Saturday, April 11, 2015

Pangdam III/Siliwangi BerangkatkanTim Wingday ke-9 HDCI Bandung

Bandung (LawuNews) Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal Dedi Kusnadi Thamim bersama Kapolda Jabar Irjen Pol Drs. Mochammad Iriawan memberangkatkan tim Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Bandung, yang akan  mengikuti Event ke – 9 Memorial WIngday   yang mengambil start di Mapolda Jawa Barat jalan Soekarno Hatta Bandung, Jumat (10/4/2015).

Pada kesempatan tersebut hadir juga Komjen Pol (Purn) Nana Suparna sebagai Ketua Umum  Harley Davidson Clab (HDCI) turut serta memberangkatkan rombongan dan selanjutnya akan menuju Pangandaran.

Event ke – 9 Memorial WIngday   diselenggarakan di Pangandaran dari tanggal 10 – 12 April 2015 dalam rangka silaturahmi penggemar Motor gede (moge) . The 9th Memorial Wingday adalah sebuah event gathering komunitas moge internasional 5 tahunan yang sudah diadakan sejak tahun 1973. (Pendam III/Siliwangi/Rega)

SDN Kompleks IKIP Makassar Jalankan Berbagai Strategi Tumbuhkan Minat Baca Anak

Makassar (LawuNews) “Budaya baca sangat penting diterapkan. Selain karena kitab suci ayat pertama yang turun memerintahkan Nabi untuk membaca, yang bisa diartikan untuk mengenali sesuatu kita harus membaca, yang kedua, secara empiris, negara yang maju, adalah negara yang masyarakatnya rajin membaca,” ujar Andi Agusniati, kepala sekolah SDN Kompleks IKIP Makassar saat diwawancarai tentang program budaya baca yang saat ini gencar dilakukan di SDN yang dipimpinnya (10/4/2015).

Terinspirasi oleh pelatihan USAID PRIORITAS tentang peningkatan minat baca, maka SDN Kompleks IKIP gunakan berbagai strategi dalam mengejawantahkannya. Di bawah adalah praktik-praktik program budaya baca yang dikelola   sekolah yang dianggap favorit di Makassar ini.

Sekolah tersebut membuat sudut-sudut baca yang terletak di dalam dan  di luar kelas.  Guru-guru diberikan kebebasan berkreasi  dalam menentukan model sesuai dengan tingkatan kelas. Misalnya, untuk Kelas I praktik yang dijalankan yakni gelar tikar baca. Gelar tikar baca ini ditujukan agar para siswa dapat duduk lesehan di atas tikar kemudian membaca secara estafet.  

Untuk siswa Kelas II sendiri disediakan lemari buku serta koleksi buku yang secara swadaya dikumpulkan oleh siswa. Kelas III sendiri melaksanakan praktik books moving sama halnya dengan tukar buku. Books moving ini disajikan dengan cara buku-buku yang disusun dalam satu box atau kotak buku, kemudian kotak itu diberikan kepada satu kelompok untuk satu hari tertentu begitu seterusnya. Adapun Kelas IV,  di dalam kelas terdapat gerobak baca yang berisi kumpulan buku para siswa yang dapat dibaca setiap saat. 
 
Gerobak baca tersebut dapat dengan mudah dipindahkan oleh siswa karena dilengkapi dengan roda.  Di Kelas V, di dalam kelas teradapat rak parallon yang digunakan sebagai pajangan koleksi buku. “Siapa saja siswa yang ingin baca, silakan ambil sendiri bukunya.” Tegas  Agusniati. Sementara Kelas VI melaksanakan praktik yang sama seperti yang diterapkan pada siswa Kelas III yakni books moving.

Di luar kelas didirikan dua  taman baca yang letaknya berada di depan taman kelas IV dan kelas V. Selain itu, terdapat pula warung baca yang letaknya persis di belakang pagar sekolah. Warung baca ini bertujuan untuk mengajak  orang tua siswa ikut aktif dalam menumbuhkembangkan budaya baca di sekolah tersebut. Di warung baca tersebut disediakan koleksi bacaan seperti majalah, tabloid dan surat kabar. “Orang tua siswa kadang ada yang bawa pulang beberapa koleksi di sana.’’ ujar Agusmiati, kepala sekolah di SDN Kompleks IKIP Makassar.

