian, marching band, pembinaan remaja mesjid, dan club mata pelajara didukung tenaga pendidik dan kependidikan terdiri dari tenaga-tenaga yang profesional di bidang pendidikan, tenaga pendidik berkualifikasi S1 dan S2 kependidikan, tenaga pendidik sudah bersetifikat pendidik sesuai latar belakang pendidikannya, tenaga pendidikan (Tata Usaha) terdiri dari tenaga profesional.

Kenyamanan bersekolah di MTsN Ciamis, tambah Gunawan, ditunjang dengan fasilitas pendidikan berupa gedung sekolah yang representatif dan milik sendiri ditunjang Laboratorium IPA, Laboratorium bahasa, dan komputer, ruang keterampilan, perpustakaan, moving class dengan PBM berbasis ICT (multimedia), ruang rapat/pertemuan intern, ruang kegiata kesiswaan (OSIS, Pramuka, BK dan UKS), dan mesjid yang memadai.

Jaring Siswa Berprestasi
Menjelang berakhirnya tahun pelajaran 2014/2015 dan memasuki tahun pelajarab 2015/2016 MTsN Ciamis kembali melakukan penjaring­an siswa berbakat dan ber­prestasi di bidang olahraga dan seni.  Penjaringan dilakukan mela­lui kegiatan berbagai aneka lomba yang diikuti oleh siswa SD/MI disekitaran Kecamatan Ciamis. Materi yang dilombakan pertandingan bola voli, futsal, pidato bahasa Indonesia, MTQ dan lomba Kaligrafi.

Kepala MTs Negeri Ciamis,  Drs. Gunawan, MPd menyatakan, kegiatan berbagai lomba ini dilakukan untuk penjaringan bakat dan silaturahim dengan sejumlah Sekolah Dasar serta Madrasah Ibtidaiyah.  Gunawan mengatakan, di MTs Negeri Ciamis telah dilaksanakan kelas dengan berbagai program, ada kelas program bina olahraga, seni, bina prestasi serta reguler.  Nantinya, jika terdapat siswa baik dari SD maupun MI yang berprestasi dan melanjutkan ke MTsN Ciamis, tinggal me­milih jenis program kelas tersebut. “Dan bagi yang berprestasi baik olahraga dan lainnya akan mendapat beasiswa,” ujarnya seusai pembukaan kegiatan aneka lomba di kampus MTs Negeri Ciamis beberapa waktu lalu. Dia berharap kegiatan ini bisa memotivasi semua siswa agar lebih meningkatkan minat dan bakatnya di berbagai bi­dang akademik maupun non akademik.

Pada kegiatan pencarian bibit dan ajang silaturahmi tersebut, diraih oleh SDN 4 Kertasari sebagai Juara I, MI Benteng sebagai Juara II dan MI Panyingkiran sebagai Juara III dan keluar sebagai pemain terbaik dengan nomor punggung 8 dari SDN 4 Kertasari. (mamay)

SMK Bhakti Kencana Menggelar Uji Kompetensi

Ciamis (LawuNews) SMK Bhakti Kencana Ciamis yang beralamat di Jalan Jenderal Soedirman No. 283 Sindangrasa Ciamis pada tahun ajaran 2014/2015 mempromosikan diri dengan membuka program keahlian rekayasa perangkat lunak (RPL). Program tersebut meliputi pemprograman komputer diantaranya untuk program keahlian Ototronik (elektrik automotif) dan mekatronik (elektronik mekanik) yang disambut antusias para orang tua yang menyekolahkan anaknya ke SMK Bhakti Kencana. Langkah tersebut ditempuh pihak SMK Bhakti Kencana dalam rangka menjawab ketersediaan permintaan akan tenaga kerja dari program RPL sendiri oleh dunia industri selain program yang sudah ada yaitu program Farmasi .

SMK Bhakti Kencana berada dibawah naungan Yayasan Adhi Guna Kencana sampai saat ini ada 25 sekolah yang dikelolanya diantaranya dua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes), satu Sekolah Tinggi Farmasi (STF), empat Akademik Kebidanan (AKBID) dan sembilan Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan (SMK Kes) dan tujuh Sekolah Menengah Kejuruan Farmasi (SMK Farm) yang berada di Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan NTB. Yayasan Adhi Guna Kencana diketuai oleh H. Mulyana, SH, MPd, MH.Kes.

