Monday, October 20, 2014

Pemkab Bandung Barat Gelontorkan Bantuan UPPKS Rp480 Juta

Bandung Barat (Lawunews.Com)
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada tahun 2014  menggelontorkan uang sebesar Rp480 juta kepada 48 kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang telah menyandang predikat paripurna di 16 kecamatan.  Sementara jumlah UPPKS di KBB yang predikat Dasar ada 163 kelompok dan Berkembang 200 kelompok.

Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) KBB, Asep Ilyas, pada intinya bantuan tersebut sebagai bentuk upaya Pemkab Bandung Barat dalam mewujudkan program norma kecil keluarga sejahtera.”Untuk menciptakan itu, salah satunya kita bantu warga dalam pemberdayaan ekonominya dengan kreasi usaha masing-masing kelompok,” ujarnya, didampingi Kabag Keluarga Sejahtera Maskur dan Pjs.Kabid Advokasi KIE, Ujang Teddy saat ditemui Kamis (9/10) di Ngamprah.

Bantuan yang diberikan pada tahun sekarang sambung Asep, ada peningkatan disbanding dengan tahun sebelumnya yang hanya Rp5 juta/ kelompok.  Meski demikian, selama mereka mengembangkan usahanya dari bantuan modal usaha  sebesar itu, pergulirannya cukup besar juga, yakni antara Rp10-Rp15 juta, bahkan ada diantaranya yang telah mencapai Rp25 juta.

Nilai perguliran uang tersebut diharapkan kian berkembang seiring dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM)-nya. Sehubungan dengan itu, BP3AKB secara intensif memberikan motivasi bagi kelompok dengan memberikan berbagai pelatihan. “Kita bekerjasama dengan leading sector lainnya, sehingga mereka bisa berkembang lagi. Diantaranya kita kerjasama dengan Disperindagkop dan UMKM, serta dengan Dinsosnakertrans,” imbuhnya.

Di sisi lain, Asep menyatakan kelegaannya karena resfon masyarakat terhadap program pemberdayaan ekonomi keluarga tersebut, cukup bagus. Terbukti, berbagai produk unggulan kelompok UPPKS kian menjamur, dinataranya budidaya jamur di Kecamatan Cisarua, keripik singkong balado Kecamatan Parongpong, kerupuk tulang serta sejumlah olahan makanan cemilan, yang punya nilai jual tinggi di pasaran.

Sayangnya hingga kini di KBB belum ada sentra khusus olahan makanan cemilan tersebut. Ke depan, ia mengharapkan  ada sentra khusus sehingga produk UPPKS tersebut bisa setenar produk daerah lainnya. “Insya Allah, kita sedang mengarah kesana. Saat ini baru dalam tahap penjajagan dengan membentuk dulu Asosiasi Keluarga UPPKS. Kalau sebagian kecil sudah ada sample produk makanan itu di kantor kita yang dipajang mereka,” pungkasnya. (Di)

No comments:

Koprasi Warga Cimahi Mandiri Menggelar RAT Tepat Waktu

Cimahi (LawuPost)  Koperasi yang sehat dan baik adalah Koperasi yang mampu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu, dan Rap...