Simalungun (Lawunews.Com)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) bekerjasama dengan TP PKK, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan melaksanakan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2014 yang dipusatkan di Griya Hapoltakan Pamatang Raya, Jum’at 17/10/2014. Tema yang diangkat dalam HAN tahun 2014 ini adalah
“Ciptakan lingkungan kondusif untuk perlindungan dan tumbuh kembang anak”. Dalam rangka memeriahkan HAN tersebut dilaksanakan senam kesegaran jasmani yang diikuti sekitar 450 orang anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Disamping itu SKJ juga diikuti oleh Bunda PAUD Ny Erunita JR Saragih, pengurus TP PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), pengurus HIMPAUDI dan para guru PAUD. Usai pelaksanan SKJ para anak PAUD mengikuti kegiatan cuci tangan pakai sabun di air mengalir sebagai upaya memberikan pengetahuan kepada anak dalam hidup sehat sejak dini. Selanjutnya, pelaksanaan
HAN juga diadakan kegiatan fasion show yang diikuti oleh anak-anak PAUD dan karnaval sepeda hias yang juga diikuti oleh anak PAUD.
Menurut Kepala KPPPA Kabupaten Simalungun dalam laporan tertulisnya yang dibacakan oleh Ita Maimunah Lubis SSos mengatakan bahwa tujuan dilaksanakan HAN antara lain agar seluruh komponen bangsa
Indonesia termasuk kelurga dan orang tua secara bersama-sama mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak sekaligus pencegahan dan pemberantasan bebagai bentuk kekerasan serta diskriminasi terhadap anak. Disamping itu mendorong
keluarga agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pengasuhan untuk memenuhi hak anak dalam keluarga, mendorong keluarga memiliki sikap dan mampu menjadi model bagi anak-anak dan masyarakat.Dalam kesempatan itu Bunda PAUD Kabupaten Simalungun Ny Erunita JR Saragih dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada seluruh orangtua agar tetap menjamin pemenuhan hak anak
atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta terlindung dari kekerasan dan diskriminatif, memberikan hak bermain kepada anak serta anak mendapatkan perlindungan kekerasan fisik baik dikeluarga, sekolah maupun tempat –tempat umum. Menanggapi kegiatan cuci tangan pakai sabun, Bunda PAUD mengatakan bahwa perilaku cuci tangan pakai sabun merupakan intervensi kesehatan yang paling murah dan efektif dibanding dengan hasil intervensi dengan cara lain dalam mengurangi resiko penularan berbagai penyakit. Cuci tangan sebenarnya hanya cukup menggunakan air, namun bila dibandingkan dengan menggunakan sabun bisa lebih efektif membunuh kuman. Kebiasaan cuci tangan pakai sabun pada setiap anak kiranya dapat dilakukan sebelum makan, sesudah makan dan sesudah buang air besar. Apalagi anak merupakan salah satu golongan usia paling rentan terhadap penyakit, karena anak merupakan asset bangsa yang paling berharga.
Ketua sementara DPRD simalungun dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Ir. Rospita Sitorus, mengajak seluruh orangtua diwilayah kabupaten simalungun agar memberikan perhatian yang sungguh-sungguh untuk memenuhi hak- hak anak kita, dan bersama sama merawat serta mengasuh anak dengan penuh kasih sayang, penuh tanggung jawab terutama pada anak usia emas yakni dari lahir hingga umur delapan tahun. Kembangkan potensi yang ada pada diri mereka dengan asah, asih dan asuh agar nantinya mereka dapat tumbuh berkembang menjadi anak yang cerdas, kreatif, inovatif serta berkepribadian yang luhur, jujur , santun dan berahlak mulia. Sementara itu Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM dalam bimbingan dan arahannya mengatakan anak merupakan asset bangsa, potensi bangsa dan kekayaan bangsa yang tidak ternilai harganya. Jika kita lalai memberikan perhatian yang sungguh – sungguh, maka asset bangsa yang sangat berharga itu dapat berbalik menjadi beban yang berat, untuk itu sangat dibutuhkan upaya peningkatan kualitas pengasuhan bagi anak – anak melalui langkah pendekatan antara lain memberikan pendidikan bagi anak, memperbaiki status kesehatan anak, pemberian vitamin dan imunisasi, gerakan cuci tangan massal bagi anak anak.
