Bone (LawuNews) DI setiap kabupaten mitra, USAID PRIORITAS memiliki program untuk memilih sekolah terbaik menjadi sekolah model atau percontohan. Sekolah tersebut dipilih dari 24 sekolah mitranya; 16 SD/MI dan 8 SMP/MTs.
Sekolah- sekolah yang terpilih pada akhirnya diproyeksikan menjadi acuan dan laboratorium bagi sekolah-sekolah lain dalam pembelajaran, manajemen sekolah dan peran serta masyarakat. Karena menjadi acuan dan laboratorum, maka sekolah – sekolah tersebut setiap saat harus siap untuk dikunjungi dan diteliti, baik oleh sekolah dari kabupaten, maupun dari luar kabupaten. “Kita berharap sekolah yang dipilih nanti benar-benar sekolah yang pantas untuk jadi model, maka kita harus pilih dengan baik-baik,” ujar Nensilianti, penanggung jawab program di sela-sela interview dengan pihak sekolah SD 581 Unra, Awangpone, Bone (6/3/2015)
Untuk daerah Bone, beberapa sekolah sebelumnya telah dinominasikan oleh fasilitator daerah dan Koordinator daerah. Dari sekolah dasar diwakili empat sekolah yaitu SD Inpres 6/75 Pacing, SD Inpres 12/79 Unra, SD Inpres 10/73 Bajoe, dan SD Inpres 12/79 Lonrae.
Tingkat sekolah menengah pertama diwakili oleh SMPN 8 Watampone, SMPN 4 Barebbo, dan SMPN I Awangpone. Madrasah Tsanawiyah diwakili MTs Faizun, MTs Al Mubarak Taccipi. Sedangkan untuk Madrasah Ibtidayah, maka MI Cabalu, MI Darul Hikmah, dan MI Babul Ilmi Lemopae.
Masing-masing jenjang dan jenis sekolah yaitu negeri atau madrasah akan dipilih satu yang mewakili; sehingga ada empat sekolah model yang terpilih.
Anggota tim penyeleksi terdiri atas staff USAID PRIORITAS, dosen Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan dan staff dinas pendidikan dan kemenag. Sekolah dipilih berdasarkan beberapa kriteria yaitu; pertama, kegiatan guru yang meiliputi RPP, cara membawakan pembelajaran dan cara menilai siswa.
Sekolah- sekolah yang terpilih pada akhirnya diproyeksikan menjadi acuan dan laboratorium bagi sekolah-sekolah lain dalam pembelajaran, manajemen sekolah dan peran serta masyarakat. Karena menjadi acuan dan laboratorum, maka sekolah – sekolah tersebut setiap saat harus siap untuk dikunjungi dan diteliti, baik oleh sekolah dari kabupaten, maupun dari luar kabupaten. “Kita berharap sekolah yang dipilih nanti benar-benar sekolah yang pantas untuk jadi model, maka kita harus pilih dengan baik-baik,” ujar Nensilianti, penanggung jawab program di sela-sela interview dengan pihak sekolah SD 581 Unra, Awangpone, Bone (6/3/2015)
Untuk daerah Bone, beberapa sekolah sebelumnya telah dinominasikan oleh fasilitator daerah dan Koordinator daerah. Dari sekolah dasar diwakili empat sekolah yaitu SD Inpres 6/75 Pacing, SD Inpres 12/79 Unra, SD Inpres 10/73 Bajoe, dan SD Inpres 12/79 Lonrae.
Tingkat sekolah menengah pertama diwakili oleh SMPN 8 Watampone, SMPN 4 Barebbo, dan SMPN I Awangpone. Madrasah Tsanawiyah diwakili MTs Faizun, MTs Al Mubarak Taccipi. Sedangkan untuk Madrasah Ibtidayah, maka MI Cabalu, MI Darul Hikmah, dan MI Babul Ilmi Lemopae.
Masing-masing jenjang dan jenis sekolah yaitu negeri atau madrasah akan dipilih satu yang mewakili; sehingga ada empat sekolah model yang terpilih.
Anggota tim penyeleksi terdiri atas staff USAID PRIORITAS, dosen Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan dan staff dinas pendidikan dan kemenag. Sekolah dipilih berdasarkan beberapa kriteria yaitu; pertama, kegiatan guru yang meiliputi RPP, cara membawakan pembelajaran dan cara menilai siswa.
Kedua, kegiatan siswa berdasarkan media yang dihasilkan, interaksi dengan siswa lain, kemampuan mengungkapkan ide dan sebagianya. Ketiga, kepemimpinan kepala sekolah, yaitu kelengkapan dokumen kepala sekolah yaitu RKT, RKAS, SK TPS), peranannya dalam pengembangan professional guru dan bagaimana kreatifitasnya mendorong peran serta masyarakat. Sedangkan aspek lain yaitu lingkungan kelas.
Sekolah-sekolah yang terpilih nanti akan mendapatkan perlakukan khusus dari USAID PRIORITAS. Sekolah tersebut akan diajak ke sekolah-sekolah terbaik di Provinsi lain untuk study visit. Mereka juga akan didampingi dan diikutkan dalam berbagai pertemuan untuk mengevaluasi kemajuan sekolah. (red)

No comments:
Post a Comment