Ciamis (Lawunews.Com)
Lepasnya Pangandaran dari Kabupaten Ciamis berimbas besar pada Pendapatan Asl Daerah (PAD) Kabupaten Ciamis dari sector pariwisata, pajak hotel dan restaurant, sehingga mengancam target PAD dari sector pariwisata di Kabupaten Ciamis kemungkinan sulit tercapai. Dari data Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparek) Kabupaten Ciamis hingga awal Oktober tahun 2014, target retribusi dari objek wisata di beberapa tempat tujuan wisata baru mencapai 31 persen. “Kemungkinan target PAD dari sektor pariwisata sulit tercapai, mengingat saat ini tingkat kunjungan wisatawan menurut, “kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Ciamis, Drs. Yusuf SA, MM melalui Sekretaris Disparek Drs. Nono Mulyono, Kamis (9/10) di kantornya. Nono mengatakan, dari target wisata tahun 2014 sebanyak Rp. 1,5 milyar, sampai pertengahan September baru mencapai Rp. 479 juta atau sekitar 31 persen.
Dikatakan Nono, target wisata Situ Lengkong sebesar Rp. 1,1 milyar baru mencapai Rp. 337 juta, Karangkamulyan Rp. 70 juta baru mencapai Rp. 33,1 juta, Tirta Winaya Rp. 52 Juta baru mencapai Rp. 5,3 juta, Astana Gede Kawali Rp. 10 juta baru mencapai Rp. 5,5 juta. Nono mengakui kalau saat ini pariwisata di Kabupaten Ciamis yang terdiri dari wisata religi dan budaya kurang dukungan penataan dari pemerintah. Sehingga, kurang menarik minat pengunjung untuk berwisata ke Kabupaten Ciamis. “Tapi ke depan kita akan mengembangkan sejumlah objek wisata dengan penataan sejumlah lokasi wisata agar mampu menyedot pengunjung agar mau berwisata ke Kabupaten Ciamis, “tandas Nono.
Namun kata Dia, bukan berarti keberadaan tempat wisata lainnya tidak memberikan kontribusi banyak ke pemerintah daerah. Walaupun pendapatan dari retribusi wisata kurang maksimal, tapi masih ada masukan dari sektor lain. Contohnya, dari sektor parker dan retribusi hotel dan restoran. Ke depan pihaknya akan mengembangkan wisata alam seperti arung jeram di sungai Citanduy, pengembangan situs kampong Adat Kuta, Situ Wangi Tambaksari, Situs Gunung Susuru Kertabumi Cijeungjing. “Dengan adanya tempat wisata, jangan dilihat dari pendapatan ke kas daerah saja, namun juga harus mampu menciptakan peluang untuk kesejahteraan masyarakat setempat. Minimal mereka bisa berdagang, atau menjajakan oleh-oleh dan kerajinan ekonomi kreatifnya guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, “tegas Nono.
Selain akan mengoptimalkan wisata religi dan budaya yang sudah ada, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Ciamis tahun 2015 akan serius mengembangkan wisata arung jeram di Sungai Citanduy. Hal tersebut dilakukan untuk memaksimalkan potensi alam yang ada. Sebab, lepasnya Pangandaran, saat ini Kabupaten Ciamis tidak memiliki obyek wisata alam yang menghasilkan Pendapatan Asli Daerah bagi Pemerintahan Kabupaten Ciamis. “Saat ini pihaknya telah menyusuri ke lokasi arung jeram di Sungai Citanduy. Dari hasil penyusuran, pihaknya berkesimpulan bagi wisatawan yang ingin melakukan arung jeram nantinya bisa dimulai dari bantaran Sungai Citanduy wilayah Handapherang dan finis di muara Karangkamulyan. Ini potensi yang bagus untuk pengembangan wisata alam di Kabupaten Ciamis, mudah-mudahan tahun depan bisa terwujud, “ujar Nono.
Menurutnya saat ini juga aliran Sungai Citanduy sering dijadikan lokasi arung jeram oleh beberapa komunitas pencinta alam. Hal ini harus menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah, untuk bisa mengembangkan wisata alam yang sudah tersedia. Nono mengaku wisata arung jeram akan sangat diminati terutama wisatawan dari luar daerah Kabupaten Ciamis.
Dari survey yang sudah dilakukan waktu yang ditempuh dari bantaran Sungai Citanduy Handapherang hingga Karangkamulyan menghabiskan waktu 4 jam. Selama menyusuri sungai, kata Nono, nantinya wisatawan akan disuguhi pemandangan alam yang masih sangat asli. “Ini akan sangat baik apabila dikembangkan, pemerintah jangan takut untuk mengembangkan wisata arung jeram, karena wisata arung jeram bisa menghasilkan pendapatan bagi pemerintah daerah, “katanya. Nantinya disampaikan Nono untuk pendaftaran tiket wisata arung jeram diberikan dilokasi situs budaya Karangkamulyan. Lalu, wisatawan akan diajak ke sungai di Handapherang untuk start arung jeram dan finish kembali di Karangkamulyan. Nono menambahkan selain akan membuka dan mengembangkan wisata arung jeram nanti pemerintah Kabupaten Ciamis juga akan membuka dan mengembangkan wisata budaya lainnya. (Mamay).

No comments:
Post a Comment