Friday, October 17, 2014

Pemkot Banjar Dongkrak Prestasi Olah Raga dan Perekonomian Lewat Pembangunan Sport Center

Banjar (Lawunews.Com)
Harapan besar akan bangkitnya prestasi bidang olah raga di Kota Banjar kini muncul dan menguat, menyusul hampir selesainya pusat kegiatan olah raga atau sport center di Kecamatan Langensari. Dibangun di atas lahan seluas 16,5 hektar, kawasan sport center ini siap menjadi sarana pendukung kebangkitan olah raga di Kota Banjar. Meski belum rampung 100 persen tapi kemegahan komplek olah raga ini sudah bisa terbayang. Saat ini sudah ada tiga bangunan yang berdiri, yaitu stadion sepak bola dan atletik, gedung tenis indoor dan gedung serbaguna, termasuk sirkuit motocross yang baru saja selesai dibangun. Ketiga sarana olah raga tersebut dibangun dengan mengacu kepada standar internasional, sehingga layak mnejadi lokasi penyelenggaraan even-even olah raga resmi. Pembangunan sport center yang terletak di Desa/Kecamatan Langensari Kota Banjar tersebut telah menghabiskan dana tak kurang dari Rp. 67 milyar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat dan APBD Pemkot Banjar.

Dari ketiga bangunan yang sudah berdiri di komplek olah raga tersebut, yang paling menyedot perhatian adalah stadion sepak bola. Pasalnya, kualitas rumput lapang sepak bola ini sudah mengacu kepada standar FIFA atau standar internasional. Kualitas kedataran lapang sudah tidak diragukan lagi. Kemudian sistem drainase air juga tak kalah mendukung sehingga ketika hujan turun, dijamin tidak aka nada genangan yang akan membuat laju bola terhenti.Posisi gawang pun di barat dan timur, sesuai standar internasional. Bahkan sampai ke ruang ganti pemain pun, desain dan kualitasnya sudah memenuhi standar. “Jenis rumputnya adalah rumput Bermuda, rumput ini merupakan kualitas terbaik untuk iklim tropis,” kata Jaja Nurulhuda, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Pemkot Banjar. Sayangnya, khusus untuk daya tampung penonton, stadion ini baru bisa menampung 2 ribu penonton. Soalnya saat ini hanya ada satu bagian tribun yang dibangun. Direncanakan tahun mendatang akan dibangun tempat duduk penonton, termasuk jaring dan parit sebagai sekat antara penonton dan pemain,”Nanti setelah bangku penonton dibangun, daya tamping akan mencapai 30 ribu orang,”tutur Jaja.

Bangunan kedua yaitu gedung serba guna. Gedung ini diproyeksikan untuk menghelat pertandingan olah raga dalam gedung alias indoor seperti bela diri, senam dan sebagainya dengan kapasitas 6000penonton, gedung ini menggunakan lantai jenis parkit, semacam bahan kayu yang bertujuan untuk membuat pijakan lebih empuk. Sementara itu, bangunan ketiga adalah gedung tenis indoor, khusus untuk gedung ini, pemerintah telah memproyeksikan penggunaan gedung ini untuk kegiatan kenduri atau acara seremonial,”kalau gedung serba guna tidak boleh untuk kenduri karena bisa merusak lantai parkit. Nah, kalau tenis indoor bisa,” kata Jaja. Dikawasan ini juga ada sarana untuk kegiatan olah raga otomotif. Jalan aspal yang akan dibangun mengitari kawasan ini akan menjadi sirkuit roadrace atau otomotif lain bermedan aspal. Kemudian di sebelah barat kini telah dibangun sirkuit otomotif bermedan tanah atau off road. Jaja menjelaskan, tahun depan akan dilakukan kembali pembangunan kawasan ini yang difokuskan kepada pembenahan jalan, area parkir, pemagaran serta sarana pendukung lainnya.

Jika mengacu kepada rencana induk pembangunan kawasan ini, sebetulnya masih banyak yang pelu dibangun, misalnya pintu gerbang. Pintu gerbang ini idealnya ada tiga, sehingga ketika terjadi konsentrasi massa, tidak akan terjadi kemacetan. Saat ini gerbang hanya ada satu, itu pun belum ditata dengan baik. Penyempurnaan pembangunan ini rencananaya akan dilakukan secara bertahap, mengingat kemampuan keuangan pemerintah yang terbatas.

