Bandung (Lawunews.Com)
Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia,
kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis sehingga dalam penanganan bencana alam diperlukan langkah-langkah yang tepat dan terintegrasi agar dapat tertangani dengan tepat dan sesuai sasaran pada saat terjadi bencana alam ataupun penanganan sesudah terjadinya
bencana alam tersebut.
Pelaksanaan latihan dilaksanakan dari tanggal 23 s/d 31 Oktober 2014 di ikuti peserta latihan sebanyak 1.500 personel, Terdapat tiga fase dalam langkah-langkah penanggulangan bencana, yaitu: fase pra-bencana, fase saat bencana terjadi, dan fase pasca-bencana, kegiatan latihan ini bertujuan untuk memelihara serta meningkatkan kemampuan dalam memahami aspek teknis dan prosedur penanganan bantuan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta unsur pemerintahan daerah lainnya.
Kodam III/Slw mengadakan latihan penanggulangan bencana alam tahun 2014 yang digelar didaerah pantai Caringin Labuan Pandeglang Banten (23/10) yang dibuka langsung oleh Kasdam III/Slw Brigjen TNI Suyatno, S.E., M.Sc. mewakili Pangdam III/Slw, selain Kasdam turut hadir Bupati Pandeglang Bapa H. Erwan Kurtubi msi. Danrem 064/MY Kolonel Kav Ana Supriatna S.I.P, Asops Kasdam III/Slw Kolonel Inf Sriyanto, Kaorops Polda Banten, Wadan Kopasus grup 1 Letkol Inf Enoh, Wakapendam III/Slw Letkol Arh Budi Dharmawan, para Kasi, Dan/Kabalak aju Korem 064/MY beserta jajaran Pemda Provinsi Banten.
Dalam sambutan Panglima Kodam III/Slw yang dibacakan oleh Kasdam III/Slw menyampaikan latihan ini harus dapat diukur melalui parameter yang telah ditentukan meliputi aspek memahami teknis dan prosedur penanganan bantuan bersama BPBD, mampu melaksanakan pertolongan pertama dilapangan, memahami pengetahuan tentang komunikasi dan elektronika, mampu melaksanakan evakuasi, recovery, Komando dan pengendalian bencana alam, penyiapan Posko, relokasi, dan dapat melaksanakan koordinasi dengan aparat terkait sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku.
Untuk pencapaian yang lebih optimal dan lebih terarah latihan penggulangan bencana alam ini mengambil tema “ Satgas TNI di wilayah Jawa barat dan Banten, membantu penanggulangan akibat bencana alam di wilayah, dalam rangka pelaksanaan operasi militer selain perang”. Dalam latihan ini diperlukan pemahaman dan kecermatan secara bersama-sama agar ketika hal demikian benar terjadi, sudah mengetahui lebih dahulu apa yang mesti dilakukan di lapangan. (Red)
kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis sehingga dalam penanganan bencana alam diperlukan langkah-langkah yang tepat dan terintegrasi agar dapat tertangani dengan tepat dan sesuai sasaran pada saat terjadi bencana alam ataupun penanganan sesudah terjadinya
bencana alam tersebut.Pelaksanaan latihan dilaksanakan dari tanggal 23 s/d 31 Oktober 2014 di ikuti peserta latihan sebanyak 1.500 personel, Terdapat tiga fase dalam langkah-langkah penanggulangan bencana, yaitu: fase pra-bencana, fase saat bencana terjadi, dan fase pasca-bencana, kegiatan latihan ini bertujuan untuk memelihara serta meningkatkan kemampuan dalam memahami aspek teknis dan prosedur penanganan bantuan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta unsur pemerintahan daerah lainnya.
Kodam III/Slw mengadakan latihan penanggulangan bencana alam tahun 2014 yang digelar didaerah pantai Caringin Labuan Pandeglang Banten (23/10) yang dibuka langsung oleh Kasdam III/Slw Brigjen TNI Suyatno, S.E., M.Sc. mewakili Pangdam III/Slw, selain Kasdam turut hadir Bupati Pandeglang Bapa H. Erwan Kurtubi msi. Danrem 064/MY Kolonel Kav Ana Supriatna S.I.P, Asops Kasdam III/Slw Kolonel Inf Sriyanto, Kaorops Polda Banten, Wadan Kopasus grup 1 Letkol Inf Enoh, Wakapendam III/Slw Letkol Arh Budi Dharmawan, para Kasi, Dan/Kabalak aju Korem 064/MY beserta jajaran Pemda Provinsi Banten.
Dalam sambutan Panglima Kodam III/Slw yang dibacakan oleh Kasdam III/Slw menyampaikan latihan ini harus dapat diukur melalui parameter yang telah ditentukan meliputi aspek memahami teknis dan prosedur penanganan bantuan bersama BPBD, mampu melaksanakan pertolongan pertama dilapangan, memahami pengetahuan tentang komunikasi dan elektronika, mampu melaksanakan evakuasi, recovery, Komando dan pengendalian bencana alam, penyiapan Posko, relokasi, dan dapat melaksanakan koordinasi dengan aparat terkait sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku.
Untuk pencapaian yang lebih optimal dan lebih terarah latihan penggulangan bencana alam ini mengambil tema “ Satgas TNI di wilayah Jawa barat dan Banten, membantu penanggulangan akibat bencana alam di wilayah, dalam rangka pelaksanaan operasi militer selain perang”. Dalam latihan ini diperlukan pemahaman dan kecermatan secara bersama-sama agar ketika hal demikian benar terjadi, sudah mengetahui lebih dahulu apa yang mesti dilakukan di lapangan. (Red)

No comments:
Post a Comment