Visi SMK Bhakti Kencana menjadi lembaga pendidikan menengah kejuruan yang ahli dan unggul dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dalam bidang farmasi yang profesional dan sesuai tuntutan dunia kesehatan dalam menghadapi era globalisasi. Sedangkan misi SMK Bhakti Kencana Ciamis menyelenggarakan pendidikan jenjang menengah secara profesional, kreatif, inovatif dan kompetitif dengan cara efektif dan efisien. Mempersiapkan peserta didik ke dunia kerja dan melanjutkan ke jenjang pendidikan dan yang lebih tinggi dan menanamkan etika berdasarkan nilai-nilai keagamaan.

Kepala SMK Bhakti Kencana Ciamis, Abdul Tasyakur, S.Farm, Apt kepada Lawunews.com menjelaskan, tujuan berdirinya SMK Bhakti Kencana dalam rangka mempersiapkan para anak didik diproses dan dicetak menjadi tenaga kesehatan dibidang farmasi yang bermutu dan siap pakai. Meningkatkan mutu pendidikan dalam bidang farmasi di Jawa Barat serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan mencerdaskan kehidupan bangsa serta menunjang pembangunan nasional dan otonomi daerah dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Untuk mewujudkan visi dan misi Bhakti Kencana, tambah Abdul Tasyakur, didukung tenaga pengajar yang berlatarbelakang pendidikan S1 dan S2 yang umumnya sudah berpengalaman dan profesional serta ditunjang fasilitas sarana berupa laboratorium farmasi, laboratorium biologi, laboratorium komputer, mushola, lapangan olahraga, perpustakaan dan kantin sehat. “Dalam menumbuhkan minat dan bakat siswa didik dengan mengadakan pendidikan exstrakulikuler yang merupakan ajang peningkatan diri sebagai salah satu bekal dikemudian hari, para siswa didik bisa mengikuti pramuka, PMR, IRMA, olahraga basket, volly, futsal dan paduan suara, “kata Abdul.

Untuk menguji kemampuan siswa dilapangan diadakan praktek diluar kampus diantaranya Rumah Sakit, Puskesmas, Apotek, Industri Farmasi, Industri Obat Tradisional, Usaha Mandiri (toko obat) serta melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi (Diploma Farmasi, Sarjana Farmasi dan Apoteker).

Uji Kompetensi
Dalam rangka pengakuan dari Kemenkes RI sebagai tenaga teknis ke farmasian menyongsong kesiapan siswa untuk menghadapi dunia kerja di bidang kesehatan baru-baru ini, Senin-Rabu (23-25/2) SMK Bhakti Kencana bekerja sama dengan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) menggelar uji kompetensi bertempat di SMK Bhakti Kencana. Dalam praktek uji kompetensi tersebut diikuti 82 siswa dengan 12 tenaga penguji dan 1 koordinator penguji dari PAFI.

Dalam kesempatan tersebut koordinator penguji, Wowo Karsono, berharap dengan uji kompetensi ini skill anak-anak betul-betul teruji sehingga bisa mengaplikasikan ilmu yang diserap dibangku sekolah selama tiga tahun untuk dipraktekan di dunia kerja yang sebenarnya.

Menurut Kepala SMK Bhakti Kencana Kabupaten Ciamis, Abdul Tasyakur, kegiatan uji kompetensi ini merupakan agenda tahunan, sehingga anak-anak lulus dengan mendapatkan surat izin kerja dari Dinkes dan hal itu akan mempermudah dalam bekal untuk mencari kerja. Salah satu siswa terbaik dalam uji kompetensi tersebut, Anggi Anggraeni Supandi, merasa bersyukur dengan digelarnya uji kompetensi disekolahnya. Setidaknya hal tersebut bisa menjadi bekal bagi dirinya untuk mengaplikasikan ilmu yang diserap dari bangku sekolah. (mamay)

Kolonel Inf Fulad, S.Sos., M.Si : ISIS Manfaatkan Rasa Putus Asa dan Putus Harapan Masyarakat

Bogor (LawuNews) Danrem 061/Sk Kolonel Inf Fulad, S.Sos., M.Si menjadi nara sumber dalam “Dialog Interaktif” yang diselenggarakan Aspirasi Merah Putih bertempat di RRI bogor, Rabu (25/3) tengah malam. dalam dialog interaktif ini, dibahas tentang perkembangan ISIS di Indonesia” dan pengaruhnya terhadap stabilitas keamanan Nasional.