Lelang Jabatan
Meskipun belum sepenuhnya selesai, kawasan pusat olah raga Langensari Kota Banjar sudah bisa dimanfaatkan. Hal tersebut tentu saja membutuhkan tiga hal penting yang harus diperhatikan, yaitu keamanan, perawatan dan pemanfaatan. Pertanyaannya adalah siapa yang akan bertugas mengurus ketiga hal penting tersebut ? Atas dasar itu, Pemkot Banjar kini tengah mewacanakan pembentukan organisasi perangkat daerah (OPD) yang bertugas mengelola kawasan olah raga itu.” Adanya OPD yang bertugas mengelola sport center saya kira mutlak diperlukan. Karena tanpa itu, asset pemerintah tersebut tidak akan terurus dengan bai,” kata Ir. Soedrajat Argadireja, anggota DPRD Banjar.

Soedrajat menilai perlu dibentuk OPD setingkat kantor yang bertugas mengurus bidan pemuda dan olah raga. Nah di dalamnya dibebankan juga tugas untuk mengelola kawasan sport center tersebut. Selama ini bidang kepemudaan dan olah raga masih berada di bawah Dinas Pendidikan Kota Banjar, sehingga penanganannya dipandang kurang maksimal,” Ini juga berkaitan dengan upaya mendapatkan retribusi dari kawasan ini.” Kata Soedrajat. Sebisa mungkin sport center ini harus menghasilkan uang karena beban yang harus dikeluarkan untuk keperluan keamanan, pemeliharaan dan penggunaannya cukup besar. Dalam sebulan butuh lebih dari Rp. 75 juta. Jika harus ditangguh sepenuhnya oleh pemerintah, tentu akan membebani APBD.”Makanya perlu dikelola dengan serius agar terpelihara sekaligus menghasilkan PAD, minimal pendapatan dari sector ini cukup untuk biaya operasional,”ucap Soedrajat.

Soedrajat berharap pemerintah segera merespon persoalan ini dengan cepat dan tepat. Jika dibiarkan berlarut-larut, kawasan itu tidak akan terpelihara dengan baik. Ia juga berpesan perlu sosok pejabat yang mampu dan menguasai bidang ini karena tantangannya cukup berat. “Kalau perlu lelang jabatan, sehingga hasilnya bisa maksimal. Jangan sampai karena salah mengelola, sarana yang sudah menghabiskan dana besar itu jadi mubadzir,”tuturnya. Soedrajat menambahkan seandainya tidak ada pejabat yang dianggap mampu mengelola, pemerintah sebaiknya mulai memikirkan opsi untuk menyerahkan pengelolaan kawasan itu kepada pihak ketiga ,”Harapannya pengelola kawasan itu nantinya bisa berjalan optimal dan tentu saja menghasilkan uang untuk pendapatan asli daerah,” tutur Soedrajat.

Harapan Besar
Masyarakat Langensari tentu menyambut baik kehadiran sport center di kawasan ini. Warga setempat menaruh harapan besar akan imbas positif dari komplek kegiatan olah raga tersebut dalam bidang ekonomi, kehidupan social, sampai terhadap derajat kesehatan masyarakat,” Ya terang saja masyarakat berharap, dan hingga kini pun masih berharap, karena walaupun sudah berdiri dampak positifnya belum bisa dinikmati sampai sekarang,” kata Sutopo, anggota DPRD Banjar yang juga mantan Kepala Desa Langensari. Bahkan, lanjut Sutopo, janji pemerintah untuk membangun atau mengganti lapangan sepak bola yang tergusur oleh proyek itu hingga kini belum terwujud. Rencananya pemerintah akan membangun lapangan sepak bola pengganti di sekitar kawasan itu. Tujuannya untuk memberikan ruang kepada masyarakat yang ingin bermain sepak bola, karena jika semua bermain di stadion yang berstandar internasional dikhawatirkan akan membuat sarana berbiaya mahal tersebut cepat rusak.

Menurut Sutopo, dulunya kawasan yang kini dibangun sport center itu masuk ke wilayah Jawa Tengah karena Sungai Citanduy tadinya mengalir ke area tersebut. Setelah dibangun tanggaul, akhirnya Sungai Citanduy bergeser ke arah timur, sehingga kawasan disebut menjadi tanah darat yang dikenal dengan sebutan daerah Kalimati. Sebagian masyarakat yang berdarah Sunda lebih senang menyebutnya dengan daerah Bojongkoncod. “Harapan kami sport center ini bisa menjadi Ikon Banjar dan dari tempat ini juga bisa turut mendongkrak kemajuan Langensari,” kata Sutopo. (Mamay)

No comments:

Koprasi Warga Cimahi Mandiri Menggelar RAT Tepat Waktu

Cimahi (LawuPost)  Koperasi yang sehat dan baik adalah Koperasi yang mampu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu, dan Rap...