Dengan model praktik budaya baca yang berbeda-beda di setiap kelas, kepala sekolah mengharapkan minat baca siswanya tumbuh dan berkembang sehingga mencintai buku dan terbiasa membaca. Program tersebut sudah berjalan selama kurang lebih empat bulan sejak Oktober 2014 lalu. Hasilnya tampak sangat positif.  Siswa mampu menyampaikan hasil bacaan mereka di depan orang tua mereka di rumah. Di depan kelas, mereka mampu tampil memberikan kuldum (kuliah dua menit) dengan referensi hasil bacaan mereka.  Guru membimbing siswa untuk berani tampil dan mengembangkan keterampilan berbahasa mereka lewat kegiatan kuldum. Tema kuldum sendiri biasanya membahas tentang etika dan pendidikan karakter.

Program budaya baca tersebut juga memberikan  dampak positif  terhadap partisipasi aktif orang tua siswa  terhadap  program sekolah.  Misalnya, mereka memberikan bantuan materil untuk pembuatan rak parallon dan gerobak baca. Selain itu, menurut Agusmiati, sekolahnya saat ini menjalin kerjasama dengan SD Maccini 1 Makassar untuk megembangkan program yang sama. Misalnya, siswa diajak untuk berbagi buku bahkan peralatan sekolah lainnya misalnya tas, sepatu, dan alat tulis.(red)

Friday, April 10, 2015

TNI Akan Bertindak Bila Terjadi Terorisme dan Radikalisme didepan Mata

Bandung (LawuNews) TNI akan melakukan tindakan kepada seluruh pelaku kejahatan baik Terorisme maupun radikalisme, apabila tindakan tersebut terjadi di depan mata, selanjutnya TNI akan berkoordinasi dan diserahkan kepada pihak kepolisian.

Demikian disampaikan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim,  sebagai nara sumber pada acara Diskusi bertemakan Sinergitas Penanggulangan Terorisme dan Radikalisme Di Daerah Jawa Barat, di  Graha Bayangkara jalan Cicendo Kota Bandung, Kamis (9/4/2015)

Lebih lanjut dijelaskan Pangdam III/Siliwangi bahwa tindakan TNI tersebut dilakukan tentunya apabila kegiatan Terorisme dan Radikalisme terjadi jauh dari jangkauan aparat Kepolisan.
”Seluruh prajurit Kodam III/Siliwangi diperitahkan melakukan tindakan apabila terjadi kegiatan Terorisme, radikalisme dan tindakan kejahatan lainnya yang terjadi di depan “ tegasnya

Hal tersebut dilakukan sesuai dengan tugas Pokok TNI dalam Operasi Militer selain Perang, dimana yang saat ini cukup menonjol selain penangan bencana alam dan membantu pensuksesan ketahanan pangan adalah membantu pemerintah dan Polri dalam mengatasi terorisme dan radikalisme, khususnya di Jawa Barat dan Banten.

Dalam acara tersebut hadir Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Mochamad Iriawan, Ketua Kejati Jabar Feri Wibisono, Sh., Mh., Cn., Ketua Forum Ponpes Indonesia Provinsi Jabar Dr. KH.  Utawijaya Kusuma dan Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H.M. Didi Turmudzi, M.Si., dan mendeklarasikan “Penolakan ISIS di Jabar”. (Pendam III/Siliwangi/Rega)

Minat Baca Siswa Perlu Dirangsang

Kuningan (LawuNews) Sebagai bagian dari program USAID PRIORITAS, budaya baca terus dikembangkang kepada segenap lapisan unsur pendidikan di Kab. Kuningan, termasuk sekolah yang ada di lingkungan binaan Kantor Kementerian Agama, dalam hal ini MI Cokroaminoto.

Salah satu wujud nyata kepedulian USAID PRIORITAS adalah mengajak peran serta guru dan siswa yang ada di lingkungan MI Cokroaminoto untuk mengunjungi Perpustakaan Daerah Prof. DR. Edi S. Ekadjati yang beralamat di Jl. Siliwangi dan berada di bawah Kantor Arsip dan Perpustakaan Kab. Kuningan.