Tema ini diangkat dalam diskusi interaktif tersebut mengingat saat ini sedang marak adanya indikasi perekrutan warga masyarakat oleh aliran radikal ISIS yang mulai merambah ke Negara Republik Indonesia.

Dalam dialog terkait rekrutmen ISIS, Danrem menjelaskan bahwa, beberapa faktor yang menjadi penyebab utama masyarakat tertarik menjadi anggota radikal ISIS dikarenakan akibat keterbelakangan, kemiskinan dan adanya ketidak adilan,  di samping hal tersebut juga kalangan cerdik pandai yang pemahaman agama kurang mendalam. masyarakat dari kalangan miskin sangat  rentan dengan janji atau dipengaruhi oleh aliran-aliran radikal dengan janji-janji yang menggiurkan. demikian juga kalangan masyarakat yang  terbelakang mudah  untuk di indoktrinasi dengan faham radikal tersebut. selanjutnya kalangan yang cerdik pandai namun pemahaman agama yang belum kuat sangat mudah untuk dibelokkan untuk mengikuti ajaran dan kelompok ISIS tersebut.

Selain faktor kebodohan dan kemiskinan, mereka menggunakan isu ketidak adilan sebagai upaya merekrut anggota ISIS. Mereka merasa belum mendapatkan keadilan,  terbukti banyak mahasiswa yang sudah menyelesaikan kuliah tetapi belum mendapatkan lapangan pekerjaan sehingga timbul rasa putus asa dan putus harapan, kondisi inilah yang membuat mereka rela mau bergabung menjadi teroris atau kelompok radikal ISIS.

Selanjutnya Danrem 061 / SK menyampaikan bahwa salah satu upaya untuk menanggulangi bahaya teroris atau ISIS adalah dengan pendekatan kesejahteraan, pendekatan kemanusiaan dan pembukaan lapangan kerja. dengan cara tersebut akan meningkatkan kemakmuran, keadilan sekaligus akan berpengaruh terhadap kuatnya daya tangkal pada masyarakat dari pengaruh radikal ISIS.

Pada bagian lain Danrem mengatakan, upaya menangkal pengaruh radikal ISIS yaitu dengan meningkatkan peran intelijen , karena melalui jaring intelijen dan pendekatan kepada mereka yang pernah bergabung dengan kelompok ISIS akan dapat mengetahui pola perekrutan, strategi yang digunakan dan kegiatan yang dilakukan termasuk dari mana dana mereka dapatkan untuk membiayai kegiatannya. Hal yang tidak kalah pentingnya dari pencegahan radikal ISIS adalah peran serta orang tua dalam mengawasi dan mendidik anak-anaknya, sehingga tidak  terpengaruh faham ISIS.

Pada bagian akhir, Danrem 061/Sk mengajak warga Bogor untuk ikut berperan serta dalam mewaspadai dan mencegah paham radikal ISIS yang mengancam di sekitar kita, adanya kelompok aliran radikal yang tidak sejalan dengan  komitmen kehidupan berbangsa dan bernegara kita, karena pada dasarnya paham radikal ISIS sangat bertentangan Pancasila dengan ajaran Islam. (Pendam III/Siliwangi/Rega)

Friday, March 27, 2015

Tiga Kepala Daerah Priangan Timur Sepakat Membangun Wilayah Perbatasan

Ciamis (LawuNews) Tiga Kepala Daerah di wilayah Priangan Timur akhirnya menandatangani naskah kesepakatan bersama (NKB) untuk membangun wilayah perbatasan, Rabu beberapa waktu lalu di Aula Sekertariat Daerah Kabupaten Ciamis. Ketiga Kepala Daerah tersebut yaitu Bupati Ciamis, H. Iing Syam arifien, Bupati Tasikmalaya,  H. Uu Ruzhanul Ulum dan Walikota Tasikmalaya, H. Budi Budiman.

