Thursday, May 16, 2013

Awas, DBD Mengancam


CIAMIS, (LawuNews) – Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis memperingatkan warga Kabupaten Ciamis untuk berhati-hati menyusul terjadinya serangan wabah Demam Berdarah Dangue (DBD dan malaria). Di Kabupaten Ciamis sendiri selama ini terdapat sejumlah daerah yang menjadi endemis kedua penyakit berbahaya ini. 

Jumlah pasien pengidap pe¬nyakit demam berdarah Dang¬ue (DBD) di Kabupaten Ciamis terus bertambah. Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupa¬ten Ciamis hingga kwartal ta¬hun 2013 jumlah penderita DBD sebanyak 60 orang di¬larikan ke rumah sakit dan satu diantaranya anak usia tujuh tahun meninggal dunia. Sedangkan pada tahun 2012, jumlah penderita pada kwartal pertama penderita DBD hanya 34 orang. "Memang ada peningkatan jumlah penderita DBD diband¬ing tahun lalu. Pada kwartal pertama tahun 2012 hanya ter¬catat 34 penderita sekarang su¬dah mencapai 60 orang." ujar 

Kasi Pengendalian Pemberan¬tasan Penyakit dan Penang¬gulangan Bencana (P4B) Din¬as Kesehatan Kabupaten Ciamis, Osep Hernandi. Menurut Osep, berdasarkan wilayah, pasien DBD terdapat di kecamatan Ciamis (pusat kota) menempati posisi tertinggi sebanyak 19 ka¬sus, kedua Cijeungjing 8 ka¬sus,ketiga, Sukadana 6 kasus, keempat Lakbok 6 kasus dan ke¬lima, Jatinagara 5 kasus. Penyebab peningkatan seran¬gan DBD ini, kata Osep dipen¬garuhi faktor cuaca panas di musim hujan saat ini seperti masa pancaroba. Sehingga mendukung ter¬hadap berkembangnya jentik nyamuk Aides Aigypt. Selain itu masyarakat masih terlalu mengandalkan fogging untuk melakukan pencegahan demam berdarah. Padahal, menurtnya, Fogging hanya salah satu langkah mem¬berantas nyamuk mematikan tersebut. Faktor utama mencegah de¬mam berdarah dengan menja¬ga kebersihan lingkungan melalui P3 M Plus, yakni menutup, menguras, mengubur barang¬-barang bekas yang tidak terpakai, plusnya menggunakan obat nyamuk lotion. Guna meredam penyebaran nyamuk mematikan tersebut, kata Osep, Pemkab Ciamis su¬dah mengirim himbauan Was¬pada Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD. Dan kepada kepada seluruh oraganisasi perangkat Daerah (OPD) untuk meningakatkan gerakan P3M Plus. Juga pemantauan jentik nya¬muk berkala yang dilakukan oleh kader kesehatan dan mas¬yarakat, kata Osep. (mamay/dian/RED).

Mochammad Ramdhani Pelukis Muda Asal Cimahi


CIMAHI.LawuNews - Mochammad Ramdhani yang akrab di panggil Dhani oleh teman-temannya ini memang masih tergolong muda tetapi hasil seninya tidak diragukan lagi. 

Anak muda asli Kota Cimahi dengan ciri khas rambutnya yang selalu terurai panjang telah banyak menghasilkan lukisan-lukisan yang layak untuk di pamerkan dan dijual. Saat ditemui LawuNews di kediamannya, Dhani mengatakan dan menceritakan dengan hobi seni khususnya melukis.

Salah Satu Hasil Karyanya. Mochammad Ramdhani

Diakuinya memang sejak kecil Dhani mempunyai darah seni, dan sejauh ini sudah mengikuti di berbagai pameran antara lain di Gasibu,Hari Anti Narkoba Internasional,Pameran bersama di Alam Wisata Cimahi,Pameran Cimahi Fest,Pameran besama."Humaniora"Collboratio,Visual Art Theater Exhibition At Terasseni Art Space Gallery,Ubub.(Yudi/Rega)

Tuesday, May 14, 2013

Narkoba Rambah Wanita


CIAMIS LawuNews – Tim dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis secara mendadak mendatangi Kantor Pengadilan Negeri Ciamis, Selasa, lalu Kedatangan tim lembaga BNN yang dipimpin drg. Engkan Iskandar, MM ini untuk melakukan test urine kepada puluhan karyawan di Pengadilan Negeri Ciamis tanpa terkecuali Kepala Seksi Pembedayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ci­amis, Aris Nuryana mengata­kan, jika BNN akan melakukan tes narkoba ke dinas, instansi atau ke lingkungan pendidikan, dipastikan dilakukan dengan cara mendadak. 