Kepada anak anak yang berusia pra remaja dan remaja diwilayah Kabupaten Simalungun, Bupati berpesan agar menjauhi narkoba dan menghindarkan diri dari berbagai aktifitas yang tidak baik dan tidak bermanfaat apalagi diera keterbukaan informasi dan majunya teknologi media agar tidak terpengaruh dan tergiur dengan materi media yang negative, akan tetapi manfaatkan teknologi tersebut untuk belajar dan menggali ilmu pengetahuan. Kepada orangtua Bupati berharap berikanlah contoh yang baik terhadap anak dan jadilah pelindung bagi mereka. Pada kehiatan HAN tersebut juga dilaksanakan penyerahan akte lahir, pemberian bingkisan, pemberian bantuan kepada PAUD baru, oprerasional penyelenggara PAUD, pemberian bantuan transpormasi kepada guru PAUD, pemberian bantuan APE untuk kelompok BKB KIT dan pemberian kursi roda kepada anak penyandang cacat. Tampak hadir dalam kesempatan tersebut antara lain, mewakili Danrem 022/PT, Dandim 0207 Simalungun, Dandenpom I/1 Pematangsiantar, Sekda, para staf ahli bupati, Asisten, Kadis, Kepala Badan, Kakan, Kabag, Camat, Bunda PAUD kecamatan, pengurus Himpaudi dan para guru-guru PAUD. (Parulian Doloksaribu)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) bekerjasama dengan TP PKK, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan melaksanakan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2014 yang dipusatkan di Griya Hapoltakan Pamatang Raya, Jum’at 17/10/2014. Tema yang diangkat dalam HAN tahun 2014 ini adalah
“Ciptakan lingkungan kondusif untuk perlindungan dan tumbuh kembang anak”. Dalam rangka memeriahkan HAN tersebut dilaksanakan senam kesegaran jasmani yang diikuti sekitar 450 orang anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Disamping itu SKJ juga diikuti oleh Bunda PAUD Ny Erunita JR Saragih, pengurus TP PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), pengurus HIMPAUDI dan para guru PAUD. Usai pelaksanan SKJ para anak PAUD mengikuti kegiatan cuci tangan pakai sabun di air mengalir sebagai upaya memberikan pengetahuan kepada anak dalam hidup sehat sejak dini. Selanjutnya, pelaksanaan
HAN juga diadakan kegiatan fasion show yang diikuti oleh anak-anak PAUD dan karnaval sepeda hias yang juga diikuti oleh anak PAUD.Menurut Kepala KPPPA Kabupaten Simalungun dalam laporan tertulisnya yang dibacakan oleh Ita Maimunah Lubis SSos mengatakan bahwa tujuan dilaksanakan HAN antara lain agar seluruh komponen bangsa
Indonesia termasuk kelurga dan orang tua secara bersama-sama mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak sekaligus pencegahan dan pemberantasan bebagai bentuk kekerasan serta diskriminasi terhadap anak. Disamping itu mendorong
keluarga agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pengasuhan untuk memenuhi hak anak dalam keluarga, mendorong keluarga memiliki sikap dan mampu menjadi model bagi anak-anak dan masyarakat.Dalam kesempatan itu Bunda PAUD Kabupaten Simalungun Ny Erunita JR Saragih dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada seluruh orangtua agar tetap menjamin pemenuhan hak anak
atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta terlindung dari kekerasan dan diskriminatif, memberikan hak bermain kepada anak serta anak mendapatkan perlindungan kekerasan fisik baik dikeluarga, sekolah maupun tempat –tempat umum. Menanggapi kegiatan cuci tangan pakai sabun, Bunda PAUD mengatakan bahwa perilaku cuci tangan pakai sabun merupakan intervensi kesehatan yang paling murah dan efektif dibanding dengan hasil intervensi dengan cara lain dalam mengurangi resiko penularan berbagai penyakit. Cuci tangan sebenarnya hanya cukup menggunakan air, namun bila dibandingkan dengan menggunakan sabun bisa lebih efektif membunuh kuman. Kebiasaan cuci tangan pakai sabun pada setiap anak kiranya dapat dilakukan sebelum makan, sesudah makan dan sesudah buang air besar. Apalagi anak merupakan salah satu golongan usia paling rentan terhadap penyakit, karena anak merupakan asset bangsa yang paling berharga.Ketua sementara DPRD simalungun dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Ir. Rospita Sitorus, mengajak seluruh orangtua diwilayah kabupaten simalungun agar memberikan perhatian yang sungguh-sungguh untuk memenuhi hak- hak anak kita, dan bersama sama merawat serta mengasuh anak dengan penuh kasih sayang, penuh tanggung jawab terutama pada anak usia emas yakni dari lahir hingga umur delapan tahun. Kembangkan potensi yang ada pada diri mereka dengan asah, asih dan asuh agar nantinya mereka dapat tumbuh berkembang menjadi anak yang cerdas, kreatif, inovatif serta berkepribadian yang luhur, jujur , santun dan berahlak mulia. Sementara itu Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM dalam bimbingan dan arahannya mengatakan anak merupakan asset bangsa, potensi bangsa dan kekayaan bangsa yang tidak ternilai harganya. Jika kita lalai memberikan perhatian yang sungguh – sungguh, maka asset bangsa yang sangat berharga itu dapat berbalik menjadi beban yang berat, untuk itu sangat dibutuhkan upaya peningkatan kualitas pengasuhan bagi anak – anak melalui langkah pendekatan antara lain memberikan pendidikan bagi anak, memperbaiki status kesehatan anak, pemberian vitamin dan imunisasi, gerakan cuci tangan massal bagi anak anak.
Kepada anak anak yang berusia pra remaja dan remaja diwilayah Kabupaten Simalungun, Bupati berpesan agar menjauhi narkoba dan menghindarkan diri dari berbagai aktifitas yang tidak baik dan tidak bermanfaat apalagi diera keterbukaan informasi dan majunya teknologi media agar tidak terpengaruh dan tergiur dengan materi media yang negative, akan tetapi manfaatkan teknologi tersebut untuk belajar dan menggali ilmu pengetahuan. Kepada orangtua Bupati berharap berikanlah contoh yang baik terhadap anak dan jadilah pelindung bagi mereka. Pada kehiatan HAN tersebut juga dilaksanakan penyerahan akte lahir, pemberian bingkisan, pemberian bantuan kepada PAUD baru, oprerasional penyelenggara PAUD, pemberian bantuan transpormasi kepada guru PAUD, pemberian bantuan APE untuk kelompok BKB KIT dan pemberian kursi roda kepada anak penyandang cacat. Tampak hadir dalam kesempatan tersebut antara lain, mewakili Danrem 022/PT, Dandim 0207 Simalungun, Dandenpom I/1 Pematangsiantar, Sekda, para staf ahli bupati, Asisten, Kadis, Kepala Badan, Kakan, Kabag, Camat, Bunda PAUD kecamatan, pengurus Himpaudi dan para guru-guru PAUD. (Parulian Doloksaribu)

No comments:
Post a Comment