Ketiganya sepakat untuk membangun wilayah perbatasan yang selama ini terkesan kurang mendapat perhatian dari pemerintah, khususnya infrastruktur. Namun guna memperhatikan daerah perbatasan tidak bisa diselesaikan oleh satu pemerintah daerah saja, tapi diperlukan kerjasama dengan pemerintah daerah lainnya yang berbatasan.

 Bupati Ciamis, H. Iing Syam Arifien dalam kesempatan itu mengungkapkan, bahwa dalam hal sosial ekonomi penduduk Kabupaten Ciamis dan  Kabupaten Tasikmalaya diperbatasan itu terbaur menjadi satu, yang membedakan hanya administratif dengan batas wilayah saja. Sehingga pembangunan diperbatasan tidak bisa diwujudkan tanpa koordinasi dan kerjasama antar pemerintah daerah.

H. Iing mencontohkan pentingnya pembangunan  jembatan diwilayah Selatan Kabupaten Ciamis yang berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya sebagai alternatif jembatan Cirahong. Karena jembatan Cirahong yang saat ini dijadikan jalur ekonomi masyarakat terbatas. Jembatan Cirahong kapasitasnya dibatasi, tidak bisa digunakan kendaraan besar dan harus menggunakan sistem buka tutup karena satu arah. Begitu juga di wilayah Barat Kabupaten Ciamis perlu jembatan baru yang bisa menjadi jalur ekonomi dengan Kota Tasikmalaya karena jembatan yang saat ini digunakan kurang memadai. “Oleh karena itu,  jembatan penghubung utama yang menghubungkan Wilayah Selatan Kabupaten Ciamis dan KabupatenTasikmalaya dan Kabupaten Ciamis Barat dengan Kota Tasikmalaya.  Jembatan  tersebut dibangun bersama Pemkab Ciamis dan Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya, ”ujarnya.

Bupati Tasikmalaya, H. Uu Ruzhanul Ulum mengapresiasi gagasan Pemkab Ciamis untuk bersama-sama membangun wilayah perbatasan, terutama infrastruktur jalan yang akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. “Baru pertama kali Pemkab Tasikmalaya menandatangani kesepakatan dengan daerah tetangga. Namun kesepakatan ini menumbuhkan sektor ekonomi di Tasikmalaya, karena di Tasikmalaya banyak produk industri yang membutuhkan pasar, seperti golok Gelonggongan yang sudah terkenal berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Tasikmalaya-Kabupaten Ciamis, “ujarnya.

Wali Kota Tasikmalaya, H. Budi Budiman juga menyambut baik atas gagasan  NKB tiga kepala daerah ini. Dia berharap realisasi dari NKB ini khususnya dalam pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan bisa mengatasi pengangguran di Kota Tasikmalaya yang masih tinggi. “Jalan dan jembatan menjadi urat nadi perekonomian masyarakat, termasuk masyarakat diperbatasan. Dengan adanya NKB ini, diharapkan pembangunan infrastruktur diperbatasan tidak tersendat dan bisa dilaksanakan dengan cepat, ”ujarnya.

Sekertaris Daerah Kabupaten Ciamis,  H. Herdiat selepas acara penandatanganan naskah kesepakatan bersama menegaskan, NKB tiga kepala daerah ini berawal dari keinginan pemerintah Kabupaten Ciamis untuk membangun sinergritas di wilayah perbatasan yang terbilang rentan konflik sosial.

Pembangunan yang saat ini dibutuhkan masyarakat di perbatasan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis - Kota Tasikmalaya, diantaranya pembangunan jembatan  Betmen (Benteng-Manonjaya) yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dengan Kabupaten Tasikmalaya dan jembatan Cindi (Cihaurbeuti-Indihiang) yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Kota Tasikmalaya. “Jembatan Betmen dan jembatan Cindi ini akan menghidupkan perekonomian masyarakat diperbatasan, mempermudan akses pendidikan serta layanan kesehatan, ”ujarnya.

