Saturday, October 18, 2014

Boarding School Metode Yang Pas Untuk Pembelajaran Kurikulum 2013

Ciamis (Lawunews.Com)
Sekolah berasrama atau yang lebih dikenal dengan boarding school ini diyakini merupakan metode yang pas dengan kurikulum 2013 yang berbasis karakter. Selain kegiatan belajar mengajar dikelas, para siswa juga di didik di luar kelas dengan kegiatan ekstrakulikuler sesuai minat dan bakat masing-masing. Selain itu, pembinaan akhlak juga dilakukan dengan memasukan kajian-kajian keagamaan didalamnya. Jadi anak-anak benar dieksplorasi kemapuannya dan juga dibina akhlaknya. Asrama juga dapat memudahkan tenaga pendidik bahkan orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala SMK Al-Fattah, Asep Miftah, MPd. Menurutnya,  sebelum Kurikulum 2013 dilakukan, SMK Al-Fattah  sudah menerapkan sistem boarding school dimulai dari tahun 2006 dan efektifnya dari tahun ajaran 2011/2012. Jadi dengan boarding school sudah mencakup kurikulum 2013 dengan kurikulum kepesantrenan. “Kita sangat menyakini dengan metode pesantren ini karakter anak bisa lebih dikembangkan. Pendidikan itu tidak hanya sebatas didalam kelas, kalau dikelas kan itu pengajaran, “katanya.

Menurut Asep,  kalau pendidikan itu seluruh aktivitas peserta didik digiring bagaimana itu bisa ada nilai edukasi bagi mereka. Sehingga apapun yang mereka lakukan selama di pondok pesantren, itu akan jadi bekal mereka ketika mereka terjun dimasyarakat nanti. Asep melihat dalam delapan tahun terakhir ini, prestasi anak-anak, SMK Al-Fattah ada peningkatan yang cukup signifikan dibanding sebelum diterapkan boarding school.

Contohnya anak-anak didik SMK Al-Fattah dari 60 persen yang diam di pesantren bisa berkolaborasi dengan 40 persen  siswanya dalam mengkaji manfaat-manfaat tiga kitab kuning, walaupun 40 persen lagi tidak diam diasrama.  “Walaupun memang menjadi sedikit kendala bagi para siswa yang tidak diam dilingkungan pesantren tapi itu tidak menjadi halangan untuk beraktivitas dan aktif mengikuti kegiatan-kegiatan di SMK Al-Fattah seperti olahraga, pramuka, tim pencipta alam dan menghafal surat munajat, surat taufiq, dan ilmu fikih yang ada dalam kitab kuning, “kata Asep.

Dengan sistem boarding school, sangat bermanfaat bagi  siwa siswi SMK Al-Fattah. Mereka selain sering terlibat dalam kegiatan keagamaan dilingkungan kampus mereka juga dilibatkan dalam kegiatan keagamaan dilingkungan masyarakat seperti dalam kegiatan-kegiatan ramadhan dari mulai diskusi ramadhan sampai pendistribusian infaq ramadhan.  Walaupun sebenarnya menurut Asep, tujuan utamanya bukan kearah sana. Melainkan agar peserta didik siap untuk berkompetensi dengan siapapun dengan bekal yang diperoleh selama menimba ilmu di SMK Al-Fattah. “Harapan kita, ketika mereka lulus dan keluar dari lembaga pendidikan ini mereka sudah mempunyai kemampuan dan sudah punya skill, “ucapnya.

Apapun tantangan jaman, mereka harus siap menghadapinya. Jadi apapun mereka nantinya, yang paling terpenting mereka harus menyadari bahwa mereka adalah seorang muslim, “ujar Asep. Selain itu, boarding school ini dapat menjadi alternatif bagi para orang tua untuk memilih lembaga pendidikan bagi anak-anaknya, terutama di Kabupaten Ciamis.

Program MBS
Boarding school  dalam rangka untuk meningkatkan mutu pendidikan, sekolah dituntut harus mampu menerapkan sistem Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Namun kenyataannya sampai sekarang ini masih jarang sekolah yang menerapkan manajemen berbasis sekolah itu. Sehingga pengelolaan sekolah belum maksimal. “Sampai saat ini sekolah yang menerapkan MBS masih sangat minim, makanya kami terus melakukan berbagai pembenahan internal dalam rangka memberikan kepuasan pelayanan pendidikan, “kata Asep. 

Kata dia, sekolah harus mampu menerapkan manajemen berbasis sekolah agar layanan dan kualitas pendidikan menjadi lebih baik. Sekolah harus mampu mencetak generasi sumber daya yang berkualitas untuk masa depan. Bukan hanya itu, dengan sistem MBS, masyarakat bisa dengan mudah melakukan pemantauan terhadap program yang dijalankan sekolah, karena adanya transparansi yang dilakukan pihak sekolah.  Siapapun bisa melihat program apa saja yang dijalankan sekolah termasuk penggunaan anggaran.

Dengan menggunakan MBS, pihak sekolah juga tidak lagi harus menunggu perintah dari pusat, tetapi mampu memanfaatkan potensi yang ada didaerah secara mandiri dengan melibatkan orang tua murid dan masyarakat. “Orang tua atau masyarakat dilibatkan secara aktif dalam menyusun program-program sekolah. Termasuk adanya transfaransi dari pihak sekolah semua pihak bisa mengakses informasi sekolah. Kita dorong agar semua rekan guru bisa menerapkan sistem manajemen berbasis sekolah. Tujuannya jelas untuk meningkatkan mutu pendidikan, “katanya.

Dengan menggunakan program MBS ini terjadi pergeseran pola manajemen dari sebelumnya sentralistik, menjadi desentralisasi. Pengambilan keputusan lebih partisifatif dan tidak lagi terpusat. Adanya pendekatan profesional berbeda dengan sebelumnya selalu menggunakan pendekatan birokratif. “Dulu dikontrol dan diarahkan, tapi kalau dengan menggunakan MBS itu diberi motivasi dan saling mempengaruhi. Sebelumnya informasi ada pada yang berwenang namun sekarang ini informasi sudah terbagi, “ucap Asep.

Selain itu, pola MBS itu sekolah menggunakan dana sesuai dengan kebutuhan dan dimanfaatkan seefesien mungkin. Beda dengan pola lama yang selalu menggunakan anggaran sesuai anggaran sampai habis. Rencana pengembangan sekolah dibuat bersama-sama oleh sekolah dan masyarakat yang kemudian hasilnya dipajang secara terbuka. Dilaksanakan dievaluasi dan diperbaharui setiap tahun. Masyarakat dengan mudah mengakses data yang diberikan sekolah.

Disamping itu, sekolah yang sudah menerapkan bisa dilihat dari model atau cara pembelajaran yang dilakukan disekolah. Siswa atau anak belajar dengan menggunakan berbagai media dan tidak hanya dilakukan didalam ruangan saja. Siswa lebih aktif dan tidak hanya mendengarkan paparan guru tetapi belajar mandiri. Guru sifatnya memberikan bimbingan dan pendampingan terhadap siswa baik didalam kelas ataupun diluar kelas. Keberhasilan MBS membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh pihak sekolah, kepala sekolah, guru, komite sekolah, pengawas dan juga masyarakat. (Mamay)

No comments:

Koprasi Warga Cimahi Mandiri Menggelar RAT Tepat Waktu

Cimahi (LawuPost)  Koperasi yang sehat dan baik adalah Koperasi yang mampu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu, dan Rap...