Bandung (Lawunews.Com)
Tanggal 20 Oktober 2014 adalah hari bersejarah bagi rakyat indonesia, karena hari ini Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiren Jusup Kala (JK) dilantik dan diambil sumpahya menjadi Presiden dan wakil presiden Republk Indonesia, sejalan dengan itu maka Prajurit siliwangi pun sudah seharusnya siap mendukung Pemeritahan dan Presiden baru.
Demikian disampaikan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim pada acara Pengarahan Panglima yang diikuti oleh 1800 Prajurit dan PNS dari Satuan dan Badan Pelaksana (Sat/Balak) Jajaran Kodam III/Siliwangi Bandung dan Cimahi di
lapangan Upacara Makodam III/Siliwangi jalan Aceh 69 Bandung, Senin (20/10/2014).
Demikian disampaikan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim pada acara Pengarahan Panglima yang diikuti oleh 1800 Prajurit dan PNS dari Satuan dan Badan Pelaksana (Sat/Balak) Jajaran Kodam III/Siliwangi Bandung dan Cimahi di
lapangan Upacara Makodam III/Siliwangi jalan Aceh 69 Bandung, Senin (20/10/2014).Menurut Panglima, setetelah menjalani proses pemilihan Presiden dari mulai tahap pendaftaran calon presiden hingga pengumuman presiden terpilih, yang penuh dengan persaingan antara kubu calon presiden, sudah saatnya setelah pelantikan dan pengambilan sumpah Presiden, seluruh
rakyat bersatu dan menciptakan situasi kondusif serta mendukung program pemerintah yang baru. “Terlepas dari perbedaan pendapat dan persaingan antara kubu calon presiden saat sebelum pemilihan Presiden, maka dengan terpilih dan dilantiknya Presiden terpilih Jokowi , maka setiap PNS yang mendapat hak pilih apalagi prajurit TNI di jajaran Kodam III/Siliwangi sudah seharusnya menyadari dan menerima serta selanjutnya mendukung Presiden terpilih tersebut” lanjut Pangdam.Menurut Dedi, pemilihan Presiden saat ini merupakan pemilihan Presiden secara demokratis yang teraman di negara berkembang, untuk itu selanjutnya TNI diharapkan dapat menuntaskannya menjaga keamanan hingga 5 tahun mendatang. Pada kesempatan pengarahan tersebut Panglima juga mengingatkan agar prajurit dan PNS tidak terlibat Narkoba, karena selain merugikan diri sendiri akan berdampak kurang baik dan penderitaan bagi keluarga, anak dan isteri. Karena institusi TNI tidak akan mentolelir pelanggaran prajurit yang terlibat pemakai dan pengguna Narkoba, sanksinya sudah sangat jelas, diberhentikan dengan tidak hormat.
Terkait dengan pemeliharaan kesehatan prajurit dan PNS putera, terutama dalam hal pencegahan penyebaran penyakit HIV, Panglima berpesan agar Prajurit dan PNS menjaga etika dan sadar akan bahaya HIV. “Jangan sampai ada prajurit siliwangi yang terjangkit HIV karena berperilaku seks bebas dan berganti pasangan” tegas Dedi.
Hadir pada pengarahan Pangdam tersebut, Irdam dan Asrendam III/Siliwangi, Para Staf Ahli dan Staf Khusus Pangdam III/Siliwangi, para Asisten Kasdam III/Siliwangi, LO AU dan AL kodam III/Siliwangi, para Komandan Satuan dan para Kepala Badan Pelaksana Jajaran Kodam III/Siliwangi.

No comments:
Post a Comment