Namun, kata H. Herdiat dalam membangun daerah perbatasan tidak bisa diwujudkan tanpa ada kerjasama anatar pemerintah daerah. Seperti pembangunan  jalan dan jembatan. “Secara umum kerjasama antar daerah ini mulai dari pembangunan pendidikan, Sosial, Pemerintahan, Kesehatan, Ekonomi, batas wilayah dan infrastruktur, “ujarnya. (mamay)

Fikom Uninus Gelar Baksos dan Pelatihan di SMAN 1 Kawali

Ciamis (LawuNews)  Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara (Sema Fikom Uninus) Bandung, menyelenggarakan bakti sosial, pelatihan dan pengembangan  ilmu komunikasi, jurnalistik, public relations dan ilmu perpustakaan di SMAN 1 Kawali Kabupaten Ciamis. Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Feri Sandria Nh mengatakan, acara itu merupakan acara tahunan yang selalu digelar oleh Fikom Uninus sebagai kegiatan dan pengabdian masyarakat terintegrasi sebagai wujud student social responsibility dan pengalaman tri dharma perguruan tinggi.

“Sejumlah kegiatan telah kami rancang. Diantaranya, seminar, workshop, talkshow dan penyerahan bakti sosial untuk panti jompo dikawasan Kecamatan Kawali, “kata Feri. Kegiatan yang melibatkan 100 peserta ini akan dikemas dengan fun workshop yaitu dengan cara memperbanyak praktek dibanding dengan materi. Target dari kegiatan ini adalah para siswa dan guru pengelola perpustakaan sekolah SMAN 1 Kawali.

Untuk pelatihan jurnalistik, jelas Feri, materinya meliputi dasar-dasar penulisan berita, teknik mencari/liputan berita, teknis penulisan berita, fotografi jurnalistik teori dan praktik. Lalu untuk public relations akan mengemas pelatihan kehumasan sekolah, pelatihan manajemen/pengelolaan informasi sekolah dan public speaking.

Sedangkan pelatihan pengelolaan perpustakaan sekolah meliputi manajemen perpustakaan, pembinaan koleksi perpustakaan, klasifikasi, katalogisasi dan literasi informasi. “Saya harapkan acara pelatihan dan pengembangan ilmu komunikasi ini menjadi bekal bagi para siswa SMAN 1 Kawali untuk lebih aktif dan bisa tampil percaya diri ketika berkomunikasi didepan umum, “tutur Feri Sandria. Ditambahkan Feri, kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan sembako dan pakaian layak pakai untuk panti jompo Al Hidayah Kawali yang diserahkan oleh Drs. H. Undang Sudarsana, M.MPd, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Uninus Bandung.

Baksos serta pelatihan dan pengembangan ilmu jurnalistik tersebut, berlangsung diruang komunikasi kampus SMAN 1 Kawali yang diikuti oleh 78 siswa dari kelas 1, 2 dan 3 yang tergabung dalam komunitas foto, Pers sekolah dan IT.

Ketua OSIS SMAN 1 Kawali, Dede Cairul mengatakan pelatihan dan seminar yang digelar oleh Sema Fikom Uninus kali ini sangat bermanfaat sekali bagi para siswa dan kesempatan yang seperti ini sangat ditunggu oleh semua siswa. Selain untuk menambah ilmu juga bisa menyalurkan hobi dan bakat siswa. Panitia pelaksana sekaligus pengajar, Ahmad Yani, teori yang disampaikan merupakan materi dasar penulisan bagi kelompok pers sekolah seta foto. Acara ini bentuk pengabdian terhadap masyarakat yang terintegrasi sebagai wujud student sosial responsibility dan pengamalan tri darma perguruan tinggi.

“Selama ini kami telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial. Termasuk bakti sosial di panti jompo dilingkungan wilayah Kecamatan Kawali. Sasaran dari kegian ini para siswa dan guru pengelola perpustakaan yang ada di SMA, “ujarnya. Semenetara untuk pelatihan jurnalist, materinya meliputi dasar-dasar penulisan berita, teknik mencari atau meliput berita, teknik penulisan berita dan fotografi jurnalistik dan praktik, “jelasnya. 

