Sengkang (LawuNews) Beberapa orang tua yang anak-anaknya disekolahkan di MI 45 Surrae ikut berpartisipati aktif dalam membantu anak-anak kelas awal membaca lancar. Mereka terdiri dari tiga orang, salah satunya perempuan muda berusia 22 tahunan bernama Irma. Ia telah mendedikasikan dirinya tanpa imbalan sepeserpun datang ke sekolah tiap hari membantu anak-anak lancar membaca.
Keaktifan beberapa orang tua siswa membantu anak-anak lancar membaca ini terjadi setelah kepala sekolah, guru dan komite sekolah mengikuti study visit ke sekolah-sekolah di Jatim. Terpesona oleh kemajuan sekolah yang dikunjungi dan peran paguyubannya, sekolah mengundang orang tua siswa menggali potensi partisipasi dan peran masyarakat mengembangkan sekolah. Berdasarkan diskusi bersama tentang kebutuhan sekolah, salah satu kegiatan yang bisa diisi orang tua siswa adalah mengajar anak-anak kelas awal yang kurang lancar membaca. Hal itu menjadi salah satu kesepakatan sekolah dengan paguyuban kelas yang dibentuk saat itu.
“Saya tergerak untuk membantu sekolah tanpa imbalan, karena saya anggap itu bagian dari ibadah. Sekalian sebagai pengalaman mengajar,”ujar Irma, di taman baca sekolah MI 45 Surrae (7/3/2015).
“Bagi siswa yang kurang lancar membaca, kita mencanangkan jam tambahan membaca. Kalau tidak demikian, mereka tidak akan bisa mengikuti pelajaran jika naik kelas,” ujarnya.
Agar lebih menyenangkan, tempat mengakselrasi kemampuan membaca anak-anak dilakukan di taman baca depan sekolah. Sebuah bangku bambu sederhana yang dilindungi pepohonan rindang menjadi tempat yang nyaman untuk duduk-duduk belajar membaca. Waktu pembimbingan kebanyakan di saat istirahat. Agar anak-anak senang dengan pembelajaran membaca tambahan tersebut, Ibu Irma menggunakan berbagai cara.
“Biasa saya membuat lomba adu cepat membaca antar mereka. Yang paling cepat diberi hadiah permen,” ujarnya. “Saya juga sering memutar youtube yang berisi pelajaran membaca sambil menyanyi atau bermain,”terangnya.
“Banyak tantangan mengajar anak-anak kecil seperti ini. Kadang cepat bosan, kadang juga ribut. Saya belajar mengelolanya dengan baik,” ujarnya.
Banyak sekolah yang telah dibina USAID PRIORITAS berusaha menggali secara maksimal potensi sumber daya yang dimilikinya untuk mengembangkan sekolah. Peran serta masyarakat sangat vital, salah satunya lewat sumbangsih tanpa pamrih membantu anak-anak lancar membaca lewat jam tambahan membaca, seperti yang dilakukan oleh sekolah ini. (red)
Keaktifan beberapa orang tua siswa membantu anak-anak lancar membaca ini terjadi setelah kepala sekolah, guru dan komite sekolah mengikuti study visit ke sekolah-sekolah di Jatim. Terpesona oleh kemajuan sekolah yang dikunjungi dan peran paguyubannya, sekolah mengundang orang tua siswa menggali potensi partisipasi dan peran masyarakat mengembangkan sekolah. Berdasarkan diskusi bersama tentang kebutuhan sekolah, salah satu kegiatan yang bisa diisi orang tua siswa adalah mengajar anak-anak kelas awal yang kurang lancar membaca. Hal itu menjadi salah satu kesepakatan sekolah dengan paguyuban kelas yang dibentuk saat itu.
“Saya tergerak untuk membantu sekolah tanpa imbalan, karena saya anggap itu bagian dari ibadah. Sekalian sebagai pengalaman mengajar,”ujar Irma, di taman baca sekolah MI 45 Surrae (7/3/2015).
“Bagi siswa yang kurang lancar membaca, kita mencanangkan jam tambahan membaca. Kalau tidak demikian, mereka tidak akan bisa mengikuti pelajaran jika naik kelas,” ujarnya.
Agar lebih menyenangkan, tempat mengakselrasi kemampuan membaca anak-anak dilakukan di taman baca depan sekolah. Sebuah bangku bambu sederhana yang dilindungi pepohonan rindang menjadi tempat yang nyaman untuk duduk-duduk belajar membaca. Waktu pembimbingan kebanyakan di saat istirahat. Agar anak-anak senang dengan pembelajaran membaca tambahan tersebut, Ibu Irma menggunakan berbagai cara.
“Biasa saya membuat lomba adu cepat membaca antar mereka. Yang paling cepat diberi hadiah permen,” ujarnya. “Saya juga sering memutar youtube yang berisi pelajaran membaca sambil menyanyi atau bermain,”terangnya.
“Banyak tantangan mengajar anak-anak kecil seperti ini. Kadang cepat bosan, kadang juga ribut. Saya belajar mengelolanya dengan baik,” ujarnya.
Banyak sekolah yang telah dibina USAID PRIORITAS berusaha menggali secara maksimal potensi sumber daya yang dimilikinya untuk mengembangkan sekolah. Peran serta masyarakat sangat vital, salah satunya lewat sumbangsih tanpa pamrih membantu anak-anak lancar membaca lewat jam tambahan membaca, seperti yang dilakukan oleh sekolah ini. (red)

No comments:
Post a Comment