Dengan begitu, orang yang akan dites urine tidak akan me­lakukan persiapan atau kabur. “Tes Narkoba Badan Narko­tika Nasional (BNN) ini seperti sidak (inspeksi mendadak). Tujuannya untuk mencegah adanya persiapan atau kabur, terutama untuk pegawai yang akan dites,” kata Aris. Dengan cara demikian semua karyawan Pengadilan Negeri Ciamis, termasuk Ketua Pengadilan Negeri Ciamis, Mery Taat Anggarasih, SH, MH, tidak luput dari tes narkoba. “Seluruh pegawai PN sebanyak tiga puluh lima pe­gawai termasuk ketua kami tes.,” ungkap Aris. Sementara itu Ketua Penga­dilan Negeri Ciamis Mery Taat Anggarasih, SH, MH, mengaku tidak tahu sama sekali sebelum­nya jika BNN akan melakukan tes narkoba di kantornya. 

“Saya sebelumnya tidak tahu sama sekali. Dikira saya, pegawai BNN yang datang ke sini hanya akan silaturahmi. Ternyata (akan melakukan tes urine) tes narkoba, tidak menyangka-nyangka,” timpal Mery. Mery menyakini, jika di PN Ciamis tidak ada pegawai men­jadi pengguna narkoba atau pun pengedar. Ia menjamin di Pengadilan Negeri Ciamis bebas dari narkoba. “Saya yakin PN Ciamis bebas narkoba. Namun bila mana ada yang positif sebagai pengguna narkoba, kami serahkan pada BNN saja untuk menangani,” tandasnya. (Mamay/Dian/Red)

Penjual Minuman Keras Oplosan Jadi tersangka


CIAMIS LawuNews – Minuman keras (Miras) oplosan kembali memakan korban. Korban kali ini Sukirman (30) dan Dudung Sodikin (31) keduanya warga Pasir Angin Kelurahan Kertasari Ciamis. Kedua korban menghembuskan napas terakhir, sehari setelah menengak miras oplosan yang sering disebut “Suliwa” tersebut. Sukirman, pria yang sehari­-hari bekerja sebagai pengepul rongsok itu meninggal Rabu (1/5) lalu, setelah dirawat di ruang ICU (Intensif Care Unit) di RSD Ciamis selama 5 jam. 

Suryanah, istri Sukirman saat ditemui Lawu News Kamis (2/5), me­nuturkan korban sepulang ker­ja Selasa (30/4) pukul 18.00 mengeluh perutnya sakit, se­hingga korban hanya tergolek di kasurnya. Korban mengaku, jika sebelumnya sempat me­nenggak minuman miras. Keesokan harinya kata Sur­yanah, kondisi suaminya tak berubah. Maka dengan dibantu tetangga, suaminya dibawa ke RSUD Ciamis. Namun ketika sampai di RSU, nyawa sudah tidak tertolong lagi.”Saya diberitahu petugas ru­mah sakit bahwa suami saya over dosis minuman keras, ujar suryanah. 