“Kami sangat mengapresiasi atas kunjungan dari unsur sekolah ini, apalagi dari unsur madrasah, kami sangat bangga sekali atas wujud nyata dari segenap stakehokder MI Cokroaminoto yang berkenan memperkenalkan budaya baca kepada segenap peserta didik generasi muda Kab. Kuningan” ujar Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan, Dudin Mufakir, SH, didampingi Kasie Perpustakaan, Warsija, M.Pd, disela – sela menerima kunjungan guru dan siswa MI Cokroaminoto, kamis (09/04).

Dudin berharap, kunjungan siswa dan guru ini dalam rangka memperkuat pendidikan dasar bagi siswa – siswi kelas awal, khususnya minat baca. Oleh sebab itu, Dudin menyambut baik program budaya baca yang dikembangkan oleh USAID PRIORITAS ”Anak – anak perlu dikenalkan pada program budaya baca, mereka harus sedini mungkin dikenalkan kepada budaya baca, agar generasi muda Kuningan pintar dan cerdas” Dudin menambahkan.

Kunjungan yang berjumlah 76 orang siswa dan guru MI Cokroaminoto ini merupakan program awal kunjungan ke perpustakaan daerah, yang rencananya akan dimasukkan dalam program madrasah. ”Selain ada program kunjungan ke perpustakaan daerah, sekolah kami juga sudah menerapkan program membaca senyap yang diterapkan sebagai bentuk implementasi program USAID PRIORITAS. 

”kami sangat senang didorong untuk maju, apalagi mencerdaskan anak bangsa melalui program budaya baca, selain program kunjungan ke perpustakaan, kami juga telah menerapkan budaya baca di sekolah kami yang diselenggarakan setiap hari sabtu pukul 08.00 pagi”. Ujar Tatat Pujiati, kepala MI Cokroaminoto Kuningan.

 Para siswa tampak aktif mencari buku yang disukai, kemudian mencari tempat untuk membaca, salah seorang siswa tampak senang ketika diperkenalkan dunia perpustakaan, bagi mereka ini adalah hal yang baru, ”saya senang, karena sudah diperkenalkan kepada perpustakaan di Kuningan, tempatnya asyik dan bisa menjadi tempat baca yang nyaman” ujar Syifa Aulia Rahma, kelas VI di sela – sela wawancara dengan koran ini.

Madrasah yang terletak di Jalan Djuanda Kuningan ini menjadi mitra Program USAID PRIORITAS, salah satunya menerapkan program budaya baca, karena dengan membaca selain memberikan pengetahuan bagi siswa, juga bermanfaat bagi siswa untuk mengasah keterampilan menulis

”kegiatan membaca ini mendorong siswa untuk aktif menulis, membaca dan menulis itu satu kesatuan, semakin banyak kita membaca, semakin banyak tabungan yang bisa kita tulis, kami apresiasi sekolah MI Cokroaminoto bisa menerapkan budaya membaca di sekolah secara serentak dan sudah ada pojok baca di setiap kelas.” Ujar Ahmad Syaiful Bahri, koordinator USAID PRIORITAS Kab. Kuningan.(red)

Thursday, April 9, 2015

Kasad Olahraga Bersama Ribuan Prajurit Kopassus

Cijantung (LawuNews) Kepala Staf Angkatan Darat ( Kasad ) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berolahraga bersama dengan ribuan prajurit Komando Pasukan Khusus ,Rabu ( 8/4/2015 ) di lapangan Atang Sutresna ,Makopassus ,Cijantung Jakarta Timur .

“Kasad  senantiasa selalu memperhatikan prajuritnya terbukti ditengah kesibukan yang luar biasa masih mau menyempatkan diri  hadir ditengah tengah kalian  untuk ikut olahraga bersama  “, tegas  Danjen Kopassus Mayjen TNI Doni Monardo.

Dalam kesempatan tersebut Kasad memberikan  ratusan doorprize untuk dibagikan kepada prajurit   sebagai ungkapan kasih sayang dan apresiasi dari Bapak kepada anaknya.

Kasad Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutannya mengatakan saya datang ke Markas Komando Pasukan Khusus  dalam rangka menghilangkan kerinduan ,saya yakin kamu rindu  seperti ayah dengan anak ”’ Ujar Kasad Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Kasad menambahkan “Saya datang kesini bersama para Asisten dan Kabalakpus  supaya ada kesamaan ,bahwa mulai dari jenderal  sampai prajurit dua dalam latihan tidak ada bedanya ,”disambut tempuk tangan prajurit dan teriakan Komando.

