Simalungun (LawuNews) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun bekerja sama dengan Kodam I/Bukit Barisan mencanangkan program ketahanan pangan menuju swasembada pangan. Pencanangan tersebut dipusatkan di Kecamatan Panombeian Pane yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Pangdam I/BB Mayjen TNI Edy Rahmayadi yang dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan saluran, Senin 09/03/2015.
Kegiatan pencanangan ketahanan pangan tersebut juga ditandai dengan penanaman binih padi oleh Pangdam I/BB, Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM, Danrem 022/PT Kol Inf Broto Guncahyo, Kadis Pertanian Sumut Ir M Roem Msi bersama ibu-ibu KCK dilahan pertanian yang telah siap tanam.
Selain itu, pencanangan itu ditandai dengan penyerahan peralatan kerja, benih padi, alat-alat pertanian, bibit tanaman perkebunan, benih ikan nila, bibit ternak kepada anggota TNI dan kelompok tani serta penyerahan kelengkapan sekolah kepada siswa SD, SMP dan SMA.
Tokoh masyarakat Kecamatan Panombeian Panei Darikson G Saragih dalam sambutannya menyampaikan bahwa masyarakat sangat mendukung program ketahanan pangan dilakukan oleh Pemkab Simalungun bekerjasama dengan TNI AD, karena bila tercapai ketahanan pangan maka ketahanan nasional pasti kondusif. Disamping itu, Saragih juga mengatakan bahwa masyarakat siap untuk mendukung program selanjutnya dalam mendukung program ketahanan pangan.
DG Saragih juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Simalungun yang telah memberikan perhatian kepada pertanian di daerah itu. “Kami masyarakat menyampaikan terima kasih kepada bapak Bupati yang telah memberikan perhatiannya terhadap kemajuan pertanian di daerah ini. Lanjutkan pak JR,”ujarnya
Dalam kesempatan itu, Pangdam I/BB Mayjen TNI Edy Rahmayadi mengatakan bahwa, dalam rengak mendukung program tersebut, TNI AD menurunkan 880 personil TNI AD dan di Kabupaten Simalungun lebih kurang 120 personil Banbinsa dan Koramil TNI AD untuk mendampingi para petani. “Ini akan terus dilakukan oleh TNI mendampingi petani dalam rangka meningkatkan produksi pertanian sekaligus ikut mengawasi pendistribusian pupuk sehingga petani tidak kesulitan untuk menemukan pupuk,”paparnya.
Selanjutnya di katakan, hingga saat ini di Sumatera Utara penyuluh pertanian dari Kodam I/BB yang telah diturunkan sekitar 4900 personil Babinsa, dan target yang akan dicapai 7 – 10 ton per hektar. “Saat ini produksi pertanian padi 7 ton per hektar, kita harapkan bisa mencapai sampai 10 ton per hektar,”kata Pangdam.
Kepala Dinas Pertanian Pemprov Sumatera Utara, Ir M Roem MSi mengatakan, Kabupaten Simalungun menjadi daerah tertinggi pensuplai padi untuk provinsi ini. Untuk itu dia berpesan kepada petani dan masyarakat di Simalungun untuk memanfaatkan tanah atau halaman yang ada, dan tidak mengalihfungsikan lahan pertanian ke perumahan atau tanaman keras.
Sementara itu, Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM mengatakan bahwa, dalam rangka mendukung swasembada pangan, di tahun 2015 Pemkab Simalungun memberikan batuan benih padi unggul secara gratis kepada masyarakat sebanyak 125 ton dan mendukung kerjasama TNI dalam mendampingi petani. “Kita akan suport masyarakat dalam kerjasama ini bersama penyuluh, sehingga mereka lebih bersemangat,”katanya.
Menyinggung Kabupaten Simalungun, sebagai daerah swasembada pangan di Sumut, Bupati mengatakan bahwa target yang akan dicapai dalam mendukung swasembada pangan di tahun 2015 ini sebesar 10 %. “Kita targetkan produksi padi di Kabupaten Simalungun naik 10 % tahun 2015 ini, karena sejak tahun 2012 sampai sekarang kenaikan mencapai rata-rata lima persen,”tandasnya.
Terkait dengan sistem irigasi, Bupati menjelaskan bahwa hingga saat ini Pemkab Simalungun selalau bekerjasama dan berkoordinasi dengan Pemprovsu serta pemerintah pusat, sehingga sampai saat ini masih dapat ditangani untuk mengairi lahan pertanian sekitar 46.000 hektar. “Artinya Pamkab Simalungun akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani, dengan memberikan bantuan-bantuan seperti bibit, pupuk maupun alat-alat pertanian dan ada 12 dari 31 kecamatan, yang menjadi daerah unggulan penghasil padi di Simalungun," kata bupati.
Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Simalungun, mewakili kementrian pertanian, para perwira tinggi di jajaran Kodan I/BB, Anggota DPRD Simalungun, mewakili Walikota Siantar, Sekda bersama Staf Ahli Bupati dan para pimpinan SKPD dijajaran Pemkab Simalungun, para camat, kelompok tani, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan ribuan masyarakat.(M.Parulian Doloksaribu)
Kegiatan pencanangan ketahanan pangan tersebut juga ditandai dengan penanaman binih padi oleh Pangdam I/BB, Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM, Danrem 022/PT Kol Inf Broto Guncahyo, Kadis Pertanian Sumut Ir M Roem Msi bersama ibu-ibu KCK dilahan pertanian yang telah siap tanam.
Selain itu, pencanangan itu ditandai dengan penyerahan peralatan kerja, benih padi, alat-alat pertanian, bibit tanaman perkebunan, benih ikan nila, bibit ternak kepada anggota TNI dan kelompok tani serta penyerahan kelengkapan sekolah kepada siswa SD, SMP dan SMA.
Tokoh masyarakat Kecamatan Panombeian Panei Darikson G Saragih dalam sambutannya menyampaikan bahwa masyarakat sangat mendukung program ketahanan pangan dilakukan oleh Pemkab Simalungun bekerjasama dengan TNI AD, karena bila tercapai ketahanan pangan maka ketahanan nasional pasti kondusif. Disamping itu, Saragih juga mengatakan bahwa masyarakat siap untuk mendukung program selanjutnya dalam mendukung program ketahanan pangan.
DG Saragih juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Simalungun yang telah memberikan perhatian kepada pertanian di daerah itu. “Kami masyarakat menyampaikan terima kasih kepada bapak Bupati yang telah memberikan perhatiannya terhadap kemajuan pertanian di daerah ini. Lanjutkan pak JR,”ujarnya
Dalam kesempatan itu, Pangdam I/BB Mayjen TNI Edy Rahmayadi mengatakan bahwa, dalam rengak mendukung program tersebut, TNI AD menurunkan 880 personil TNI AD dan di Kabupaten Simalungun lebih kurang 120 personil Banbinsa dan Koramil TNI AD untuk mendampingi para petani. “Ini akan terus dilakukan oleh TNI mendampingi petani dalam rangka meningkatkan produksi pertanian sekaligus ikut mengawasi pendistribusian pupuk sehingga petani tidak kesulitan untuk menemukan pupuk,”paparnya.
Selanjutnya di katakan, hingga saat ini di Sumatera Utara penyuluh pertanian dari Kodam I/BB yang telah diturunkan sekitar 4900 personil Babinsa, dan target yang akan dicapai 7 – 10 ton per hektar. “Saat ini produksi pertanian padi 7 ton per hektar, kita harapkan bisa mencapai sampai 10 ton per hektar,”kata Pangdam.
Kepala Dinas Pertanian Pemprov Sumatera Utara, Ir M Roem MSi mengatakan, Kabupaten Simalungun menjadi daerah tertinggi pensuplai padi untuk provinsi ini. Untuk itu dia berpesan kepada petani dan masyarakat di Simalungun untuk memanfaatkan tanah atau halaman yang ada, dan tidak mengalihfungsikan lahan pertanian ke perumahan atau tanaman keras.
Sementara itu, Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM mengatakan bahwa, dalam rangka mendukung swasembada pangan, di tahun 2015 Pemkab Simalungun memberikan batuan benih padi unggul secara gratis kepada masyarakat sebanyak 125 ton dan mendukung kerjasama TNI dalam mendampingi petani. “Kita akan suport masyarakat dalam kerjasama ini bersama penyuluh, sehingga mereka lebih bersemangat,”katanya.
Menyinggung Kabupaten Simalungun, sebagai daerah swasembada pangan di Sumut, Bupati mengatakan bahwa target yang akan dicapai dalam mendukung swasembada pangan di tahun 2015 ini sebesar 10 %. “Kita targetkan produksi padi di Kabupaten Simalungun naik 10 % tahun 2015 ini, karena sejak tahun 2012 sampai sekarang kenaikan mencapai rata-rata lima persen,”tandasnya.
Terkait dengan sistem irigasi, Bupati menjelaskan bahwa hingga saat ini Pemkab Simalungun selalau bekerjasama dan berkoordinasi dengan Pemprovsu serta pemerintah pusat, sehingga sampai saat ini masih dapat ditangani untuk mengairi lahan pertanian sekitar 46.000 hektar. “Artinya Pamkab Simalungun akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani, dengan memberikan bantuan-bantuan seperti bibit, pupuk maupun alat-alat pertanian dan ada 12 dari 31 kecamatan, yang menjadi daerah unggulan penghasil padi di Simalungun," kata bupati.
Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Simalungun, mewakili kementrian pertanian, para perwira tinggi di jajaran Kodan I/BB, Anggota DPRD Simalungun, mewakili Walikota Siantar, Sekda bersama Staf Ahli Bupati dan para pimpinan SKPD dijajaran Pemkab Simalungun, para camat, kelompok tani, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan ribuan masyarakat.(M.Parulian Doloksaribu)
No comments:
Post a Comment