Ciamis (Lawunews.Com)
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Ciamis terus berupaya untuk meningkatkan layanan dan kualitas pendidikan. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, salah satunya kerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) luar negeri United States Agency for International Development (USAID) Prioritas Jawa Barat yang sudah dijalin sejak tahun 2013. Saat ini kerjasama dengan USAID Prioritas baru empat sekolah di Kabupaten Ciamis yaitu salah satu SD, MI, dan MTs yang berada diwilayah Kecamatan Banjarsari dan 1 SMP diwilayah Kecamatan Cikoneng. “Kami dan USAID Prioritas memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Karena pendidikan dasar pembangunan bangsa. Selain itu, USAID Prioritas juga sudah melatih 30 orang fasilitator dari kalangan guru dan kepala sekolah yang siap menularkan pengetahuan mengenai kependidikan kepada guru yang lain, “kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, Drs. H. Toto Marwoto, MPd.
Koordinator USAID Prioritas wilayah Kabupaten Ciamis, M Ipin Rohana membenarkan bahwa pihaknya mengadakan kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ciamis dalam rangka peningkatan pembelajaran. “Kegiatan yang kami lakukan selama ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Ciamis. Sekolah yang ada dalam pengawasan kami terus dibina sejingga layanan dan kualitas pendidikan di sekolah tersebut sesuai dengan kurikulum pendidikan 2013 dan lebih berkualitas, “kata M Ipin. Menurut dia, semua sekolah yang ada dibawah binaannya terus dievaluasi, apakah target yang diharapkan sudah tercapai atau belum dan terus ditingkatkan. Targertnya jelas, layanan pendidikan disekolah-sekolah tersebut harus lebih berkualitas. “Kita mengharapkan pendidikan di Kabupaten Ciamis benar-benar berkualitas karena ini menyangkut masa depan generasi bangsa dan kualitas anak-anak di Kabupaten Ciamis, “katanya.
Salah satu sekolah yang menjalin kerjasama dengan USAID Prioritas yaitu SMPN 1 Cikoneng yang terletak di Jalan Ciamis-Tasik, melalui Kepala SMPN 1 Cikoneng, Dindin Hardi, SPd, MPd kepada Media Bangsa menjelaskan bahwa kerjasama yang dijalin antara USAID Prioritas dengan pihaknya dimulai sejak tahun 2013 dan beberapa waktu yang lalu pihaknya berangkat ke Kota Medan Sumatera Utara bersama 18 orang rombongan lainnya yang terdiri dari utusan SD, MI dan Tsanawiyah, Dinas Pendidikan, Kemenag, Pengawas dan Komite Sekolah guna melaksanakan study visit perwakilan sekolah rujukan, Good Practice School di Medan Sumatra Utara. “Rombongan sebanyak 19 orang dari Kabupaten Ciamis berbaur dengan rombongan lainnya sebanyak 41 orang dari total 60 orang dari masing-masing perwakilan Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Berangkat dari Ciamis, Senin (25/8) dan langsung menuju ke hotel yang berada sekitar kawasan BTC Kota Bandung dan besoknya langsung tinggal landas menuju Bandara Kualanamu Medan menuju penginapan Grand Swiss Bell Hotel, “kata Dindin.
Studi visit rombongan dari Jawa Barat tersebut, tambah Dindin, dipusatkan di SMPN 11 Binjai dan SMPN 16 Medan. Di dua lokasi tersebut rombongan bisa mempelajari bagaimana penataan ruangan yang tertata rapi dengan sistem pembelajaran dengan pola Paikem (Pembelajaran Aktif, Inovatif, kreatif, efektiv dan menyenangkan). “Hasil dari pengamatan kami untuk melihat praktik-paraktik pembelajaran yang baik sesuai dengan program USAID Prioritas terutama yang terkait dengan pembelajaran manajemen sekolah dan aspek-aspek yang lainnya. Hal ini dilakukan karena sekolah akan menjadi pusat layanan pengembangan guru-guru proposional dan menjadi sekolah model bagi sekolah yang lain, “ujar Dindin.
Setelah itu rombongan berkunjung ke Wali Kota Binjai, H. Idam SH, MSi untuk melakukan sharing tentang pelaksanaan kebijakan pemerintah dalam pendidikan, khususnya di Kota Binjai. “Terjadi interaksi yang komunikatif tentang program dan kebijakan Kota Binjai dari Walikota Binjai dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Binjai yang menyampaikan presentasinya seputar penerapan kebijakan di Kota Binjai bagaimana pelaksanaan praktek-praktek yang baik yang meliputi semua aspek keberhasilan dan keunggulan pendidikan, “kata Dindin. Hasil dari studi visit ke Kota Medan Sumatera Utara sangat berdampak besar pada program pembelajaran. “Jadi selain mengembakan kurikulum 2013 di SMPN 1 Cikoneng ini ada lagi program USAID Prioritas dalam rangka melaksanakan praktik-praktik pembelajaran yang baik. Dimana program ini sangat bermanfaat untuk menghasilkan anak didik yang berkualitas, “tegas Dindin.
Contoh sistem pembelajaran dari USAID Prioritas tersebut, papar Dindin, dimana pada waktu pembelajaran guru tersebut menyuruh siswa untuk berdiskusi berkelompok dalam mengemukakan masalah yang berkaitan dengan sub materi tersebut. Kemudian dari tiap kelompok diambil kelompok yang paling baik, setelah dipresentasikan hasil karya dari anak tersebut ditempelkan ditempat yang telah disediakan di mading kelas. Hal tersebut dalam rangka memotivasi siswa lainnya untuk berprestasi baik dibidang akademik maupun non akadmeik. “Setiap anak yang berprestasi minimal pihak sekolah harus memberikan reward baik lewat penyampaian ucapan pada waktu upacara atau lewat media massa. Didalam program USAID Prioritas dikenal istilah-istilah seperti diseminasi yaitu penyebaran praktik-praktik yang baik dalam pembelajaran yang harus dikuasai lebih awal oleh guru sedangkan literisasi yaitu tes kemampuan baca dimana bahasa pengantarnya bahasa Indonesia. Dalam literisasi dalam rangka mengembangkan budaya baca kemampuan baca dalam satu menit si anak tersebut berapa kalimat selanjutnya anak dituntut untuk menulis gagasan sehingga akan berdampak pada peningkatan wawasan, “tegas Dindin.
Tindak lanjut kerjasama Study Visit dari Medan, USAID Prioritas Jawa Barat menggelar pelatihan pengajaran yang difokuskan pada materi pembelajaran aktif, kretaif, efektif dan menyenangkan (Paikem) kepada guru dari 16 SD/MI se-Kecamatan Sindangkasih di Aula Wisma PGRI Ciamis 16-19 September 2014 yang diikuti yang diikuti unsur guru, kepala sekolah beserta pengawas. “Pelatihan praktek metode pembelajaran sangat bermanfaat bagi guru agar mereka mampu menerapkan sistem pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan disekolahnya masing-masing yang akan difokuskan pada pembelajaran konstektual yang disebut Constektual Teaching and Leaning (CTL) serta Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Agar nantinya tenaga kependidikan mampu memberikan tekhnik pembelajaran yang baik kepada anak didiknya sehingga mereka dengan mudah mencerna materi yang diajarkan dengan metode yang menyenangkan, “kata M Ipin. (Mamay)

No comments:
Post a Comment