Dalam kesempatan tersebut  Kasad mengingatkan  kalian adalah pasukan khusus, pasukan  yang tidak pernah menyerah dan kalah dalam pertempuran maka  tugasmu dari detik kedetik, waktu ke waktu ,hari ke hari   hanya berlatih berlatih dan berlatih , sehingga kapanpun   negara dan banga  memanggilmu untuk  tugas tidak ada satu kata   tidak ada gagal  dalam suatu tugas . karena sejarah perjuangan membuktikan tidak pernah gagal dalam dalam tugas.
]
Ikut serta dalam olah raga bersama   PangkostradLetjen TNI Mulyono ,Pangdam jaya Mayjen TNI Agus Sutomo,S.E.  para sejumlah asisten kasad dan Para kabalakpus serta 1585 prajurit Komando Pasukan Khusus  ( Mayor Inf Achmad Munir/Yudi )

Parepare Kelebihan Guru SMP PNS

Parepare (LawuNews)  Bagi lulusan pendidikan keguruan yang ingin menjadi pegawai negeri di lingkungan pemkab Parepare sebagai guru SMP musti banyak berpikir ulang. Berdasarkan data Dapodik yang diolah dengan Software Simdikdas USAID PRIORITAS, guru SMP PNS di Kota Parepare sudah terlalu banyak. Kelebihan guru ini hampir di semua mata pelajaran, kecuali guru Mapel Seni Budaya dan Mapel  Keterampilan/TIK.

Misalnya untuk guru mata pelajaran bahasa Inggris, dari 39 orang yang dibutuhkan daerah tersebut, tersedia jumlahnya mencapai 49 orang. Dengan kata lain, Parepare kelebihan guru Bahasa Inggris sebanyak 10 orang. Demikian juga Matematika dan IPA yang ketersediaanya lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan daerah. Untuk Matematika yang dibutuhkan Cuma 39 orang, namun Parepare memiliki guru mata pelajaran jenis ini sebanyak 54 orang, sehingga kelebihan 15 orang. Lebih parah lagi guru IPA, dari kebutuhan cuma 39 orang yang sudah aktif mengajar jadi PNS adalah 57 orang sehingga kelebihan mencapai 18 orang. Demikian juga Mata Pelajaran lainnya.

Isu lain yang mencuat adalah ketidak merataan jam mengajar guru. Terdapat guru yang kelebihan jam mengajar sementara di lain pihak, terdapat juga guru yang kekurangan jam mengajar. Tercatat 88 orang Guru Mapel yang memiliki jumlah jam per minggu kurang dari 24 jam, tetapi di sisi lain terdapat pula 118 orang Guru Mapel yang memiliki jumlah jam per minggu lebih dari 24 jam. “Pemerataan dan penataan jam mengajar siswa menjadi poin penting yang juga harus diperhatikan pemda, agar peluang guru untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi juga merata,” ujar Ridwan M. Tikola, Governance and Management Specialist USAID PRIORITAS di sela sela  konsultasi publik penataan dan pemerataan guru yang dilakukan hari ini  (8 April 2015) di ruang data Kantor Walikota Parepare yang diselenggarakan oleh USAID PRIORITAS bekerjasama dengan pemerintah setempat.

“Untuk mengatasi kelebihan guru PNS pada jenjang SMP dan kekurang guru kelas pada jenjang SD, kami mengusulkan alih fungsi dari guru mapel ke guru kelas melalui resertifikasi,” ujar Ridwan lebih lanjut.

Kegiatan   konsultasi publik penataan dan pemerataan guru ini  terselenggara berkat kerjasama USAID PRIORITAS dengan Dinas Pendidikan kota Parepare, dihadiri oleh 30 aparat pemerintah dari Dinas Pendidikan, UPTD, Kemenag, BKD, Bappeda dan lain-lain.(red)

TNI Terus Melakukan Upaya Evakuasi WNI di Yaman

Puspen TNI (LawuNews) Setelah lima hari melaksanakan misi percepatan pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Yaman,  Tim Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berkekuatan 22 personel terus melakukan berbagai upaya untuk dapat memasuki wilayah tersebut dengan menggunakan pesawat miliki TNI jenis Boeing 737-400 bermuatan 110 penumpang, Rabu (8/4/2015).
 