Kepala SMAN 1 Kawali, H. Sudarman, SPd, MPd sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Sema Fikom Uninus Bandung. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran bagi para anak didik di SMAN 1 Kawali selain memahami tentang arti berbagi bersama juga dalam rangka menambah wawasan dengan materi-materi yang diberikan oleh mahasiswa-mahasiswa dari Fikom Uninus Bandung. (mamay)

Nasib Petani Terancam, Kaum Muda Kurang Berminat Lagi Menjadi Petani

Ciamis (LawuNews) Nasib petani di Kabupaten Ciamis, 10 tahun kedepan semakin tidak jelas. Kondisi itu bakal terjadi jika tidak ada pembinaan terhadap generasi muda dari pemerintah daerah. Ketua Kelompok Tani Andalan (KTNA) Kabupaten Ciamis, Awan Setiawan, memandang saat ini masyarakat yang terjun menjadi petani usianya sudah uzur. Sedangkan kalangan muda sama sekali tidak ada yang mau terjun menggarap lahan pertanian. Jika ini dibiarkan tanpa adanya pembinaan mencetak generasi muda handal dibidang pertanian, kondisi petani di Kabupaten Ciamis tidak jelas.

“Lihat saja, para petani yang menggarap sawah saat ini rata-rata usianya sudah tua. Coba bayangkan kalau mereka meninggal siapa yang akan melanjutkan nanti. Tidak ada generasi muda yang mau menjadi petani, “katanya belum lama ini. Sebagai penggerak dibidang pertanian, Awan merasa khawatir dengan kondisi yang terjadi saat ini. Tidak ada satu pun generasi muda yang mau menggeluti sektor pertanian, apalagi mau menggarap sawah untuk menanam padi.

Awan mengaku pernah melakukan survey beberapa tahun kebelakang sewaktu dirinya masih menjabat Kepala Seksi di Dinas Pertanian terhadap beberapa pelajar yang ada di Kabupaten Ciamis mengenai minat anak-anak ke depan. Tidak ada satu pun pelajar yang ditanyanya mau menjadi petani. Alasannya aneka ragam dari mulai kotor sampai tidak memiliki masa depan yang cerah. Padahal pangan utamanya padi, keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Ketahanan pangan akan bedampak pada ketahanan negara.

Bayangkan jika didunia ini tidak ada petani, maka tidak akan ada beras di meja makan yang bisa dimakan. Saat ini harga beras melonjak, semua masyarakat sudah menjerit. Apalagi kalau tidak ada sama sekali jelas akan menjadi bencana. Namun sayang, pangan masih dilirik sebelah mata oleh masyarakat termasuk oleh pemerintah sendiri. Tidak ada gerakan nyata yang dilakukan pemerintah untuk melakukan pembinaan terhadap petani. Sehingga sektor pertanian menjadi bidang yang diminati oleh masyarakat.

“Harusnya ada bagaimana memadupadankan sektor pertanian dengan teknologi. Masyarakat bisa tertarik untuk menjadi petani, “tegasnya. Diwilayah Kabupaten Ciamis saja saat ini sangat kesulitan mencari kaum muda yang mau bergelut dibidang pertanian. Dampaknya ketika penggarap sakit, banyak sawah warga yang terlambat pengolahannya dan tidak bisa ditanami padi secara serempak.

“Jika ini dibiarkan ke depan tidak menutup kemungkinan akan banyak sawah yang berubah fungsinya. Tidak lagi ditanami padi tetapi menjadi gedung dan perumahan, “katanya. Awan mengakui sangat merindukan adanya langkah kongkrit yang dilakukan pemerintah daerah terhadap dunia pertanian. Kabupaten Ciamis menjadi lumbung padi di Indonesia bisa terwujud, karena potensi pertanian sangat berlimpah. (mamay)

Koprasi Warga Cimahi Mandiri Menggelar RAT Tepat Waktu

Cimahi (LawuPost)  Koperasi yang sehat dan baik adalah Koperasi yang mampu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu, dan Rap...