Suryana mengaku, tidak tahu apa yang diminum oleh sua­minya, dan dimana meminum­nya. Suaminya merasakan ge­jala sakit setelah pulang dari tempat kerja. Sementara Irawati, istri Dudung yang berprofesi se­bagai tukang ojek, suaminya merasakan dada dan kepalanya sakit. “Suami saya pulang sekitar puku l2.00. Ketika pulang men­geluh dada dan kepalanya sakit,” ujarnya. Keesokan harinya, sakit sua­minya ternyata belum juga sem­buh. Maka sore harinya; Du­dung langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ciamis. Namun kurang dari satu jam, suaminya akhir­nya meninggal. Kerabat korban Parto (55), mengaku kaget mendengar kabar bahwa saudaranya meninggal karena over dosis. “Saya tahu dari perawat bahwa Dudung meninggal akibat over dosis minum keras,” pungkasnya. Sementara itu, Kapolsek Ciamis Kompol Mujiran, membenarkan ada dua warga meninggal over dosis minuman keras oplosan. Sebelum meninggal, kedua ko­rban sempat dirawat di RSUD Ciamis. Namun nyawanya tidak tertolong. Jumlah korban sam­pai saat ini baru dua orang. “Kami menduga ini diakibat­kan oleh miras oplosan. Jika ada lagi korban miras yang sama, kami akan melakukan penye­lidikan,” pungkasnya. Dari pengembangan kasus yang dilakukan, seorang penjual minuman keras oplosan Ajt (41) warga Cijantung Kabupaten Ciamis diamankan petugas Polres Ciamis Jumat (3/5). Dia diduga telah menjual minuman keras oplosan jenis Suliwa dan Ciu. Dalam penangkapan tersebut juga disita 212 botol miras. Kepala Satuan Reserse Kri­minal Polres Ciamis AKP Sho­het mengatakan, penangkapan Ajt merupakan pengembangan atas kasus meninggalnya dua orang yang diduga over dosis mengkon­sumsi miras “Suliwa”. 

“Awalnya dari mitra kami yang melapor bahwa ada se­jumlah warga yang tewas akibat miras ini, selanjutnya kami mencari penjual miras tersebut,” kata Shohet. Dijelaskan Shohet, tersangka menjual miras secara terbuka di salah satu warung yang be­rada di Jalan Koperasi Ciamis. Miras tersebut, dijual dengan harga Rp 20 ribu per botol. Menurut Shohet, tersangka mendapatkan miras tersebut bukan dari Ciamis, tetapi dari luar kota. Tersangka memesan ke bandar, baru dikirim ke tempat tersangka. “Miras ini bukan dioplos atau dibuat di Ciamis, tersangka ha­nya memesan miras dari luar kota. Kami akan terus me­ngembangkan kasus tersebut,” ujar Shohet. Akibat perbuatannya terse­but, tersangka dijerat pasal 204 KUHP dengan ancaman huku­man penjara maksimal lima tahun. Tersangka diduga telah menjual barang yang memba­hayakan keselamatan nyawa masyarakat. Pasal yang dikenakan adalah pasal 204 KHUP, karena ada korban yang sampai meninggal tersangka bisa diancam hukaman penjara seumur hidup,” tandas Shohet. (Mamay/Dian/Red)

Peningkatan Kualitas Sanitasi Berbasis Masyarakat


CIMAHI LawuNews- Peningkatan kualitas sanitasi harus jadi fokus bersama. Karena itu, perlu mengingatkan masyarakat agar tidak buang sampah dan limbah sembarangan. Demikian terungkap dalam Bimbingan Teknis Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS), Bendahara, dan Mandor, di TEDC Jln. Pesantren Kota Cimahi, Kamis (9/5). Peserta sebanyak 323 orang, terdiri dari masyarakat pengurus septiktank komunal, dan pelaku pembuat septiktank. 

Walikota Cimahi Atty Suharti Tochija mengakui, banyak masyarakat pinggir sungai yang masih menggunakan badan sungai untuk buang limbah. Pengadaan septiktank komunal terus digenjot agar tingkat kualitas sanitasi Kota Cimahi meningkat. Duta Sanitasi Nasional, Itoc Tochija, selaku pemateri, mengatakan, pada tahun 2011, Cimahi mendapat bantuan Australia berupa masterplan air limbah dan bantuan program percepatan pembangunan sanitasi permukiman. 

"Untuk mendorong kesadaran masyarakat, dibentuk sanitasi lingkungan berbasis masyarakat. Harapannya, masyarakat jadi mandiri, mulai perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan," ujarnya. Kabid. Air Bersih dan Limbah Domestik Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP Kota Cimahi Djani Ahmad Nurjani, menyatakan, bintek dilakukan agar KSM Sanimas dapat mengelola septiktank dengan baik. "Selama ini septiktank dibangun agar bisa berfungsi. Maka, para masyarakat harus memeliharanya," tuturnya Desain septiktank komunal sesuai standar pun harus diketahui oleh para mandor. Dengan demikian, septiktank tersebut berfungsi optimal. Sumber Hum - Kota Cimahi (Red)

Gina Balon Caleg PKP Indonesia Menjadi Duta Cantik

( Gina Resti )
CIMAHI.LawuNews - Gina,gadis berparas cantik dan manis asli Kota Cimahi ini menjadi duta Cantik Natur-e 2013. Saat ditemui LawuNews selasa(14/05) menunjukkan rasa gembiranya menjadi salah satu Duta Cantik Natur-e 2013. 