Tim satgas penyelamatan untuk pengangkutan WNI yang berjumlah 22 personel, terdiri dari 12 orang Crew Pesawat, 4 orang dari Satuan Bravo Paskhas, 2 orang Penerangan, 3 dari Kemenlu dan 1 Supervisi dari Mabes TNI, dipimpin oleh Letkol Penerbang I.G. Putu Setia Dharma. 
 
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Tim Percepatan Pemulangan WNI, antara lain melaksanakan pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) RI untuk Yaman Bapak Wajid Fauzi di Salalah, Oman.   Dalam pertemuan tersebut, Dubes RI menyampaikan tentang situasi dan kondisi yang terjadi di Yaman saat ini antara lain: Pertama,  di wilayah Tarim, terdapat kurang lebih 1.000 WNI  dan saat ini terdapat 45 WNI sedang melakukan perjalanan darat  menuju ke Salalah, Oman. Kedua, untuk wilayah Aden, masih terjadi pertempuran darat dan terdapat sejumlah WNI belum dapat melakukan perjalanan menuju Pelabuhan Aden. Kapal laut yang telah di charter pemerintah Indonesia masih berlabuh di Jibouti. Sementara itu, Bandara Aden juga belum dapat digunakan untuk pendaratan pesawat. Ketiga, di lokasi Al Mukalla, saat ini 100 WNI dengan menggunakan kendaraan bus menuju Salalah.
 
Prioritas evakuasi WNI di Yaman saat ini adalah melalui jalur darat menuju Salalah untuk WNI yang berasal dari Tarim dan Mukalla, sedangkan yang menuju Jizan untuk WNI yang berasal Hudaidah dan Sana’a. Disamping itu, terdapat 47 WNI dari Tariim saat ini sudah memasuki wilayah Oman dan siap diterbangkan menuju Indonesia.
 
Pesawat milik TNI hingga saat ini masih mengalami hambatan untuk melakukan penerbangan di Yaman. Hal ini lebih disebabkan adanya kendala izin terbang saat hendak memasuki wilayah udara Yaman, yang  saat ini sudah dikuasai oleh otoritas Arab Saudi. Selain izin clearance, kendala lain adalah lokasi landasan terbang terpaksa dipindah akibat situasi yang tidak kondusif. Alhasil, seluruh WNI yang akan dievakuasi terpaksa melalui perjalanan darat sebelum diterbangkan ke lokasi aman.
 
Hingga saat ini, operasi penerbangan untuk mengevakuasi WNI di Yaman melalui jalur udara telah dilaksanakan sebanyak tiga kali dengan mengangkut 300 WNI. Setidaknya, terdapat 4.159 WNI di Yaman. Mereka, antara lain, terdiri dari 2.626 mahasiswa dan pelajar serta 1.488 pekerja profesional bidang minyak dan gas bumi. Sisanya ialah diplomat serta pegawai Kedutaan Besar RI dan keluarga.
 
Seperti diberitakan sebelumnya bahwa pada hari Minggu (5/4/2015), Pesawat TNI AU Boeing 737-400 telah berhasil mengevakuasi 110 Warga Negara Indonesia yang berada di Jizan, Arab Saudi menuju Muskat, Oman dengan selamat walaupun harus terbang lebih lama 45 menit dari jadwal semula dikarenakan flight clearance dari otoritas Arab Saudi yang mengharuskan merubah rute penerbangan.
 
Satu hari sebelumnya, pada hari Sabtu, 4 April 2015, Pesawat TNI AU Boeing 737-400 juga telah berhasil mengevakuasi 110 Warga Negara Indonesia, yang berada di Jizan, Arab Saudi untuk diterbangkan menuju Bandara Muskat, Oman dan telah diterbangkan menuju daerah asal masing-masing di Indonesia menggunakan pesawat komersial.  Sedangkan pada hari ini Senin (6/4/2015), Pesawat TNI AU Boeing 737-400 telah berhasil mengevakuasi 80 Warga Negara Indonesia yang berada di Jizan, Arab Saudi menuju Salalah, Oman.
 
Authentikasi :
Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bernardus Robert

Koprasi Warga Cimahi Mandiri Menggelar RAT Tepat Waktu

Cimahi (LawuPost)  Koperasi yang sehat dan baik adalah Koperasi yang mampu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu, dan Rap...