"Saya bersyukur menjadi salah satu Duta Cantik Natur-e 2013, sebenarnya saya tidak nyangka kalau saya terpelih," pungkasnya. Menurutnya, sebenarnya iseng saja karena pendaftarannya melalui online, rupanya saya salah satu orang yang terpilih menjadi Duta Cantik Natur-e dan beberapa hari yang lalu melalui telepon dikasih khabarnya. 

Lebih lanjut Gina mengatakan rencana pencalonannya menjadi seorang wakil rakyat,semoga rencana mulia saya di restui oleh Allah SWT. )"Dengan mengendarai Partai PKP Indonesia saya akan maju menjadi seorang wakil rakyat di Kota Cimahi 2014," ungkapnya.Mohon Doa dan Restunya saja bagi seluruh masyarakat semoga niat baik saya di jawab.(Yudi/Rega)

Saturday, May 11, 2013

Bupati Abubakar Terima Santunan Simbolis Dari PT. IP

1,5 Ton Beras & 500 Kaleng Kornet Untuk  Korban Longsor Mukapayung

CIPATAT LawuNews - Bupati Bandung Barat, H. Abubakar menerima santunan secara simbolis dari PT. Indonesia Power (IP) yang akan diberikan kepada korban longsor di Kampung Nagrog, Desa Mukapayung, Kec. Cililin berupa 1,5 Ton beras dan 500 kaleng kornet yang diserahkan pada acara Syiar Tarbiyah Indonesia Power 2013 di Aula PT. IP, Senin (29/4) lalu. Menurut General Manager PT. IP, Del Elvriando, santunan tersebut merupakan sebagian dari dana Coorporate Social Responcibility (CSR) perusahaan BUMN yang dipimpinnya untuk kembali disebarkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.  

“Kami memberikan 1,5 ton beras dan 500 kaleng kornet untuk sedikit meringankan beban para korban longsor Mukapayung. Karena, membantu masyarakat merupakan salah satu kewajiban kami kepada masyarakat yang ada disekitar perusahaan kami sehingga masyarakat bisa merasakan manfaat dari keberadaan dan eksistensi kami,” ujar Del dalam sambutannya. Dalam syiar Tarbiyah Indonesia Power 2013 tersebut dilaksanakan Final Lomba Tahfidz Quran dan Lomba Adzan yang diikuti oleh 7 kecamatan yang berada disekitar genangan waduk saguling yang menjadi sumber energy PT. IP. 

Del menegaskan bahwa syiar tarbiyah ini sengaja dilaksanakan sebagai penjabaran Visi Cermat yang salah satunya untuk menjadikan generasi yang lebih islami. Sementara itu, Bupati Bandung Barat, H. Abubakar yang menerima santunan secara simbolis pada acara tersebut mengapresiasi positif terhadap kegiatan yang dilakukan oleh PT. IP, sebagai bentuk kepedulian dan kewajibannya kepada masyarakat yang berada disekitarnya. 

“Saya juga menghimbau kepada perusahaan lainnya untuk selalu menyalurkan CSR nya secara rutin dan tepat sasaran. Karena, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak bias hanya dengan mengandalkan pemerintah saja, tetapi juga harus ada kepedulian dan partisipasi dari pihak lain, salah satunya adalah CSR seperti yang dikeluarkan PT. IP kali ini,” tuturnya. Sedangkan mengenai Syiar Tarbiyah yang dilakukan, Abubakar memandang sebagai kontribusi positif PT. IP kepada generasi penerus, sehingga diharapkan akan melahirkan generasi qurani dalam menyongsong hari esok yang lebih baik dari hari ini. Karena menurutnya, dalam lomba bernuansa religi seperti ini bukan semata-mata untuk berkompetisi, melainkan hanya untuk menjalin silaturahmi dengan sesama serta menunaikan kewajiban beribadah. (Red/DI)

Koprasi Warga Cimahi Mandiri Menggelar RAT Tepat Waktu

Cimahi (LawuPost)  Koperasi yang sehat dan baik adalah Koperasi yang mampu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu, dan Rap...